~Yang Jauh~



~Yang Jauh~
Kamu yang sedang jauh di sana, dan masih menyimpan rasa dendam dan marah kepadaku. Aku hanya ingin memberi tahu mu lewat isarat ini, buka sebuah kesengajaan dalam hidupku untuk membuat dirimu menjadi marah denganku. Namu karena semua adalah hanya salah paham semata, coblaha kita untuk saling memahami dulu mengapa semua ini bisa jadi begini. Bukankah yang kita harapkan antar kamu dan aku itu adalah ketentraman dan saling menjaga perasa.
          Pernahkah terbesit di dalam hatimu bawasanya kita ini akan dipertemukan jika sudah waktunya yang tepat dan jika saling menghendaki. Untuk apakah gerangan fungsi dari sesuatu yang hal yang dipaksankan, bisakah suatu hal yang dipaksakan itu menjadikan sebuah kebaikan yang baru ataukah mungkin malah bisa membaut dirimu menjadi tentram. Jika memang ia begitu pemahaman darimu, sesuat akan menjadi baik jika dipaksakan, maka aku tidak sangggup untuk mengikuti langkahmu.
          Sabarkanlah dalam hatimu dan jagalah sifatmu itu, kendalikan dirimu itu agar tidak berbalut dengan nafsu yang tidak terkendali. Pahami diri dahulu baru memaksakan keluar setelah pemahaman itu kamu proses dalam dirimu. ‘’Janganlah kamu cepat memutuskan bahwa yang kamu mau dan yang kamu inginkan itu harus tercapai’’, pahamkah jika kamu melakukan hal yang seperti itu seperti halnya anak kecil yang merengek-rengek memintak atau mengingikna sesuatu hal yang diinginkan dan harus dipenuhi. Cobalah murnikan dahulu sejenak jiwa ini untuk tetap dapat mencari makan dibalik semua peristiwa yang tidak sesuai dengan yang dirimu kehendaki. Apakah mungkin dirimu akan bertahan seperti ini untuk selamanya dan tidak berusaha untuk merubahnya.
          Selama ini aku mengenalmu adalah wanita yang mampu bertahan dan tegar akan segala goncangan badai yang menerpamu, aku tahu kamu sedari dulu aku pertama mengenalmu. Kamu memang lugu, tapi aku tahu dibalik keluguanmu yang dulu banyak menyimpan sebuag isarat atau cerita yang kamu sembunyikan dibalik semua itu. Kamu sangat menyadari dari semua gerak gerik langkah kehidupan ini menjadi sangat dirimu perhitungkan. Kamu memang wanita yang pintar menyimpan seribu masalah dalam jiwa mu dibalik semua senyummu, kamu bisa membohongi keadaan disekelilingmu agar tidak mengetahui apa yang sesungguhny sedan terjadi denganmu. Kamu itu adalah perekam masalalu dan membuat kenangan baru yang tidak mampu diuraikan dengan sebarangan orang, tidak semua orang mampu menguraikan semua kata-kata dan kisa hidupmu. Namu aku selalu mau tahu tentangmu dan selalu menunggumu untuk kamu bercurah cerita denganku.
          Walaupu sebanyak apa teman yang kamu dapatkan, tapi aku tahu bahwa kamu hanya ingin bercurah dan berbagi cerita hanyalah kepadaku, aku tahu itu sedari aku mengenalum karena kamu suka memberi sebuah isarat dari kata-katamu dan sorotan mata manjamu. Mungkin kamu tidak menyadari semua itu. Mungkin juga kamu tidak tahu siapa aku yang selalu memperhatikanmu. Aku paham dan memahami kamu hanya untuk membuat ketenangan didalam hidupmu, karena aku juga tahu kamu butuh orang yang seperti aku. ~_0
          Kamu itu bukan sekadar membuat aku menjadi memikirkan mu selalu, namun membuat aku juga ingin selalu berada disampingmu dan mendengarkan semua ocehan curhatanmu kepadaku, karena dari semua cerita-cerita dan curhatanmu aku mendapatkan manfaat dari situ dan memberi manfaat aku untuk mu.
Lama sudah memang waktu ini memisahkan antara kamu dan aku, lama memang komunikasi kita sudah terputus, waktu juga membuat kita seakan sudah ribuan bulan tidak berjumpa. Kamu sadari kah semua ini karena kita itu memang diciptakn untuk berpisah sesaat dan untuk dipertemukan kembali diwaktu yang tepat dan ditentukan oleh yang membuta kita tetap bisa hidup sampai saat ini.
          Aku disni sedang merencanakan segala sesuatu dan banyak kejutan yang ingin aku sampaikan dan beritahukan kepadamu, itulah mengapa aku sejak lama menjahu darimu. Aku menjauh dan aku  belum mau bertemu dengan mu, karena aku mempunyai alasan terpenting dalam hidup agar perjumpaan kita nanti semakin membuat kita menjadi semangat lagi dalam menjalani  hidup dan membuat kita semakin mantap dalam menatap masa depan. Tahukanh kamu mengapa semua itu akulakukan. Permasalahanya hanyalah kamu yang ada untuk ku, mungkin tidak seutuhnya dan terbagi-bagi karena aku juga masih mempunyai orang tua, sanak keluarga, dan adik ku juga butuh perhatian hampir kapasitasnya menyamai kamu. Kamu memang membuatku semakin bergairah manakala aku mengenang tentang kamu, kamu harus tahu itu dan jangan sampai lupakan itu ya ?
          Aku begitu menyadari dan sangat tahu bagaimana dan apa yang kamu rasakan untuk saat ini karena menahan kehampaan didalam hati, karena pertemuan kita yang selalu tertunda-tunda dan aku yang selalu mengundur-undur waktu bertemunya kita. Kamu juga aku rasa tidak selamaya menderita denganlamanya kita tidak berjumpa dan aku juga tidak percaya jika kamu menjadi teraniaya karena jauah dariku, karena aku tahu kamu itu adalah wanita yang mampu mengendalikan diri dan tegar dalam segala macam fenomena kehidupan. Cobalah bersabar dan sabarkan dirimu untuk menunggu perjumpaan antara kamu dengan ku nanti.
          Aku juga tidak mau membuat mu menajdi terbelanggu dan membuat kamu merana dan membuat harapan semu. Aku selalu memberi kebebasa kepadamu untuk memilih dan berbuat sesukamu. Kamu juga sudah terlihat semaikn menjadi dewasa dan menajdi sangat lebih pandai melakukan stategi dalam menjalani kehidupan ini. Manakala kamu tak kuasa untuk menahan semua kefanaan dunia ini, ingatlah bawasannya semua yang diberikan Allah az za wajal la oleh mu adalah yang terbaik dan terpilih yang terbaik untuk kamu jalani. Semua yang telah ada dan telah tercipta antara kita, dipertahankan boleh namun janganlah sampai terlalu atau keterlalu dalam menyukai segala sesuatu hal yang ada di dunia ini. Termasuk juga ketika kamu mengharapkan ku akan hadir menemui mu begitu juga sebaliknya. Sabarlah dan sabar semua sudah ada yang mengaturnya dan menjadualkan.
          Jika niat sudah tertanam, jika hati sudah berdiri dan mantap dalam berpandang, maka semua rintangan dan lamanya waktu tidak pernah menghampiri dan tidak dianggap menjadi sebuah masalah yang besar menghambat asmara kamu dan aku.
          Aku disini untuk mu dan kamu disana juga harus untukku terlepas dan sesudah kamu menyerahkan diri dan ikhlas berserah diri dengan Allah az za wajal lamu, jika Allah az za wajal la telah setuju dan memberkati, Badai dan Sunamipun laknsana indahnya genderang yang menyuruh kita untuk bertemu dan menyatu.
          Semua itu karena kau dan aku masih, dan sampaikapanpun milik Allah az’za wajal la yang Maha Kusa, tidak ada kepemilikan abadi, dan kemutlakan dalam kehidupan di Dunia ini kecuali milikNya sajalah. Menjalani hari jauh-jauh dari kamu membaut hidup ini semakin menjadi berarti karena kita saling menuju harapan yang jauh disana nanti, namun semua yakinlah sudah terencana dan diperinci untuk itu jagalah selalu hatimu untukku.
          Oleh : Sinaryo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

~Terlelap~

AKU DAN FIKIRANKU, AKU DAN RISAUKU "menggali dan menyulami waktu demi waktu, menuliskan segala kegelisahan untuk mewujudkan demi membantah dan melawan keterasingan"

~Neraka Dunia~