~Di Belakang Perseteruan KPK vs Polri~ (Perhatian & tindakan demi rakyat diduakan, dengan rela dipermainkan PT. Freeprot Indonesia) Sudah hampir 2 bulan penuh, berita perseteruan KPK vs POLRI menghiasi ruang publik. Dari maslah pencalonan BG yang lengkap dengan sekandal, sampai kepada beredar foto syur yang diduga ketua KPK. Tidak dinafikkan, bahwa berita perseteruan elit-politik ini telah menjadi trending topic yang berlebihan, hingga menelantarkan permasalahan dasar plus krusial tentang rakyat. Secara tidak langsung beberapa hal terselubungi, ketika konflik elit-politik ini memuncak. Apa benar sedang ada hal yang diselubungi demi kepentingan kelompok elit? Dengan perkembangan kasus yang dilengkapi keganjilan. Apa memang ada unsur kesengajaan dijadikan moment? Demi mengamankan posisi kekuasaan. Terlepas dari perseteruan elit-politik yang menghiasi keganjilan media. Ternyata ada hal yang sebenarnya luput hingga tertutupi berkenaan dengan kebijakan pemerintah, yan...
Postingan
Menampilkan postingan dari Februari, 2015
~Pahami~
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Setiap umat punya jangkauan pemahaman & kekritisannya masing-masing. Dan kenyataan yang jelas semua berbedan atau tidak sama, namun tetap saling berkaitan. Bila memang merasa telah di atas plus tinggi, lihat juga yang di bawah. Mungkin ia dapat dijadikan sebagai alaram (pengingat), dijadikan lwan bicara tempat penyambung ilmu atau tempat memadukan dalam hal keilmuan. Bukan memperlakukan sebaliknya, dihujat karena kesalahan dan kelemahanya, bukan pula untuk ditinggalkan karena kebodohanya. Hanyalah ia yang kebanyakan merasa, dan besarnya arogan dalam diri. Yang menghendaki dan mengidealkan setiap situasi dan kondisi sesuai dengan segala kemaua dan inginnya-fikiran. Mereka yang lemah, mengajarkan kita bagaimana menjadi lebi kuat. Mereka yang bodoh, mengajarkan bagaimana harus lebih banyak belajar. Memang, setiap agama mengajarkan ke-fanatikan. Kefanatikan yang dimaksud, adalah kefanatikan yang bukan bertendensi pendzoliman (menyakiti). Ke-fanatikan kedzolimana, diama...
~Dia~
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
~Dia~ (Yang membekukan & mematikan perasaanya. Kurang jelas apa alasanya, mungkin karena idealisme. Atau karena takut, sebab dogma yang mengakar) Sampai saat ini, filusuf-pun belum dapat menjelaskan dengan gamblang dan mendetail yang memuaskan. Berhubungan dengan rasa (perasaan). Namun keberadaanya jelas dan gamblang dapat dinikmati. Oleh karena itu, kebijakan yang sembari menunggu kejelasan tentang penjelasan konkrit tentang rasa (perasaan). Ada baiknya, sesama manusia yang dapat merasa, saling menerima atau saling menghargai. Walaupun belakang saling meludai karena perasaan yang menghasilkan luka-luka. Aku tidak tahu pasti dengan kesungguhan yang terjadi kepada hatimu, terhadapku. Apa kamu memunafikkan yang ada dalam dirimu. Apa kamu sedang munafik kepada hatimu sendiri. Atau pun yang sedang bercengkerama pada dirimu aku tidak tahu pasti. Yang aku tahu dan mengerti tentangmu dari sifatmu menunjukkan penghindaran terhadapku. Ada hal apa yang terbesi selain itu, y...
~Menempatkan Ketulusan & Kebaikan~
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
~Menempatkan Ketulusan & Kebaikan~ (dalam keadaan yang tidak saling mempeduliakn. Pragmatis mendominasi, hingga cenderung hanya memanfaatkan, bukan saling memberi manfaat) Sudah lama dan sudah menjadi kebiasaan bagi pendahulu kita, yang semangat kekeluargaan dan kebersamaan yang menguntungkan bersama dilakukan. Itu semua tercermin dalama banyak contoh yang sekarang sudah membudaya, tetapi saat ini teramati hampir pudar dan punah digerus oleh peradaban dan ambisi. Seperti yang sudah lumrah kita ketahui atau amalkan, tentang Gotong Royong. Ini merupakan corak kita miliki bangsa yang memang betul-betul tinggi menjunjung semangat kemanusiaan bagian dari semangat kekeluargaan di atas bangsa-bangsa. Perbuatan yang demikian itu sudah banyak teruji menghasilkan kerukunan yang mendamaikan. Tentu itu semua terjadi bukan tanpa didukung oleh keadaan yang memang menjunjung tinggi semangat “anti eksplotasiong de long par long nation”, semangat anti saling mengeksploitasi dan merugikan...
~Yang Menjadi Pelopor~
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
~Yang Menjadi Pelopor~ (Bukan hanya pengekor atau pelestari) Padadsarnya, yang membuat kita ini tidak bisa menguasai suatu pelajaran atau hal baru itu dikarenakan kepala kita atau otak kita itu sedang tidak ingin menerima atau tidak bisa menerima dengan legowo pemikiran orang lain atau pemikiran di luar dari pemikiran diri kita “waktu itu”. Terkadang kondisi seperti ini luput disadari, banyak dari kita mendustai dengan dalih “secara harafiha: aku hendak menguasai ini”. Padahal dalam waktu-waktu yang lampau, fikirannya pernah mengunci hal tersebut, yang sekarang tertolak atau sulit dipecahkan oleh fikiran. Bisa karena tromatik atau represif masalalu, hingga membuat otak itu enggan memikirkan itu kembali, “ternyata otak dapat mengalami troma, ya ? jelas !”. Mudahnya dibilang, suatu ketika di waktu masalalu kita sudah pernah anti-pati atau membuat perjanjian kepada fikiran kita untuk tidak suka, terhadap sesuatu yang sekarang sulit kita pelajari atau kita pecahkan. Perlu diing...
~Petani Kita Didzolimi~
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
~Petani Kita Didzolimi~ (sedangkan kita makan, dan masih dapat hidup sampai saat ini karena hasil Petani. Tetapi, “mengapa kita tidak memikirkan, memperjuangkan, hak, & nasibnya ?”) Dari dahulu sampai sekarang, dari anak kecil hingga dewasa tahu bahwa Indonesia atau dalam novel Mata Hari dikatakan “Indo” yang “Nesia”. Yang memiliki arti bahwa daratan dan kepulauan. Dan hendaknya menjadi jelaslah melihat keadaan yang seperti itu praktisnya menjuluki Negara kita ini sebagai negara maritim. Negara yang mempunyai Sumber Daya Alam dari segala sisi keadaan yang mendukungnya dan berlimpah untuk dimanfaatkan untuk kemaslahatan rakyat Indonesia khusunya. Mengapa khusunya ? karena saat ini masih nyata “bahwa di negeri yang kaya raya ini, penuh dengan hal yang menguntungkan, namun masih mengalami penderitaan dan kemiskinan dari segala lini dan sebab”. Terutamanya ialah, misikinya para Petaninya yang berada di lahan pertanianya sendiri. Melangkah dari keadaan yang demikian itu m...