AKU DAN FIKIRANKU, AKU DAN RISAUKU "menggali dan menyulami waktu demi waktu, menuliskan segala kegelisahan untuk mewujudkan demi membantah dan melawan keterasingan"



Pohon saja hanya mengisap sari makanan yang dibutuhkan dari sekian banyak kandungan sari di Tanah.~SinA

Kepekaan yang melekat pada diri manusia menunjukkan kualitas dan unsur spiritual yang menyelingkupi dirinya.~SinA

Guru harusnya belajar membebaskan fikiran (dirinya) sendiri sebelum ia mendidik. Agar ia dapat membebaskan anak untuk berkembang, berkreatifitas dan mencurahkan kemampuan.~SinA

Kondisi dan perkembangan pendidikan berangkat dari sistem (kurikulum) dan pendidik. Yang dominan memegang kendali ialah pendidik. Jadi, pendidik menjadi pusat perhatian untuk memajukan pendidikan.~SinA

Guru yang fikirannya tidak bebas, akan memperlakukan (menerapkan) pola mendidik anak yang identik dengan mengekang dan menindas. Hal ini di dasari pemikiran pendidik yang belum tuntas (terkontruksi oleh kekangan) atau dogma yang mencekam kepalanya.~SinA

Pengembangan wawasan dan bekal pengetahuan pendidik menjadi bagian landasan untuk mendukung perkembangan kreatifitas dan kemajuan siswa.~SinA

Menempatkan ketulusan dan kepekaan pada tempatnya, dengan tidak sembarang tempat dalam menempatkan. Karena bila tidak pada tempatnya, dapat berdampak menlanjutkan dan melestarikan ketidakbaikan (negatif).~SinA
Bicara apa adanya, lebih melegakan dan tidak menimbulkan beban.~SinA
Pahit manis, tetap berkata apa adanya. Lebih menyehatkan dan lebih menentramkan.~SinA
Tugas pendidik tidak hanya untuk mendikte (mengarahkan, menuangkan) sesuatu ke kepala murid. Tetapi juga untuk memahami, menempatkan, dan mendayagunakan apa-apa yang telah melekat pada diri anak.~SinA
Pengubaha dunia bukan orang yang biasa saja.~SinA
Yang tepat (pas, baik) terkadang dilakalahkan atau dikendalikan (dilemahkan) oleh yang dominan atau menguasai.~SinA
Termasuk bagian dari ibadah melakukan hal-hal yang menimbulkan kesenangan, kesejukan, dan kedamaian. Tetapi, tetap dalam batasan selama tidak menimbulkan kerusakan, kelalaian, dan kebatilan.~SinA
Inspirasi, gagasan atau ide, datang tidak selamanya terduga muncul di kepala (fikiran). Jadi, ada baiknya setiap saat siap-sedia untuk memprasastikan (mengabadikan) kehadirannya.~SinA
Menjadi manusia biasa saja dalam menjalani dinamika kehidupan, melahirkan kehinaan, keminderan, dan kemerosotan kualitas keturunan setelahnya.~SinA
Aku belajar menuangkan dan menuliskan dari apa yang aku fikirkan. Karena aku meyakini bahwa semua yang aku fikirkan adalah kehendak dan anurgah dari-Nya yang baik dan yang harus dimengerti manusia lain, sebagai pembuka pintu atau jalan baru pelajaran berikutnya.~SinA
Kebaikan muncul bukan karena kehendak baik saja, tetapi kebaikan yang benar-benar hadir dari realitas yang membutuhkan kehadirnya.~SinA
Bagaimana cara mengajarkan kepedulian kepadanya yang tidak peduli? Kecuali dengan membenturkan dan menunjukkan sakitnya tidak dipedulikan.~SinA
Aku tidak diajarkan untuk membenci, tetapi keadaan yang terkadang memanggil dan memaksa untuk membenci.~SinA
Harus tahu bagaimana rasanya di posisi jadi terduga negatif. Baru kemudian mungkin dapat menyadarkan agar tidak mudah menduga sesukanya.~SinA
Manusia itu harus pandai membaca situasi dan kondisi, agar tepat dalam bersikap dan menempatkan diri secara dini.~SinA
Inti tugas guru adalah tidak mengganggu upaya-upaya yang sedang berlangsung pada murid.~SinA
Untuk menyadari arti pentingnya makna kebersamaan, terkadang dapat dengan menyendiri dan mengasingkan diri dalam kesunyian sementara waktu.~SinA
Ada waktunya manusia tidak butuh diceramahi (dinasehati), namun yang ia butuhkan hanya dipahami dan dimengerti dari semua yang telah diperbuat (dilakukannya).~SinA
Ide-ide gila dalam fikiran terkadang munculnya di saat kondisi diri tertekan dan terabaikan oleh lingkungan.~SinA
Kesengsaraan menyedihkan tidak pula menjadi alasan wadah meratapi diri secara berlebihan. Namun, ada baiknya waktu itu untuk menuai dan mengukir hal yang lebih berarti.~SinA
Pendidik harus berposisi menyemangati, merespon dan memberikan senyuman tulus setulus senyum yang diberikan kepada bayinya untuk muridnya.~SinA
Pendidik yang menganggap murid bagian yang terpisah dari dirinya, mencerminkan pendidik yang tidak layak dan tidak untuk diadakan. Bukankah pendidik sejati dinaskan untuk menyatu (bersau) dengan murid?~SinA
Senyuman dan motivasi yang diberikan kepada anak sangat membantu dan mendukung proses kontruksi kepercayaan diri anak.~SinA
Kepercayaan diri anak dapat tumbuh dan berkembang dengan adanya perhatian, motivasi, dan pengakuan yang dicurahkan kepadanya.~SinA
Untuk menumbuhkan keyakinan (kepercayaan) anak pada dirinya, tidak dapat hanya dengan sejutah perintah atau petuah saja.~SinA
Ternyata segudang petuah dan perintah, tidak dapat begitu saja mencukupi dan menyakinkan segala kekuatan yang bersemayam pada jiwa insan.~SinA
Anak yang keyakinana pada dirinya sudah utuh, tidak butuh dinilai (dinasehati). Ia hanya butuh didampingi, diakui, dan disempurnakan, dari segala sesuatu yang dibuatnya.~SinA
Pencapaian kualitas tinggi manusia terjadi, ketika ia sudah tidak membutuhkan lagi pengakuan (pujian) atas kemampuannya dan karyanya yang dihasilkan.~SinA
Banyak pendidik yang mengenal cinta, tetapi melupakan makna dan arti cinta ketika mendidik muridnya.~SinA
Banyak pendidik yang mengenal cinta, bahkan lebih dalam dari arti cinta yang banyak dimenerti. Sayangnya, sedikit pendidik yang mengamalkan dan menerapkan arti dan makna kesungguhan cinta dalam mendidik anak.~SinA
Inspirasi itu muculnya tidak bisa dipaksa, tetapi terpancing dan terpacu oleh sesuatu. Jadi sesuatu itu yang hendakknya dicari dan dimengerti untuk dibangkitkan dan dihidupkan.~SinA
Insan sarafnya terganggu itu, ketika berekspresi (mengekspresikan) diri tidak melihat konteks yang sedang dihadapi atau diwacanakan.~SinA
Guru harus percaya, bahwa anak akan memperlihatkan kodrat alaminya ketika ia menemukan suatu perkerjaan yang memikat hatinya.~Maria Montessori
Bila ingin dipahami, juga harus belajar memahami.~SinA
Tuhan, trimakasih aku telah diberi keadaan dan kondisi seperti saat ini.~SinA
Menyadari jarang bertemu, setidaknya saling mengabari, mengkonfirmasi, dan menganggap keberadaanya. Misalnya dengan upaya-upaya yang menunjukkan perhatian.~SinA
Bila tidak bisa memberi penghargaan (pengakuan), setidaknya tidakmenghinakan.~SinA
Adakah perbedaan inspirasi antara orang diskusi di dalam ruangan dengannya yang diskusi di alam terbuka? Ini jelas ada.~SinA
Persatuan nasional hanya dapat erat dan kuat ketika di dalamnya tidak dominan (tidak ada) penindasan. Dan tentunya, aspek kekeluargaan juga ikut andil dalam menyatukan.~SinA
Yang memberi kontribusi (andil) kepada diri kita, dialah di antaranya yang berhak mengendalikan dan mengarahkan kita dalam batas-batasan tertentu.~SinA
Orang yang berhak berkomentar secara dalam kepada kita, orang yang ada hak dan yang berkontribusi nyata atas diri kita.~SinA
Bila tidak dapat memberi kontribusi, setidaknya tidak menghalangi (menghambat) kemanjuan dan langkah yang akan ditempuhnya.~SinA
Yang membuat tidak semangat dan tidak bergairah dalam sistem (kolektif) bagiku bukan soal pengakuan, tetapi soal keadilan dan ketidakadilan.~SinA
Inginku, aku mengikuti kamu dan kamu juga mengikuti aku. Jadi, adanya saling keterpaduan dan kesinambungan pemahaman plus pengertian yang terjali dan terbina antara aku dengan kamu.~SinA
Pendidik pemuja cinta, tidak saja terwujud dalam menjalin hubungan dengan pasangan dan fantasinya saja. Tetapi berlaku pula ketika ia mendidik muridnya, dengan sebagaimana ia menerapkan sepenuh cinta pada pasangannya.~SinA
Pendidikan penuh kasih, hanya terjadi ketika pendidik memahami dan mengamalkan arti cinta dengan ketulusan dan kasih saat mendidik muridnya.~SinA
Hal-hal kecil yang diperhatikan dengan penyelidikan teliti dan runtut. Dapat menjadi kontribusi dan sumbangsih dalam kontruksi peradaban. Agak dalam memang, tetapi akan terbukti dengan pengamatan dan pengamalan.~SinA
Memang  banyak hambatan untuk melahrikan pendidik yang dapat mendidik dengan penuh kasih.~SinA
Pendidik yang mendidik dengan penuh kasih, dapat terlahir dari pendidik yang penuh kasih. Kecil kemungkinan terlahir dari keadaan yang sebaliknya.~SinA
Di antara hambatan dalam mengamalkan pendidikan penuh cinta ialah kebutuhan ekonomi yang mengganggu psikologis (emosi-jiwa) pendidik.~SinA
Ada pendidik yang dapat sepenuh hati dan cinta dalam mendidik di era kapitalis dan liberalis yang dominan? Ada “ia yang idealis dan ia yang memahami benar hakikan mendidik/pendidikan”.~SinA
Beberapa idealisme pendidik terganggu, ketika aspek kebutuhan dasarnya juga terganggu atau menggoyang keadaanya.~SinA
Pendidik, manusia yang memiliki tanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.~SinA
Tumpas dan musnahkan penindas dan penghambat kemajuan kemakmuran bersama.~SinA
Nasehat yang diterima dan tidak untuk diabaikan hanya datang dari teman yang dianggap tulus adanya.~SinA
Suci sejati tidak pernah butuh pengakuan dan penghargaan dari apa yang telah dan yang hendak diperbuat.~SinA
Keinginan lahir dari keyakinan dari apa yang diperbuat akan bermanfaat, berguna, dan dapat terwujud.~SinA
Generasi muslim sekarang kebanyakan anti untuk bekumpul diformu-forum pendiskusian (pendalaman) agama. Kurang jelas mengapa demikian. Apa karena menganggap bahwa paham agama hanya terbatas dan dapat terhenti, mungkin?~SinA
Jenis perempuan apa? Ketika suka bilang tidak suka, ketika ingin bilan biasa saja.~SinA
Kewajiban kepada manusia lain bukan untuk memaksakan kehendak kita kepadanya.~SinA
Sesame manusia untuk membina keharmonisan dan kebersamaan seutuhnya, hanya dapa tercipta ketika tidak ada (sedikit) terjadi saling memaksakan kehendak.
Terkadang hanya orang tidak terdugalah yang bisa melakukan hal di luar dugaan.~Alan Turing
Masih saja mengedepankan (mengamalkan) satu aspek dengan menghinakan (menegasikan) aspek lain. Ini menghambat kemajuan dan pendustaan terhadap kenyataan. Yang mana segalanya saling berkaitan (berdialektika) dan berdampingan yang tidak dapat saling dipisahkan.~SinA
Sudah tidak masanya meyakinkan dan menyatakan sesuatu yang disampaikan itu baik (benar), dengan menghinakan dan merendahkan hal di luarnya.~SinA
Segala keadaan atau hal yang ada telah memiliki dan menempati ruangnya masing-masing yang tepat dan adanya. Tidak bisa dipaksakan dan dikendalikan begitu saja dalam keadaan yang diluar keadaanya. Bila mungkin bisa, itu pun terjadi tidak sempurna.~SinA
Pendidikan adalah produk budaya, maka pendidikan harus membudaya (membumi). Bukan mengawang-ngawa seakan-akan tidak memiliki budaya (pijakan, dasar).~SinA
Pendidikan pasti membentuk budaya. Jadi, hal apapun yang tertanam pada murid (pendidikan) jelas akan membudaya. Maka pendidikan aspek penting dalam membangun peradaban.~SinA
Pendidik dikatakan tidak mengenal pendidikan, bila tidak mengenal budaya.~SinA
Kultus dari budaya adalah pendidikan.~SinA
Berangkat dari dasar realita (kenyataan) kultur untuk membangun (mengkontruksi) pendidikan. Bukan berangkat dari keadaan lain untuk membangun pendidikan (peradaban) pada suatu keadaan.~SinA
Pendidikan melestarikan budaya, budaya membangun (mencipta) pendidikan.~SinA
Pendidikan tanpa kebudayaan, bagaikan memahamkan tanpa melihat keadaan.~SinA
Sudah jelas, bahwa pendidikan hal yang terbangun dari budaya. Jadi, pendidikan mengikuti budaya, bukan sebaliknya budaya mengikuti pendidikan. Bila begiti yang terjadi, artinya budaya merupakan hasil dari rekasyasa fikiran (idealisme).~SinA
Bila budaya dilahirkan dari pendidikan, maka lahirlah budaya yang tidak berangkat dari realitas (kenyataan).~SinA
Bukan pendidikan yang harus dibudayakan, tetapi budaya yang harus dipendidikkan.~SinA
Pendidikan yang berangkat tidak dari budaya, berarti cidranya kehendak dengan kenyataan cita-cita pendidikan.~SinA
Wajib bagi pendidik memahami dan mengerti budaya (yang bekembang) pada setiap muridnya.~SinA
Dari waktu ke waktu, kebudayaan dan peradaban murid mengalami perubahan dan dinamika. Menjadi tidak relevan dan tidak sejalan dengan perkembangan, bila pendidik masih saja menerapkan dan mempertahankan pola dan metode yang sama.~SinA
Mengenal budaya, artinya mengenal kedalaman dan kepribadian yang mengkontruksi diri dari masa lalu.~SinA
Budaya yang membawa semangat rasa kekeluargaan dapat membesarkan dan memperkuat oranganisasi.~SinA
Organisasi yang terbangun dari dasar kekeluargaan, membentuk erat dan kuatnya kolektif.~SinA
Pendidikan harus bertujuan untuk membangkitkan kehendak, bukan sebaliknya melemahkan, memangkas, dan mematikan kehendak.~SinA
Bila pendidik memandang murid sebagai hal yang tidak aktif, maka penghambatan perkembangan dalam arti terjadi kekangan potensi anak.~SinA
Murid yang segalanya atas pendidik, bukan pendidik segala-galanya berbuat atas murid.~SinA
Ketika pendidik telah menghendaki murid harus bisa ini. Berarti bahwa murid sudah berbuat tidak dengan kemampuan (kehendaknya). Dalam hal ini, pendidik mendominasi murid.~SinA
Murid diberi ruang untuk berbuat sesuai kehendaknya, dalam arti untuk medayagunakan (mengaktifkan) hal yang telah terbudaya pada dirinya.~SinA
Pendidikan bertugas tidak untuk merubah budaya yang telah terkontruksi pada diri murid. Tetapi untuk melengkapi dan memediasi.~SinA
Aku menulis bukan ingin menunjukkan (ria) dalam maksud negatif, tetapi yang kumaksud untukku mempelajari dan menasehati kembali diri dari segala hal yang pernah dilewati. Dengan membaca kembali apa yang telah kutuliskan. Bila ada yang suka dengan gaya pemikiran dan tulisanku, ini bonus dari jerih selama ini aku memeras fikiran.~SinA
Ada kepercayaan mendalam dalam benakku, bahwa setiap segala fikiran yang tertuangkan melahirkan perubahan dan pembelajaran mendalam yang dapat dihikmai.~SinA
Pendidikan yang mengekang dapat menghambat dan menunda perkembangan imajinasi kreatif murid.~SinA
Aku menulis karena aku butuh, butuh bukti (prasasti) atas segala gejolak fikiran yang selama ini telah berkecamuk pada diri.~SinA
Imajinasi kreatif murid, harga mati dan modal dasar baginya untuk berkarya. Wajib hukumnya melindungi dan membangkitkannya.~SinA
Pendidikan orotdox memandang bahwa imajinasi anak bukan sesuatu yang khusus (istimewa). Kebanyakan diabaikan, dilemahkan, dan tidak dipedulikan.~SinA
Masih banyak pemikiran pemikir maju yang progresive tidak diamalkan (diguanakan), karena kalah hegemoni dengan yang jahat.~SinA
Yang banyak atau yang dominan, tidak dapat dijadikan jaminan dan dasar untuk suatu kebenaran.~SinA
Sebagian besar manusia mampu menyampaikan dan membacakan yang ada di buku, tetapi tidak semua dapat memaparkn secara gaya dan bahasa sendiri apa yang telah dimengerti.~SinA
Kepercayaan dapat tumbuh karena adanya rasa saling membutuhkan tempat sebagai sandaran.~SinA
Kecurigaan lahir karena ketidakpercayaan dan ketakutan secara berlebihan.~SinA
Sudah alam berjalan bersama, bukan jaminan untuk saling dapat memberi kepercayaan. Ternyata kepercayaan tidak dapat diukur saja dengan lamanya waktu.~SinA
Dimana berada di sana dapat berkarya. Tidak ada pilah-pilih tempat untuk melahirkan karya.~SinA
Karya fenomenal dapat lahir dari benturan dan tekanan keadaan yang tidak biasa (di luar dugaan).~SinA
Segalanya akan aku berikan untukkmu, selama kamu tahu batasan dan kewajaran dalam kebersamaan bersamaku.~SinA
Aku akan memperlakukan kamu sebagaimana aku memperlakukan diriku. Selama kamu dapat mengerti dan memahami bahwa aku juga menginginkan diperlakukan begitu.~SinA
Milikku adalah milikmu, tetapi milikmu belum tentu milikku. Karena aku tahu, tidak semua manusia mampu berlaku saling memiliki.~SinA
Milikku adalah milikmu. Bukan berati aku bebas dieksploitasi, tetapi aku memasrahkan diriku kepadamu dengan tolak ukur atas kedewasaan dan pengertian darimu.~SinA
Dialektis dengan fleksibel sangat berbeda. Dialektis tetap mempertahankan idealisme yang dibawa dan dialekkan, fleksibel tidak demikian.~SinA
Segala sesuatu yang berhubungan dengan idealisme, sebaiknya didialektiskan dengan situasi (kondisi) ruang dan waktu yang dijumpai (dihadapi).~SinA
Manusia cenderung memaksakan kehendak, saat merasa dominan atau sedang kehilangan kepercayaan diri.~SinA
Apa susahanya sekadar memberi jempol sebagai bentuk penghargaan dan perhatian. Wujud dari adanya kepedulian tidak langsung yang dilestarikan.~SinA
Dulu? Ya memang aku emosian dan sangat labil. Tetapi tidak untuk sekarang, karena aku telah sedikit mempelajari, menghikmai dan memahami dari yang telah aku alami.~SinA
Emosi berlebihan, bisa diartikan sebagai bentuk perhatian plus kekhawatiran yang berlebihan menjadi satu dan tidak terkendalikan.~SinA
Membangun rasa kolektif (kebersamaan) dalam bingkaian kesetiakawanan sosial.~SinA
Masih saja sering dan mudah dijumpai, prilaku kekanak-kanakaan diamalkan olehanya yang telah berumur.~SinA
Daya kehendak anak (murid) perlu dibangun dan dibangkitkan. Karena ini merupakan bagian dari alasan dasar untuknya anak bernai menatap.~SinA
Anak yang lemah kehendak memperlihatkan prilaku dan bawaan diri dengan penuh ketidakyakinan dan keragu-raguan yang meneyelimutinya.~SinA
Kebimbangan dan keraguan dalam melangkah pada diri anak, merupakan satu ciri anak lemah kehendak.~SinA
Wajib hukumnya guru memberi ruang untuk pengembang bagi murid yang tegolong leluasa. Karena kepandaian dan kreatifitas sejati anak hanya dapat direngkut dan digapai sejati olehnya dari kebebasan.~SinA
Ada kalanya guru dapat menjadi hambatan bagi proses perkembangan dan kemajuan murid.~SinA
Menakluhkan diri, satu cara yang perlu ditanamkan pada diri anak. Agar ia dapat mengendalikan dan mengkontrol diri dari kehendak prilakunya.~SinA
Bukan saatnya untuk mendikte di era yang mudah sekali menjangkau dan mengkonsumsi infomasi, tetapi sudah saatnya membicarakan dan mendisksuiskan dari segala sesuatu yang telah ditemukan.~SinA
Kepanikkan dan kekhawatiran berlebihan, menjadi tandan atau bukti bahwa diri sedang dilingkupi dan dikuasai sang penggoda yang akut.~SinA
Membangun persatuan, artinya juga membangun kepercayaan dan memberi kepercayaan.~SinA
Kepanikkan dan kekhawatiran berlebihan melahirkan kegelisahan dan membengkaknnya prasangka negatif.~SinA
Buktikan dulu keburukan dan kejahatannya, baru kemudian membesarkan prasangkan dengan dalih dan dasar fakta.~SinA
Tidak mudah untuk memahamkan orang yang telah berangkat dengan prasangka negatif terhadap kita.~SinA
Merelakan diri dilecehkan dengan tuduhan yang tidak-tidak (tak berdasar). Artinya belajar melatih dan menyabarkan diri sebelum nanti memberi bukti dan menghajar balik yang berlaku demikian.~SinA
Aku sedikit pernah menduga, yang tidak penyabar memiliki kecendrungan prasangka negatif dominan dalam dirinya.~SinA
Bangun keutuhan dan persatuan dengan kekluargaan. Dengan mengurangi prasangka dan spekulasi negatif pada anggota kolektif.~SinA
Biyarkan anak berimajinasi bebas. Agar potensi pada dirinya tercurhakn dan terlampiaskan secara nyata. yang dapat mendukung perkembangannya.~SinA
Bukti imajinasi kreatif murid dimaknai tidak berarti, adalah ketika anak asik membuat coretan-coretan, guru langsung menghakimi murid bahwa perbuatanya itu tidak baik.~SinA
Ruang anak untuk dapat berimajinasi secara tinggi hanya ada pada keleluasaan dan pengakuan yang diberikan untuknya. Hal ini juga akan melahirkan plus mendukung kepercayaan dan keyakinan tumbuh pada diri anak.~SinA
Pendidik yang tidak tahu hakikat manusia (anak), adanya merusak, melemahkan, dan mengubur warna-warni imajinasi dan kemampuan yang telah Tuhan anugrahkan dan lekatkan pada diri anak.~SinA
Pendidik dikatakan merusak kehendak (potensi) murid, ketika memandang murid sebagai benda kosong untuk diisi dan diperbaiki dengan segala upaya yang terencana dalam kurikulum yang berwatak pemrograman fikiran. Ingat, bahwa fikiran manusia dapat berkembang secara mandiri.~SinA
Seberapa suci pendidik, sehingga merasa untuk memerbaiki dan menjernihkan murid?~SinA
Murid bukan benda mati, yang dapat diperlakukan (bork-up) sesuka dan sekehendak hati pendidik.~SinA
Hanya pendidik sinting, yang menganggap murid sebagai benda mati yang perlu dibentuk dan diisi dengan hal yang dianggap penting olehnya dan oleh institusi.~SinA
Pendidik, harusnya menampung dan memberdayakan segala kreatifitas (potensi) yang melekat pada murid.~SinA
Beberapa pendidik, mengevaluasi kegagalan murid sebagai kebodohan murid.~SinA
Kebanyakan pendidik berprasangka negatif terhadap kemampuan dan kebaikan-kebaikan yang melekat di murid. Hal ini terjadi tidak lepas dari cara pandang atau pola fikir pendidik yang sudah terdogmatis sebelumnya.~SinA
Fikirian pendidik yang tidak bebas dalam melihat kenyataan murid. Membuat penilaian terhadap murid penuh prasangka dan spekulatif negative, karena tidak sesuai dengan kehendak dan kemauan pendidik.~SinA
Bagian akhir dari buku Maria Montessori sulit untuk diterima, karena bertolak belakang dengan realita pendidikan saat iini.~SinA
Tidak ada moto yang dapat menempati semua  dimensi ruang dan waktu secara bebas.~SinA
Moto hanya berlaku dan berarti secara kontekstual.~SinA
Moto dapat membatasi dan menghambat kemajuan, bila diamalkan (diyakini) dapat berlaku pada setiap dimensi ruang dan waktu.~SinA
Sifat patronase memang dapat memacu dan membangkitkan semangat, tetapi tidak selamanya berlaku demikian. Patronase hanya dibutuhkan untuk pembangkitan awal, yang selanjutnya sebaiknya dilepaskan.~SinA
Penanaman prinsip kepatuhan pada murid secara otoriter, menghambat, menunda dan menindas perkembangan kemampuan murid.~SinA
Kepatuhan yang tertanam secara dogmatis, melahirkan pemahaman dan pengertian untuk selalu di bawah.~SinA
Tanpa disadari, kebanyakan pendidik mencitrakan dirinya sebagai Tuhan. dengan menganggap dirinya (panutan) harus ditiru dan diikuti murid.~SinA
Aku calon pemimpin tidak untuk diikuti, tetapi pemimpin yang harus dikritik dan diawasi.~SinA
Tugas pendidik bukan untuk mengkontrol dan mengendalikan anak.~SinA
Apa dapat melahirkan generasi produktif? Bila kepatuhan dibentuk berdasarkan ancaman, intimidasi, dan ketakutan yang dilayangkan kepada penerima.~SinA
Apa ia anak yang disiplin, patuh, dan tunduk itu baik? Dan berlaku demikian bagi yang sebaliknya.~SinA
Apa ia bahwa anak yang membangkang itu jahat?~SinA
Apa mungkin dapat melahirkan generasi produktif dan inovatif dengan pola pendidikan yang mengedepankan kedisiplinan dan kepatuhan?~SinA
Azas hanya dapat digunakan secara mutlak, bila keberadaanya dapat menempati ruang dan waktu.~SinA
Mamak'ku mengajari, agar segala sesuatu yang telah terjadi untuk dihikmahi. Bukan diratapi (ditangisi) hingga menguruskan diri.~SinA
Membentak dan menghina, bermuara kepada mematahkan semangat murid, artinya melemahkan dan menghmabat kemajuan (produktifnya).~SinA
Terkadang manusia terbawa emosi, hingga melalaikan beberapa hal yang harusnya diperhitungkan dan dipertimbangkan-difikirkan ulang.~SinA
Menyadari keadaan diri apa adanya.~SinA
Mamakku mengajari, agar segala sesuatu yang telah terjadi untuk dihikmahi. Bukan diratapi (ditangisi) secara berlebihan hingga menguruskan diri yang berujung menyakiti.~SinA
Bukan perhitungan atau pilih-pilih, tetapi lebih ingin menempatkan. Agar menjadi lebih berarti, lebih bermakna, dan lebih berguna.~SinA
Belajar menempatkan kebaikan (perbuatan), agar lebih berarti dan lebih produktif.~SinA
Belajar menempatkan, agar lebih berarti dan produktif.~SinA
Fikiran memang bisa lepas dari problema tentang tentanggnya, tetapi tidak untuk perasaan. Belah kasih dan kasih saying tidak dapat lepas dari jiwa insan, kalaupun terkesan tidak ada itu karena tertutupi.~SinA
Apa di pesantren diajarkan untuk acuh dan tidak saling mempedulikan orang di lura diri dan gogolongannya ya? Buktinya sebagian besar anak santri yang aku temui begitu adanya dan acuhnya. Semoga aku yang “salah” menjumpai manusianya.~SinA
Masih saja mengedepankan (mengamalkan) satu aspek dengan menghinakan aspek lain. Ini menghambat kemajuan dan pendustaan terhadap kenyataan, yang saling melengkapi, berbeda, dan saling berhubungan.~SinA
Sampai sekarang masih saja ada oranganisasi Islam yang anti PKI. Artinya ini menunjukkan pahama agama yang dipelajari dan dimengerti hanya dogma dan belum mendalam.~SinA
Mengedepankan satu aspek cara pandang secara radikal dapat berakibat menghambat kemajuan dan melemahkan visi atau tujuan utama yang hendak digapai.~SinA
Hendaknya cara pandang tetap digunakan dan diamalakan sebagai pisau analisa, bukan diyakini-keras sebagai satu-satunya metode mencari kebenaran.~SinA
Diberitahu secara tegas dan jelas tentang kenyataannya dikira menakut-nakuti. Padahal maksudnya agar dapat bersigap dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kenyataan.~SinA
Gerakan perjuangan harus memiliki alat propaganda (buletin) sendiri yang masif.~SinA

Dalam suatu situasi, otak yang terbebani berdampak menjadi tidak produktif dan tidak mudah memahami situasi, kondisi, dan keadaan yang sedang dihadapi.~SinA

Yang pernah dikecewakan, hendaknya belajar tidak mengecewakan.~SinA

Manusai pembelajar sejati, dapat secara dini menghikmai dan mempelajari kejadian dan peristiwa yang barusan (pernah) menghampiri dan menerpa dirinya.~SinA

Salah satu bukti nyata dan kenyataan Kuasa Kebesaran Tuhan adalah penciptaan otak yang dapat diisi dengan banyak hal (tanpa perlu ada kekhawatiran mengalami kepenuhan). Dan ketika isi otak ini dituangkan, yang terjadi tidak pernah mengalami kehabisan gagasan yang dapat dituangkan. Betapa banyak lembar-lembar yang harus dihabiskan untuk melayani tuangan gagasan fikiran.~SinA

Perjalanan panjang pemikiran sejati menyingkronkan yang difikirkan dengan yang dikerjakan.~SinA
Tidak mudah untuk memadukan dan mendampingkan dua hal (lebih) seiring sejalan, selaras, seia dan sekata secara lembut.~SinA
Hal yang dipaksakan menyisakan penindasan.~SinA
Sangkaan yang dijadikan argumen menghasilkan simpulan yang tidak absah.~SinA

Spekulasi tidak dapat dijadikan landasan mengambil simpulan yang mutlak.~SinA
Manusia budiman belajar dari kesalahan dan menghasilkan kualitas baru dari kejadian (benturan dan problema) yang terjadi padanya.~SinA

Kesalahan pada manusia merupakan hal yang tidak mungkin terhindarkan saat ia menapaki hidup.~SinA

Kesempurnaan terjadi karena koreksi, intropeksi, dan ekstropeksi yang dilakukan dan diamalkan.~SinA

Kesalahan bukan untuk dicacat (dihinakan), tetapi dihikmai dan dipelajari.~SinA

Aku punya bahasa kamu punya bahasa, aku punya gaya kamu punya gaya. Kenyataannya berbeda dan berlainan, mengapa menindih dan memaksakan? Bukankah lebih berarti saat dipadukan atau saling didialektikakan.~SinA

Tidak mungkin ada kesempurnaan tanpa ada kesalahan pada setiap mahluk.~SinA
Manusia yang tidak pandai menyadari (menghikmai) dan memakani, contoh manusia yang hanya dikendalikan oleh fikiran dan minim-sedikit bahkan nyaris tanpa perasaan (kepekaan) yang melingkupi dirinya.~SinA

Adakah cara yang dapat membuat manusia menyadari kesalahannya dengan tanpa melukai dan menodainya?~SinA

Belajar politik juga belajar memperkuat jaringan (kekuatan) penyokong strategi dan kehadiran kita dalam arena pertarungan yang dijumpai (dihadapi).~SinA
Apa artinya megerti tentang penindasaan? Bila tanpa disadari melalukan penindasan. Paham penindasan butuh pemaknaan, bukan hanya kelatahan yang diungkapkan dengan keluputan memaknai.~SinA
Penindasan itu dosa. Jadi, apapun motif dan jenisnya menindas tetap dosa. Tidak ada kompromi dan lobi dalam keadaan ini.~SinA
Guru bijaksana ialah dia yang tidak pernah mengklaim dirinya paling benar.~SinA
Cukup dibilang jahanam, pemimpin yang melemahkan progres dan perbedaan bawahannya.~SinA
Pemimpin sejati tidak mungkin menghilangkan (meniadakan) dan tidak menganggap kerja-kerja yang dilakukan oleh kolektifnya.~SinA
Kebenciaan hadir bukan karena kehendak, tetapi karena ada penyebab dan terkadang terpancing keadaan.~SinA
Yang disekolahkan itu bukan otak saja, tetapi mulut (moral) juga harus. Agar saat berkata-kata bisa terdidik (terkendali).~SinA
Manusia miliki perasaan, dan satwa tidak memiliki. Jadi, manusia yang tidak menggunakan perasaan (kepekaanya) sama dengan satwa.~SinA
Guru gila adalah guru yang menindas dan memaksakan kehendak yang ada pada dirinya kepada muridnya.~SinA
Guru sejati dan budiam, ia yang mendialektis (mendialektikakan) semua yang ada pada dirinya dengan keadaan, situasi, dan kondisi yang dihadapi.~SinA
Guru yang tidak paham (memahami) filsafat atau tentang falsafah, hadirnya dapat melemahkan dan kecil kemungkinan hasilnya dapat mencerdaskan- membangkitkan keadaan dan menghasilkan lompatan keadaan.~SinA
Guru yang baik, guru yang menyadari bahwa dirinya dapat berbuat salah.~SinA
Tempat mendapat inspirasi bisa dimana-mana. Jadi, bila ingin banyak inspirasi seringlah kemana-mana.~SinA
Benar itu baik, merasa paling benar jadi tidak baik.~SinA
Bilangnya dialektik, tetapi melihat perbedaan (kenyataan) yang bersebrangan masih saja diludahi-dinafikkan-diabaikan.~SinA
Perbedaan untuk dihikmai, dipelajari, dan dimengerti.~SinA
Anakdidik butuh diyakinkan dan dikuatkan, bahwa dia memiliki potensi.~SinA
Manusia diciptakan untuk jadi khalifah, baik bagi dunia dan bagi sesam. Jadi tidak ada alasan untuk melemahkan/menghinakan sesama.~SinA
Kritik berlebihan dari orang beda aliran memang tidak untuk dipedulikan. Karena hadinya tidak meninggikan, tetapi melemahkan.~SinA
Silakan bertindaklah semaumu, selama itu tidak mengusik sesamamu.~SinA
Mulut berkata-kata dikendalikan otak, bukan kata-kata yang mengendalikan otak.~SinA
Mulut memang bilang A, tetapi ekspresi dapat menyatakan B.~SinA
Politis sejati tidak akan menghilankang aspek kemanusiaan, yang hanya dapat dimengerti dan diapami dengan perasaan.~SinA
Dendamku kepada orang lain bukan untuk membalas secara fisik (langsung) yang berujung melemahkan, tetapi sebaliknya ingin membuktikan dan membuatnya menyesali. Agar ia dapat menghikmai, menyadari, dan mempelajari dari perbuatan yang telah dilakukan.~SinA
Memabngun koletif artinya membangun solidaritas dan sosialis sesama.~SinA
Kasian perempuan cantik dan cerdas, yang terhambat dan tertahan kreatifitasnya karena moral dan etika yang partiaki.~SinA
Orang yang merasa normal terkadang lebih banyak berbuat tidak normal. Seperti merendahkan, menghinakan dan menghakimi orang yang bersebrangan dan tidak sepemahaman dengannya untuk kepuasannya.~SinA
Dari membangun kerekatan (kekeluargaan) itu artinya juga membangun kekuatan sosialis sejati.~SinA
Aku bukan pengamal dogma, tetapi aku pengamal hal yang belum dapat aku bantah.~SinA
Materialisme digunakan sebagai pisau analisa, bukan pandangan hidup.~SinA
Coba pahami, betapa seriusnya ketulusuanku dalam arena perjuangan, dengan bukti mengikutsertakan keluargaku dalam dinamika perjuangan ini.~SinA
Apa banyak aku pernah menyakiti dan menodaimu? Sehingga begitu keji perlakuan dirimu terhadapku. Yang bermuara dan berakhir kepada semua yang kulakukan kepadamu dan di hadapanmu tidak pernah ada yang sesuai (benar).~SinA
Yang jelas dan utama demi berkarya, milikilah mimpi untuk menerbitkan buku (prasasti).~SinA
Dalam membaca kurangi terburu-buru, karena itu melelahkan dan melemaskan psikologi dan fikiran karena tertekan.~SinA
Untuk sebagai penghargaan. Cobalah memahami dan menerimanya namun tidak mutlak pemikiran yang tua, walapun bertentangan dan kurang relevan. ~SinA
Orang yang membatasi diri dari luasnya cakrawala informasi, ialah orang yang menekan (merendahkan) diri untuk berwawasan.~SinA
Karya lama direvisi, karya baru diperbaharui.~SinA
Hidup harus berkarya, Bung. Bila tidak berkarya tidak memaknai hidup namanya.~SinA
Sudah tidak sabar menanti ingin membaca buku karya sendiri, untuk refleksi dan memahamai diri dari hal yang telah tertuliskan.~SinA
Aku menuslikan, karena aku ingin melawan, menentang, dan menyangkal pemikiran yang secara lisan belum sempat diperdebatkan.~SinA
Apa yang didengar, dilihat dan dibicarakan mengkontruksi (mempengaruhi) alur fikiran.~SinA
Pendidikan adalah alat revolusi yang dapat diterapkan dan digunakan tanpa mengikutsertakan kekerasan.~SinA
Kekhawatiran memang penting bila pada tempatnya, sebagai antisipasi dan persiapan.~SinA
Kekhawatiran menjadi tidak penting dan tidak berguna bila tidak ditempatkan.~SinA
Konflik agraria diabaikan pemerintah, pembangunan hotel dan pabrik pengusaha legal dan diutamakan.~SinA
Pemerintah sudah berpaling dari amanah penderitaan rakyat, karena mementingkan pemodal (pengusaha) dan korporasi biadab penghisap rakyat.~SinA
Ironi, konflik agraria dimana-mana, sedangkan Indonesia miliki lahan yang terluas se-asia.~SinA
Konflik agraria yang menyengsarakan rakyat kecil, memperlihatkan keserakahan dan kedzoliman menguasai pejabat.~SinA
Pejabat pemerintah banyak yang abai terhadap konflik agraria yang terjadi di wilayahnya.~SinA
Pejabat bermental duit, tidak akan berkerling dengan masalah penderitaan rakyat secara tulus.~SinA
Pejabat biadab selalu mengaggap protes rakyat sebagai pembrontakan dan pembangkangan terhadap birokrasi.~SinA
Protes (demo) rakyat sebagai dan wujud evaluasi birokrasi.~SinA
Rakyat berhak menentang, menolak, dan memprotes setiap kebijakan yang ditelurkan pemerintah.~SinA
Adanya pemerintah karena adanya rakyat. Pemerintah abdi dan pelayan rakyat, bukan raja yang harus dimanjakan dan dilayani.~SinA
Pemerintah jenis apa? yang membiarkan dan menelantarkan rakyatnya berseteru dengan aparat, hingga ditembaki dan disakiti.~SinA
Keberpihakan kepada kebutuhan, kepentingan, dan perlindungan rakyat merupakan kemutlakan yang harus diperbuat pemerintah.~SinA
Pemerintah beserta aparatus negara wajibnya mengayomi dan melindungi segenap kebutuhan rakyat.~SinA
Apa arti dan maksud kehendak kehidupan sosialis, bila dalam jalannya tidak mampu memecahkan masalah sosial.~SinA
Praktik sosial, menjadi ladang dasar membentuk dan menguatkan cita-cita sosialis.~SinA
Membangun persahabatan dan hubungan yang humanis dalam dinamika heterogen. Menguatkan, menciptakan, membangun unsur sosialis yang memuncak.~SinA
Bila sudah “jangan”, di sana sudah tidak ada ruang kompromis.~SinA
Emang bisa menjabarkan masalah pendidikan dengan melepaskan keadaan pendidikan kekinian.~SinA
Anakdidik tidak bisa bukan berarti bodoh, tetapi kebodohan milik pendidik yang memaksakan kehendak kepada muridnya.~SinA
Dapatkah bekerjasama dengan tanpa mengesampingkan dan demi martabat (harga diri) kolektif?~SinA
Mendidik untuk membangkitkan, bukan membentuk dan menyederhanakan potensi anakdidik.~SinA
Perjuangan politik tidak telanjang, Tetapi berpayung dan berbahan. Bukan hanya pasang badang, dikira manusia tidak bernyawa.~SinA
Hidup itu dikendalikan fikiran atau dikendalikan keadaan?~SinA
Mendidik untuk membangkitkan, bukan membentuk dan menyederhanakan potensi-potensi yang telah dianugrahkan dan dilekatkan Tuhan kepadanya.~SinA
Rasa persahabatan sejati tidak bisa diraih tanpa menyertakan adanya saling memberi penghargaan.~SinA
Sosialis, terbinanya hubungan dan persahabatan sejati yang hendak saling merasakan dan saling melengkapi. Tidak ada kesenjangan atau ketimpangan.~SinA
Membaca novel dapat melenturkan dan memperindah kosakata dalam berucap dan bertutur kata.~SinA
Membaca novel dapat mebangkitkan, memperbaiki, dan menyempurnakan daya imajinasi. Pentingnya berimajinasi karena menjadi modal untuk dapatnya mengabstraksi realitas (bukan menyederhanakan).~SinA
Nanti urusan nanti dan yang penting yakini untuk yang nanti, yang sekarang tugasnya dilakukan dan diperjuangkan.~SinA
Apa visi dengan konsep harus terpaut jauh? Seakan mimpin, dan dalam taktis tidak tergambarkan.~SinA
Bagaiaman harusnya? Bila ingin mengikuti tetapi kenyataannya bertentangan dan bertolak belakang.~SinA
Orang yang tidak bisa menghargai adalah orang yang tidak pantas dihormati.~SinA
Aku tidak bingung hendak berbuat apa, tetapi aku terkadang bingung hendak kemana.~SinA
Belajar menuliskan untuk menuangkan dan melampiaskan gelora fikiran.~SinA
Mulut bisa dibungkam, tetapi tulis tidak dapat dibendung dan dihalau lajunya.~SinA
Karena gejolak fikiran tidak akan ada habisnya selama nafas masih berhembus.~SinA
Banyak kemapanan yang harus dikritik dan digulingkan karena adanya menghambat kemajuan, perubahan, dan evolusi.~SinA
Kebenaran milikinya yang berkekuasaan (berlabel). Jelas, kemajuan masih akan tetap tertahan selama begini.~SinA
Rezim sudah berganti, tetapi gaya tetap orba. Menunjukkan lambannya evolusi dan mengalami stagnasi.~SinA
Tidak bisa menghargai, identik dengan tidak bisa mensyukuri.~SinA
Memori dan kenangan dapat menguatkan dan membangkitkan diri.~SinA
Sudah tidak bergetar, dan sudah kembali biasa saja seperti semula. Seakan tidak pernah bersentuhan dan berpadu dalam kebersamaan.~SinA
Yang dominan tidak selamanya benar.~SinA
Konsekuensi di bawah dominasi, mengikuti dan dipaksa tunduk dengan yang mendominasi.~SinA
Butuh tambahan ilmu dan jam terbang, untuk menggugurkan kemapanan yang kolot-ortodox-puritan dan yang menghambat kemajuan.~SinA
Kesungguhan manfaat diperoleh (didapat) setelah melakukan. Bukan spekulasi sebelum melakukan.~SinA
Tujuan adalah hal yang diharapkan, manfaat adalah hal yang didapatkan pasca melaksanakan tujuan.~SinA
Kebanyakan terjadi mereduksi manfaat dan tujuan, sehingga mengaburkan kenyataan yang hendak atau telah dicapai.~SinA
Ada hal yang disuka, tetapi tidak serjiwa.~SinA
Aku memang tidak tahu, tetapi aku ingin tahu.~SinA
Manfaat sifatnya bukan spekulatif, tetapi empiris.~SinA
Binatang ialah mahluk yang hanya mengedepankan satu sudut pandang.~SinA
Diri memikirkan, memperhatikan, dan memperlakukan orang lain penuh ketulusan, tetapi diri tidak mendapat dan merasakan perlakuan yang demikian. Apa perlu diteruskan sikap yang demikian?~SinA
Manusia disempurnakan karena-oleh perbuatan dan kebiasaannya.~SinA
Perkara nanti ada yang suka atau tidak urusan nanti, yang jelas nulis dan berkarya dulu. Hasil bukan capaian, yang penting berproses dan bukti adanya bahwa telah berbuat.~SinA
Manfaat itu hal yang diperoleh atau hal yang diharapkan? Bila masih menyamakan, jelas menghambat proses kemajuan dan kemurnian capaian.~SinA
Kebenaran bukan hanya miliknya yang dominan, berlabel, atau berkuasa. Tetapi milik setiap manusia.~SinA
Kebenaran adalah hak setiap manusia.~SinA
Di era yang liberal dan kapitalis, hendaknya tidak mudah percaya dengan buaian dan harapan yang mengasikkan.~SinA
Mengapa menunda? bila sekarang bisa.~SinA
Munafik dilarang, karena menghambat kemajuan.~SinA
Masuk akal tidak identik dengan memuaskan akal.~SinA
Ilusi fikiran yang berlebihan dapat membebani, harus dimatikan dan dibenturkan kepada kenyataan-realita yang dihadapi.~SinA
Aku sedang enggan menafsirkan (menterjemahkan) segala isyarat semesta yang menghampiri. Sebab terkadang adanya hanya menggugah emosi dan benci.~SinA
Nonton video memperkuat daya tangkap visualisasi dan imajinasi.~SinA
Tidak dipungkiri, kultur ilmiah telah mengarang di otak manusia terdidik. yang berimplikasi menafikkan mistik dan menghamba kepada yang fisik.~SinA
Menghindari (mengurangi) menjalin hubungan karena syahwat.~SinA
Yang aku tahu, saat ini aku ada hak memiliki kamu. Karena aku tahu dan menyadari kamu berstatus kekasihku.~SinA
Akan teruji, agama mana yang akan kuat bersanding (dikomparasikan) dengan sains.~SinA
Yang dewasa yang memaafkan, yang kanak-kanak inginnya dimintak maaf.~SinA
Harus banyak diskusi, agar analisis dan cara pandang semakin kritis, tajam plus dalam.~SinA
Bila salah memintak maaf, bila benci katakan benci, dan bila suka katakan suka. Bebaskan (lepaskan) belenggu munafik dan riba dalam diri.~SinA
Tradisi-tradisi kitab suci yang hanya mengedepankan aspek cara pandang rasional dalam penggambaranya, menunjukkan itu adalah hasil bentukan fikiran manusia yang kreatif (terilhami).~SinA
Biyar jomblo yang penting punya jiwa, daripada berkekasih tetapi jiwa plus raganya direnggut dan dikendalikan kekasih.~SinA
Manusia terkadang seperti binatang, tetapi binatang tidak pernah seperti manusia.~SinA
Terlalu banyak tahu hal di luar diri dapat menghambat diri mengetahui diri.~SinA
Aku memang binatang karena tidak bisa mengendalikan diri. Aku memang bajingan karena aku mudah emosian. Tetapi aku tetap manusia, karena aku masih dapat menyadari dan memiliki perasaan.~SinA
Lebih dekat lebih berarti, lebih terasa, dan lebih dapat menyatukan.~SinA
Kurang paham dan kurang mengerti, saat kelelahan dan penderitaan menyelubungi diri segera terobati (terabaikan) dengan menkaji tentang yang berhubungan Sang Ilahi.~SinA
Orang yang tidak terbiasa membaca, kebanyakan menghinakan ia yang khusuk dalam membaca.~SinA
Biyasanya orang prgamatis lebih kasar kata-katanya dan keras kehendaknya untuk dituruti,  dengan menghilangkan sisi dan unsur dialektis yang selalu menyelinap dan mengikuti setiap keadaan yang tidak dapat dilepaskan.~SinA
Dialektika tanpa cinta artinya pemaksaan kehendak dan penindasan.~SinA
Cinta tanpa dialektika adalah hampa.~SinA
Kegagalan guru terjadi ketika melihat anakdidiknya seperti transformasi dirinya.~SinA
Selemahanya iman perjuangan, hendaknya insyaAllah tetap tidak mengabaikan amanat penderitaan rakyat.~SinA
Ketekunan membaca membuat diri lebih hati-hati dalam berkomentar, berkata-kata, dan berpendapat.~SinA
Kalaupun sekarang aku belum bisa bahasa inggris, bukan berarti aku hina dan tidak berdaya untuk menakluhkan intelektual.~SinA
Bila tidak pernah mencoba mencari tahu, kapan akan tahu dan memahami.~SinA
Enggan mendefinisikan Tuhan secara eksplisit atau implisit, karena dapat meragukan (menggoyahkan) dan mengoyang keyakinan yang telah mendogma.~SinA
Biyarkan otak yang mensistematiskan pemahaman (pengetahuan), tugas diri mengisi dan memenuhi dengan segalanya sebagai bahan kontruksinya.~SinA
Kalaupun tidak tahu, setidaknya ingin tahu.~SinA
Ikuti suara terdalam relung hati. Karena hadirnya dari dalam kesucian.~SinA
Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki? Apa diabaikan dan dibarkan saja. Bila begitu, artinya kekejaman sosial dan kejahatan ada terselubung.~SinA
Harus menempatkan kapan menuruti ingin dan kapan harus  berpasrah.~SinA
Aku lebih banyank menangis di waktu tertidur.~SinA
Mencaci ialah satu cara untuk melegakan dan melepaskan emosi (gelora) negatif dalam diri.~SinA
Diri ini bukan pribadi yang serbah bisa, tetapi diri hanya pribadi yang tidak enggan mencoba dan ingin bisa.~SinA
Simbolisasi adalah wujud manusia menghendaki kepuasan (kepastian) dari ekspresi.~SinA
Karakter itu terbangun dan impresi dari gen dalam diri.~SinA
Pengetahuan benar atau salah dibangun dari kesadaran dan mampunya menyadari.~SinA
Masa perkembangan diri satu individu dengan yang lain tidak linear (tidak sama) dan setiapnya mengalami atau melalui fase-fasenya sendiri.~SinA
Janin dipengaruhi lingkungan saat berlangsungnya proses kehamilan.~SinA
Setiap manusia mengalami masa peka. Salah penyikapan saat kondisi itu berdampak pada keganjilan kepribadian yang terbentuk setelah masa itu.~SinA
Masa sensitif (peka) menentukan kulitas atau sensitifitas diri kemudian waktu.~SinA
Penyimpangan kepribadian adalah wujud (bukti) dari pernah terhambatnya waktu masa peka yang dilalui (alami).~SinA
Pribadi individualis perwujudan dari didikan yang sangat ilmiah.~SinA
Kata apa yang dapat menempati segala ruang dan waktu? Sedangkan semua berlaku dan bermakna karena konteksnya.~SinA
Stimulus keadaan saat kehamilan sangat menentukan pribadi janin yang akan terlahir.~SinA
Mental dan intelegensi pribadi yang melekat wujud dari asuhan yang pernah melingkupi dan menghampiri.~SinA
Kesucian dan kedalaman agama dapat dilihat dari menjawab pertanyaan atau menyampaikan pertanyaan sebagai wujud kekaguman atas eksistensi-Nya.~SinA
Hiduisme menolak kemungkinan satu tafsiran tentang Tuhan secara eksklusif, karena mungkin di pandang bahwa tidak ada tafsiran tentang-Nya yang memadai.~SinA
Tuhan (Allah SWT) ialah realitas, eksistensi, dan keadaan yang tidak dapat digapai dengan olah akal (fikiran) saja.~SinA
Kejujuran merupakan kemutlakan syarat untuk mencapai dan menggapai kedamaian hahihik.~SinA
Pendidik tidak paham psikolgi adalah racun.~SinA
Pertarungan fikiran (rasional) terhadap hal dalam jangkauan dengan keyakinan kepada kuasa-Nya selalu membingungkan.~SinA
Kebenaran ialah kenyataan dari realitas yang tertangkap. Tetapi, hal yang tertangkap indrawi tidak selamanya merepresntasikan hakikat kebenara.~SinA
Anak sekolah tanpa ruang dan diberi berorganisasi ialah membangun noda dan membelenggu jiwa kemanusiaanya.~SinA
Penipuan paling modren terjadi di institusi pendidikan terhadap anakdidik, karena mentode ilmiah yang terpisah dari realitas sosial.~SinA
Menyadari atau tidak, dapatnya diri mampu bertahan dan kuat karena ada yang mendampingi atau yang menjadi sandarannya.~SinA
Menyadari atau tidak, dapatnya diri mampu bertahan karena ada yang mendampingi.~SinA
Pemberian tugas berlebihan kepada anakdidik termasuk kekerasan. Karena bertendensi pemakasaan, pengekangan, intimidasi, dan eksploitasi.~SinA
Kehilangan kepekaan terhadap spiritual (suci, penyucian) juga dapat dikarenakan mekanisme ilmiah yang brutal.~SinA
Manusia yang keras fikirannya ialah dia yang menolak dan meninggalkan perbedaan (kenyataan, pendapat).~SinA
Bila kehidupan romantisme dengan lawan jenis dapat menambah plus membawa banyak kebaikan, mengapa tidak dilakukan.~SinA
Nanti kamu akan menyadari setelah kamu tahu dan mengerti. Dan yang jelas setelah segala sesuatu itu berlalu dan kamupun ditinggal pergi.~SinA
Mata memang tidak melihat, telinga juga tidak mendengar. Tetapi pertemuan di alam jiwa (mimpi) memberi tahu, penjelasan, dan gambaran apa yang terjadi di belakangku dari sesuatu yang hadir dalam mimpi itu.~SinA
Paling benci mendangar dan melihat kawanan manusia yang melakukan (berpolitik) bermuatan memangsa (negative) dengan kolektifnya sendiri.~SinA
Bila pisau analisa (teoritik teks book) untuk pandangan hidup, maka bisa dikatakan diri dapat dikendalikan atau diperdaya oleh manusia lain (menghamba) kepada pencetus gagasan tersebut.~SinA
Semua teori kritis digunakan sebagai pisau analisa, bukan digunakan untuk pandangan (pedoman) hidup.~SinA
Perbuatan jahat dapat terjadi bukan karena niat saja, tetapi ketidaktahuan pun dapat melahirkan kejahatan (kekejian, kebiadaban).~SinA
Banyak pelestari kejahatan dan kedzoliman masih berkeliaran. Bukan karena mereka asli jahat, tetapi karena mereka tidak mengerti dan tidak paham dengan apa yang dibawa dan dikerjakan.~SinA
Menggunakan pisau analisa harus melihat ruang, dimensi, semesta, dan waktunya.~SinA
Prinsip kerja dialektika, pada kondisi tertentu meretas dan melewati dimensi ruang dan waktu.~SinA
Kekeluargaan tercipta tidak di atas teori dan retorika kata-kata, tetapi karena perlakuan, perbuatan, dan sikap yang nyata (humanis-sosialis).~SinA
Tidak dapat dinafikkan, semangat pekerja dipengaruhi dan terpengaruh oleh pendapatan.~SinA
Menulis langsung di medsos lebih kreatif, produktif, dan aktual. Dan mendukung keberlangsungan lancarnya ide dituangkan, mungkin karena terpacu atau terpaku dengan kesibukan cepatnya pergantian wacana di medsos. Yang jelas juga karena adanya dukungan kenyamanan yang ada di sana.~SinA
Kesalahan perasaan bukan kesalahan mutlak dan sebaliknya, karena perasaan adalah bagian jasad yang paling dialektis.~SinA
Pimpinan dihormati, ketika berbuat tidak sekehendak dan sesuka hati dalam memperlakukan kolektif (anggota).~SinA
Menyepelekan sama dengan takabur.~SinA
Ada kala waktu merasa tidak membutuhkan pertolongan, tetapi bukan lantas jadi alasan dan dasar untuk menjadi tidak mempedulikan yang lain dan kemudian merasa (beridealis, bersikap) tidak butuh orang lain.~SinA
Untuk mengukur perasaan tidak dapat menggunakan rasio, begitu sebaliknya. Kenyataannya mereka berbeda secara subtansi dan dimensi.~SinA
Simpulannya, perasaan tidak dapat diukur dengan rasio. Karena sudah beda dimensi, perasaan pakai perasaan, rasio untuk rasio.~SinA
Benar yang kamu ungkapkan kawan “Gita”. Memang kenyataannya tentang perasaan tidak mudah dideskripsikan dan dijelaskan secara mendetail demikian adanya, walapun sulit diterima rasio itulah adanya soal perasaan.~SinA
Hendaknya berbuat tidak hanya karena kehendak, tetapi juga karena situasi dan kondisi.~SinA
Ketika sinyal Hp limit (naik turun), coba jungkir balikkan (posisikan hp terbalik 180 derajat) sinyal akan penuh saat terbalik. Mungkin karena sinyalnya jadi tumpah. Aku sudah membuktikan dan berulang kali mencoba.~SinA
Ia yang tidak peka, cenderung memudahkan, menyederhanakan, dan bermuara menyepelekan permasalahan orang lain.~SinA
Kesulitan dan himpitan mendalam dapat menggoyang, mengeser, dan menindih iman (perjuangan).~SinA
Kesulitan mendasar yang menerpa dan menghampiri dapat menggoyahkan dan melemahkan keyakinan yang sedang diperjuangkan.~SinA
Ada saatnya ketika telah memili hal dengan pertimbangan sebelumnya serasional mungkin, tetapi hasilnya tidak rasional dan di luar dugaan.~SinA
Hal yang kemungkinan kecil mendukung terjadi produktif, saat lapar dan harus menguasai jasad.~SinA
Bagaiaman dapat berfikir mendalam, saat rasa lapar dan dahaga jiwa melandan.~SinA
Itu terlalu fana (kaku) dengan pasangan namanya, Jeng. Apa ia semua harus sesuai dan tepat dengan kehendak diri saat menjalani hubungan?~SinA
Yakini, diri miliki pemikiran, miliki direction, dan miliki arah yang jelas.~SinA
Bagian dari modal dasar untuk menakluhkan dan menggapai yang nanti adalah keyakinan yang ada dan tumbuh mengarang.~SinA
Tua itu mudah, tidak perlu diuapayakan atau berupaya sudah pasti tua. Dewasa itu sulit, harus berupaya dan belajar untuk mencapainya.~SinA
Yang jelas aku bukan penjahat, yang harus dihinakan, direndahkan, dan diabaikan sebegitu naifnya. Dengan menafikkan dan menghapuskan semua dan sedikit itu kebaikan yang pernah aku berikan dan aku perlihatkan.~SinA
Bila fikiran manusia tergerak hanya merefleksi dari benda kongkret yang di lihat atau dijumpai, maka dapat dikatakan ia memiliki kelemahan fikiran.~SinA
Manusia kurang peka tidak mampu menjagkau (mengapresiasi, menelisik, menjamah) perbedaan yang lembut.~SinA
Aku sangat yakin, dengan diam pun dapat membunuh.~SinA
Apa yang bisa didengar dariku suara orang tidak berlabel? Sedangkan manusia melihat kasta.~SinA
Aku tidak suka merendahkan (menghinakan) orang lain, itu mengapa aku enggan menertawakan kepribadian (kelemahan) orang.~SinA
Yang terkadang buat emosi di lingkungan politik itu, dengan koleganya saja berpolitik juga layaknya melwan musuh.~SinA
Anak SD, kalaupun dia tidak bisa memberi perhatian, tetapi dia tahu, mengerti dan menghargai bila diperhatikan.~SinA
Setiap insan miliki gaya dan caranya masiang untuk bertahan (berjuang). Tendensi dan tolak ukurnya, selama ia tidak menindas (mengeskploitasi) yang lain.~SinA
Tidak ingat tidak sama artinya dengan tidak tahu.~SinA
Semua yang pernah terbaca (masuk dalam fikiran) selamanya tidak akan pernah hilang dari fikiran.~SinA
Pasar Tradisonal, tempat perputaran ekonomi masyarakat dan petani secara global.~SinA
Pasar tradisonal menghidupi banyak kepala keluarga.~SinA
Sentimen nasionalisme mana yang menguat? Bila pola hidup saja jauh dari merakyat.~SinA
Pasar tradisonal pasar rakyat.~SinA
Ayo belanja di pasar tradisonal.~SinA
Belajar menuliskan setiap hal yang terfikirkan (difikirkan, dibayangkan) untuk melanggengkan, melegakan, dan menjernihkan fikiran.~SinA
Penindasan dan penghinaan seperti apa yang dibenarkan dan dapat diterima oleh akal sehat?~SinA
Manusia jenis apa? Yang melupakan dan menghinakan ia yang pernah membangkitkan dan membimbing dirinya.~SinA
Apa kuasa diri? Sehingga berani menghinakan hal yang tidak tepat, namun jauh dari jangkauannya.~SinA
Mencaci (menghujat) hal yang jauh dari jangkauan (kendali), artinya perbuatan sia-sia dan hanya melemahakan diri.~SinA
Tidak tepat terlalu menghinakan hal yang di luar jangkauan (kendali), karena tetap sama saja diri tidak dapat merubahnya.~SinA
Menghinakan perempuan, sama saja merendahkan diri sendiri. Karena semua manusia adalah produk perempuan.~SinA
Ada saatnya insting lebih cepat daripada kenyataan.~SinA
Anak SD memang tidak bisa memberi perhatian seperti orang dewasa, tetapi anak SD tahu bila dirinya sedang diberi perhatian dan diberi kasih.~SinA
Tidak semua manusia dewasa mampu menyadari bahaw dirinya sedang dikasihi dan dicintai. Sehingga terkadang beberapa kejadian yang terjadi ia nyata menyakiti dengan keras orang yang telah mengasihi dirinya.~SinA
Saling mendiamkan dan berpaling dalam selang waktu lama tanpa kejelasan, dapat melunturkan kepercayaan dan keyakinan yang pernah dibina bersama.~SinA
Kebanyakan orang lebih percaya kepada hal yang di luar jangkauan (kemampuan) dirinya.~SinA
Enyahkan gangguan dan godaan nafsu dalam diri dengan kesibukkan dan ritual keagamaan lainnya.~SinA
Saat diacuhkan dan diabaikan oleh seseorang, itu tandanya diri sedang diberi kesempatan untuk intropeksi dan ekstropeksi.~SinA
Ragu dengan kemampuan (merendahkan) diri, kenyataan yang menunjukkan sedang tidak bersyukur dan melemahkan diri.~SinA
Tidak menunggu disemangati, tetapi bangkit (semangati) sendiri sejak dini, maka akan lama kuat bertahan dalam pertarungan.~SinA
Seperti sudah kodrati, setiap manusia yang satu dengan yang lain saling memberi perhatian, ingin perhatian, dan  memberi harapan.~SinA
Yang mendustai, menfaikkan, dan berpaling dari kecerdasan emosional anak, maka ia sedang menciptakan generasi robot.~SinA
Kecerdasan intelektual, harus diimbangi dengan kreatifitas-kualitas diri dalam fisik (emosional) jiwa.~SinA
Dusta apa yang dimakan, sehingga sedalam itu menghilangkan dan meniadakan kebaikan manusia lain yang pernah berkontribusi dan hadir kepada dirinya.~SinA
Apa masih ingin mendustasi? Bahwa setiap diri telah dianugrahi dengan segala kekuatan (potensi) yang melekat nyata pada setiap diri.~SinA
Yang pernah merasakan kejinya (buruknya) dieksploitasi, hendaknya tidak mengamalkan dan melakukan hal yang demikian dikemudian waktu.~SinA
Siapa yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang? Apa tuli dengan itu, sehingga mudahanya melaknati dan menghinakan ia yang tidak seiman atau sefikiran.~SinA
Dekontruksi dan enyahkan kepamapan yang menindas!~SinA
Bila menggunakan relung hati (ketulusan jiwa), maka akan bisa membedakan mana kemurnian dan mana hasil kemunafikan.~SinA
Pribadi yang hanya mengedepankan sisi intelektual saja, jelas indra kesensitifan, kepakaan, dan kepedulianya biasanya tertindas (mandul).~SinA
Hindari mengidealkan keadaan yang keberadaanya di luar jangkauan. Karena yang demikian hanya akan menyiksa diri dan bagian dari melakukan perbuatan pembuangan waktu, yang harusnya dapat digunakan pada hal yang lebih produktif (tergapai).~SinA
Emang bisa mengkondisikan dan mengendalikan keadaan yang di luar jangkauan? Menyiksa diri adanya ia-jelas.~SinA
Mengapa mengidealkan keadaan yang jelas-jelas di luar jangkauan (kendali) dan kemampuan (kesanggupan) diri?~SinA
Siapa lagi yang akan percaya dengan diri? Bila diri masih saja meragukan diri sendiri.~SinA
Mengapa meragukan dan merendahkan kemampuan yang ada pada diri? Sedangkan setiap diri membutuhkan pengakuan dan kepercayaan atas keadaan diri.~SinA
Hal yang baik sekalipun dapat menjadi tidak baik, bila tidak di tempatkan pada situasi dan kondisi yang tempat.~SinA
Sudah tidak zamanya memperbudak dan merendahkan anak manusia karena ia beradah di bawah dominasi.~SinA
Lihat dan perhatikan kualitas manusia apa adanya, tidak melihatnya dengan berdasarkan kasta dan jabatan yang melekat atau melabel pada dirinya.~SinA
Yang baik bisa menjadi hina, bila gelap mata mengamalka dan menempatkannya.~SinA
Mintalah umur berkah, bukan minta umur panjang.~SinA
Mengapa bersandiwara, bila apa adanya dapat membangun ketulusan dan keakraban yang dalam.~SinA
Agamis (ahli agama) dapat menindas tanpa disadari, bila ia tidak mengerti hakikat penindasan dan penghisapan.~SinA
Barometer memperlakukan perempuan, yaitu tidak menindasa, mengekang, dan tidak mengeksploitasi dirinya.~SinA
Ingin bebas (liar) sesuka dan sekehendak hati? Tempatnya bukan di ilngkungan manusia yang beradab, tetapi di hutan!~SinA
Yang cerdas politik pakai otak, yang primitif politik pakai fisiki, yang semi prmitif dan semi manusia pakai kedua-duanya.~SinA
Hanya guru biadab yang menindas dan memperbudak anakdidiknya.~SinA
Dalam alam liberalis, ketulusan dan kebaikan memang harus ditempatkan.~SinA
Ada jalan untuk melumpuhkan ketidakadilan tanpa kekerasan.~SinA
Birokarsi jahanam harus dilawan, dienyahkan, dan dimusnahkan.~SinA
Ayo belanja di pasar Rakyat. Pasar tradisonal! Untuk mendukung dan melestarikan gerak dan jalannya ekonomi rakyat!~SinA
Belanja di pasar rakyat! Rakyat butuh makan! Ekonomi harus berputar di sector rakyat secara luas.~SinA
Perhatikan dan resapi kenyataan, hidup syarat dilingkupi kebutuhan, keperluan, dan kepentingan.~SinA
Dalam alam liberalis, ketulusan dan kebaikan memang harus diposisikan dan dikendalikan sedemikian rupa sehingga tidak melahirkan kesia-siaan.~SinA
Kesiapan mendidik tidak hanya kesiapan fisik saja, tetapi juga wajib dibekali dengan kesiapan pengetahuan dan wawasan yang luas.~SinA
Sebenarnya tidak dianjurkan berkata “merasa sendiri dalam selimut kehidupan”, karena dalam al-Qur’an dijelaskan hendkanya tidak berkata demikia sebab Tuhan selalu bersamanya. Tetapi, keadaanya memang terkondisikan untuk merasakan dan menikmati kesakitan sanjungan dari yang lain yang mengabaikan (melupakan) keberadaan diri.~SinA
Manusia tidak dapat tahu secara tepat, kapan dan dimana orang akan membutuhkan dirinya atau sebaliknya. Jadi yang dapat diperbuat, antisipasi, dan persiapan untuk itu.~SinA
Setiap manusia butuh sokongan, dukungan, dan perhatian sebagai spirit (penyemangat) bantuan untuknya melangkah.~SinA
Target buku pertama terbit 1000 halaman. Lebih bermakna, lebih berkesan, dan lebih memuaskan batin. Mungkin karena adanya kelegaan dalam diri setelah gagasan yang selama ini berkecamuk tersampaiakan (tertuangkan).~SinA
Sakit moral lahir (hadir) karena merendahkan dan menghinakan potensi yang telah melekat pada setiap diri (individu) yang terlahir.~SinA
Pendidik sakit moral itu ia yang merendahkan dan telah menghukum bahwa kemampuan anakdidik (murid, bawahannya) monoton atau stagnasi.~SinA
Hinanya moral pendidik, yang merendahkan (meng-underastimat) kemampuan anakdidiknya.~SinA
Merasakan potensi sempat tertekan dan tertindas selama mengikuti perkuliahan dan pengajaran di kelas.~SinA
Aku memiliki pemikiran, kamupun demikian. Mungkin bersebarang atau bahkan saling bertolak belakang. Mari tuangkan dan pertarungkan gagasan itu dengan baik dan arif, bila yang terjadi bertentangan secara subtansial.~SinA
Guru wajib hukumnya mempelajari dan mengerti konsep eksploitasi dan dampak hinanya bila diamalkan.~SinA
Guru yang baik, hadirnya tidak untuk menindas dan mengeksploitasi anakdidiknya.~SinA
Potensi anak tidak terbatas, namun yang sering kali yang terjadi potensi anak dibatasi dan terkekang (dikekang) oleh ruang kelas dan inteletualitas.~SinA
Sebagian besar guru dibenci siswa karena menindas dan suka memaksakan kehendaknya kepada siswa.~SinA
Agaknya dapat mendukung dan mempercepat penggapaian kesempurnaan diproleh secara lebih dini, dengan langkah pemberian ruang kebebasan padanya untuk berekpresi dan berdinamika sesuai yang dibutuhkan (kebutuhannya).~SinA
Bila guru terbiasa memaksakan inginya kepada murid, maka yang terjadi murid merupakan hasil foto kopy-an guru.~SinA
Melestarikan pemikiran guru itu biasa, berinovasi dan mendekontruksi progresiv ini yang tidak biasa. Hal ini harus didukung dan dimajukan.~SinA
Syarat harus dimiliki agar pemikiran yang bekecamuk berbeda dengan kebanyakan dapat diakui, diterima, dan dianggap kebanyakan orang untuk saat ini, yaitu label dan status sosial (tinggi).~SinA
Bila fikiran mudri dieksploitasi guru, di mana leteka dan kesempatan akan terjadinya perkembangan fikiran murid?~SinA
Aku sedang bermimpi, bila bukuku nanti dibaca banyak umat dan dijadikan rujukan pemikiran. InsyaAllah akan banyak memberi kontribusi positif dan kebaruan cara pandang yang lebih arif dan progresive.~SinA
Perkembangan fikiran anak ditandai dengan banyaknya kreatifitas yang melekat dan tertuang secara lahiriah (teramati) dari dirinya.~SinA
Mengharapkan perkembangan sama pada manusia, artinya memberlakukan manusia seperti binatang.~SinA
Fatal, bila dalam proses mendidik tanpa melibataktifkan fisik (lahiriah) anakdidik secara bebas dan terarah. Ini menyalahi kodrat insan sebagai mahluk gerak.~SinA
Mendidik anak dengan tidak menyertakan berlangsungnya gerakan fisiknya, maka artinya memperlakukan anakdidik seperti benda mati. Dan orintasi pendidikan seperti ini melemahkan.~SinA
Pentingnya pemahaman (memahami) konsep dari setiap hal yang diajarkan (dipahamkan) atau dipelajari. Agar tidak terjadi kesalahan persepsi terhadap hal yang dimengerti.~SinA
Mengerti saja tidak cukup bila tidak memahami konsep (abtraksi secara bahasa sendiri) dari hal yang telah dipelajari.~SinA
Intelektualisme tanpa gerak (lahiriah) artinya lemah mental, durhaka, dan memperbudak yang bergerak.~SinA
Intelektualisme tanpa gerak (lahiriah) artinya lemah mental, durhaka dan menindas yang bergerak.~SinA
Intelektualisme tanpa gerak (lahiriah) artinya lemah mental, durhaka dan memperbudak mereka yang bergerak.~SinA
Berdiri sendiri tanpa mendindas dan mengeksplotasi manusia lain di sekeliling atau di sampingnya, apa bisa? Sejatinya penghidupan butuh keterpaduan, bukan yang terjadi saling melepaskan atau saling menindih.~SinA
Untuk dapat menejelaskan tidak harus hafal, cukup paham saja sudah dapat mendukung dan membakali. Pelampiasan atau penjelasannya dengan gaya dan bahasa sendiri dari konsepsi yang dimengerti.~SinA
Bedanya mencolok antara yang paham konsep dengan yang tidak paham kosep. Dilihat dari tata bahasa dan gaya yang digunakan dan ditunjukkan.~SinA
Bila jawaban tidak ada di pilihan, buat pilihan dan jawaban sendiri yang relevan dan sesuai dengan yang dipersoalkan (ditanyakan).~SinA
Salah persepsi terhadap anakdidik, fatal pengaruh (dampaknya) terhadap perkembangan dan kemajuan pemikiran anakdidik nanti.~SinA
Kehendak pemuasan inetelektual saja tanpa menyertakan perjalanan batin dalam prosesnya, berujung kepada pengharapan kepastian, pengidealan, dan pilihan benar atau salah pada setiap keadaan situasi dan kondisi yang dijumpai (dihadapi).~SinA
Bagaimanapun bentuk perkembangan (kemajuan) pendidikan terhadap anak, bila saat mendidik melepaskan aspek psikologinya menandakan gilanya pendidik dan dungunya dalam memahami keutuhan jiwa.~SinA
Kesetiaan dan ketulusan adanya karena terlatih dan terbiasa. Bukan hal yang hadirnya tiba-tiba ada atau mengada dengan sendirinya.~SinA
Makanan hadir karena dicari, bukan hadir dan menghampiri karena menghisap seperti benalu.~SinA
Pemodal kecil jelas tergilas dan terpuruk dengan terjadinyan persaingan bebas (pasar bebas). Di sini peran negara harus hadir melindungi, bukan sebalikya melepaskan tanggungjawab dan mengabaikan keberlangsungan pemodal kecil (pedagang tradisonal).~SinA
Pemodal besar dalam beberapa kondisi yang terukur olehnya selalu mengaharpakn persaingan bebas terjadi.~SinA
Alam liberalisme mengkondisikan dan mengkontruksi keadaan agar seperti hukum rimba tanpa batas dan sekat, dan kebebasan dijungjung tinggi. Dan ini berpeluang membuka menguatnya permodal, yang perjalananya menggilas dan menindasa pesaingnya.~SinA
Sendi kehidupan menjadi tidak berprikemanusiaan, saat alam liberalisme-fulgar mendominasi.~SinA
Alam bebas tanpa batas, mencabik-cabik sendi kehidupan yang harunsya humanis dan harmoni. Berjalannya saling melengkapi seperti simbiosi muatalisme, bukan simbiosis yang berjalan karena saling mengeksploitasi, menindasa, dan memperbudak.~SinA
Diekspolitasi atau mengkesploitasi, ini kenyataan atau konsekuensi logis yang dapat terjadi dalam alam liberalisme.~SinA
Kesakitan mental yang dominan mengidap anak, tidak luput dari ketidaktahuan pendidik yang mendidik tentang pasikologi (kesehatan mental) anak.~SinA
Waktu sehat digadang-gadang, waktu terpuruk dibiyarkan dan ditinggalkan. Apa begini cara membinan hubungan sesama manusia dalam koletif yang bersendikan sosiali-kekeluargaan?~SinA
Aku ingin bertarung argumen habis-habisan, tetapi dengan syarat mutlak tidak menyerang pribadi!~SinA
Apapun bentuk (wujud) eksploitasi, pada hakikatnya tetap sama jahatnya dan dzolim.~SinA
Terus racuni saja si awam di sekelilingmu dengan kata-kata (pemiikiranmu), kelak kamu sendiri yang makan karmanya.~SinA
Tuhan semseta segalanya yang tiada sekat baginya, bila memang ada. Jelas dini waktu akan memperlihatkan mana yang tulus dan mana yang akal bulus.~SinA
Ciehh...yang lagi ada manunya merapat dan baik. Kemuadian mengabaikan, meninggalkan, dan melupakan setelah hajat dan keperluannya terpenuhi.~SinA
Fundamentalisme menghambat totalitas persatuan nasional dalam dinamika kehidupan yang multikultur dan heterogen.~SinA
Bahaya fundamentalisme bagi persatuan.~SinA
Apapun wujudnya eksploitasi, tetap pada hakikatnya berkarakter jahat (dzolim, menyakiti).~SinA
Kenyataan setiap insan butuh makan, dan makan hadir bila dicari. Bukan telah terberi seperti benalu, ada makan karena menghisap.~SinA
Tinggi fikiran, jongkok mental melihat kenyataan. Karena berlindung di balik semu-semu dunia hayal (fikiran).~SinA
Idividualis yang sejati adalah ia yang tidak miliki solidaritas antar kawan (kolektif).~SinA
Pimpinan apa? yang memperlakukan kolektifnya seperti musuh dalam selimut. Dicurigai dan dihinakan dari pemikiran yang tidak sejalan dengannya.~SinA
Tugas berat (berlebihan) dan tekanan dari pendidik dapat menyita waktunya yang berharga bagi perkembangan dirinya dan melunturkan kebahagiaan yang harusnya dimiliki anakdidik.~SinA
Aktivitas intelektual bukan hanya dalam batiniah (fikiran) saja, tetapi juga merangkum dipadukan dan dilengkapi oleh aktivitas fisik (lahiran).~SinA
Kenyataanya anak manusia memiliki potensi dan kecendrungan masing-masing, yang tidak pernah boleh dibanding-bandingkan. Membanding-bandingkan sama artinya menghinakan satu dengan yang lain.~SinA
Jujur lebih cantik dan seksi.~SinA
Kalau aku sedang tempramen (emosian), itu tanda aku sedang gila dan kurang syarat.~SinA
Tugas manusia untuk memaksimalkan dan membangkitkan hal yang sudah melekat (terberi) sebagai wujud syukur kepada-Nya.~SinA
Buktikan saja bahwa diri bisa mengikuti mainstream dan membuat kualitas baru dari sana. Dan tidak terjebak kepada kemapanan yang stagnan.~SinA
Ngerasa bodoh bila sehari berlalu tanpa membaca.~SinA
Belajar tidak munafik. Bila benci “katakan benci” bila suka “katakan suka”.~SinA
Siapa yang dapat mengerti dan mempedulikan diri ketika lebih merasa tenang dalam keterasingan dan kesendirian?~SinA
Manusia tidak dapat total mengendalikan heterogensi keadaan. Karena itu maka berpadu (berelasi) dengan manusia lain ialah cara.~SinA
Ada manusia yang menjalin kedekatan, keakraban, dan kehangatan hanya terjadi di waktu membutuhkan.~SinA
Kebencian memang tidak membawa ketenangan, tetapi membawa kepuasan dan kelegaan hati sesaat. Dan dapat mengingatkan ia yang dibenci atas perbuatan.~SinA
Perbedaan persepsi tentang Tuhan, melahirkan teologi atau trinitas keTuhanan yang berlainan.~SinA
Setiap manusia mengharapkan kebaikan, tetapi tidak setiap manusia mampu menghadirkan kebaikan.~SinA
Keberanian hadir karena dipupuk, dilatih, dan dikontruksi. Bukan hal yang langsung ada (terberi) begitu saja.~SinA
Aku bukan orang jahat, tetapi keadaan yang terkadang membuatku harus menjadi jahat.~SinA
Jiwa yang teraniaya mendapatkan kelangkapan dan kekuatan dari Sang Maha Segala.~SinA
Kebencian dan ketidaksukaanku kepada orang akan kuperlihatkan apa adanya. Agar dia tahu dan menyadari akan kesalahan (perbuatannya).~SinA
Aku memang belum dewasa total, karena aku masih belum bisa menyembunyikan kebencian dan ketidaksukaan kepada seseorang. Tetapi tetap harus diketahui, bukan berarti sikap seperti ini tidak berarti (berguna).~SinA
Terlalu baik dengan manusia lain juga tidak baik. Karena dapat memanjakan dan melestarikan kelemahan (ketergantungan).~SinA
Kesombongan dan kesongongan adanya membelenggu, tidak menenangkan dan tidak mendatangkan kesenangan yang hakikih (sahih).~SinA
Bila diabaikan oleh seseorang, yang ia bersikap tidak seperti biasanya. Coba dihikmai saja, mungkin diri dulu luput menyadari pernah melukainya.~SinA
Hindari membuat anak ketakutan. Karena ketakutan melahirkan tekanan, dan tekanan menghasilkan kekuatan (kemampuan) menjadi tersekap.~SinA
Kebatilan atau kejahatan dapat terlahir dari ketidaktahuan.~SinA
Kreatifitas anak yang terhambat dapat mengarang, menjadi kecacatan melekat di sisa hidupnya.~SinA
Kebebasan yang sebenarnya hanya ada di fikiran. Dalam kenyataan, kebebasan tersekat oleh keadaan ruang dan waktu yang tidak mampu dikontrol, dikendalikan, dan terkontrol.~SinA
Bila keadaan dapat dijangkau (dikendalikan), mengapaka mesasrahkan dan dipasrahkan?~SinA
Bila tidak bisa membantu, setidaknya tidak berisik (mengganggu, mengusik).~SinA
Pencapaian tertinggi peradaban umat manusia di antaranya moral dan etika yang paling teramati.~SinA
Membaca di onlen walau kondisi berisik masih dapat konsentrasi, tidak sama ketika ada berisik saat membaca buku bacaan (menjadi sulit fokus).~SinA
Bicara sebaiknya tentang kenyataan (mengakar) yang membumi, bukan hal ideologis utopis yang akhirnya membelenggu fikiran maju dan menidurkan fikiran yang baru setengah matang.~SinA
Di arena politik, tidak ada musuh yang abadi. Namun musuh rakyat tetap mutlak penindasan dan penghisapan.~SinA
Wajib hukumnya mencermati diri, agar cepat menyadari setiap hal yang hendak diperbuat dan diberlakukan kepada orang lain.~SinA
Hidup di lingkungan manusia, tetapi serasa bergaul dengan binatang (tidak beradab). Karena ada dan kenyataan yang dijumpai saling melepaskan, tidak mempedulikan, dan saling mengeksploitasi.~SinA
Persiapan nyata bagi pendidik adalah mempelajari diri sendiri.~Maria Motessori
Manusia yang anti kepekaan atau kepedulian, menunjukkan waktu bayinya mengalami troma karena jauh dari perlakuan kepekaan atau nuansa kepedulian orangtua kepadanya.~SinA
Bayi mampu merasakan ketenangan yang kaku dan sikap dingin dari orang di sekelilingnya.~SinA
Lingkungan pendidikan yang mengekang anakdidik, membusukkan, melemahkan, dan menghancurkan segala potensi yang telah ada dan melekat dimilikinya.~SinA
Melafatkan yang telah dipelajari semua orang bisa, tetapi tidak semua orang bisa berinovasi dan mempraktiskan apa yang telah ia pelajari.~SinA
Merasa tidak pernah memperlakukan orang sehina ini, tetapi merasakan perlakuan seperti ini (dihinakan).~SinA
Disuka atau dibenci adalah konsekuensi sikap.~SinA
Setiap jiwa manusia membutuhkan penyeimbang. Sebagai tempatnya berpadu (beradu) dan bersinergi secara khusus.~SinA
Perbedaan (kontradiksi) itu rahmat dan anugrah Tuhan yang tidak boleh dinafikkan.~SinA
Penghuni Jahanam terbanyak adalah manusia apatis, hedonis, cuek, acuh, meniadakan, menafikkan, tidak mempedulikan, dan tidak peka kepada lingkungan dan sekelilingnya.~SinA
Harus pilih-pilih dan hati-hati dalam berbuat baik. Salah menempatkan (melabuhkan) kebaikan melahirkan (melestarikan) ketidakbaikan.~SinA
Mengapa luput belajar memperhatikan (mempedulikan) dan menerima ia yang jelas-jelas rela berbuat dan selalu ada?~SinA
Hanya pendusta yang meneriakkan penindasan! Bila masih acuh melihat kawannya kelaparan dan kesusahan.~SinA
Hindari suka berdusta dan suka menafikkan kenyataan. Karena yang demikian mengajarkan diri munafikkan kepada batin.~SinA
Mengapa Tuhan menciptakan sifat pemberontak atau pemarah pada manusia? Bila sifat itu membawa keburukan (kehinaan) bagi pengidapnya.~SinA
Wujud terakurat iman kepada Tuhan dimiliki insan adalah kepekaan dan kepedulian, terhadap hal lain yang di luar dirinya secara holistik, mendalam, dan radikal.~SinA
Membiarkan (mendiamkan) saat mengetahui kedzoliman berlangsung atau terjadi. Hampir sama hinanya dengan yang melakukan.~SinA
Tidak ada pengharapan (rencana) hendak jumpa. Tetapi, bila waktu yang menjumpakan, tidak ada alasan untuk berpaling darinya. Karena perjumpaan penuh beban lebih indah, daripada harapan perjuampaan diharapkan selalu tertunda.~SinA
Perlihatkan dirimu. Bukan hinggap sana-hinggap sini, sentuh sana-sentuh sini. Bila demikian, nyatalah hidupmu suka berpaling “oportunis”.~SinA
Logis tidaknya sesuatu bergantung kepada sejauh mana pemahaman (pengertian, pengetahuan) tentang hal itu.~SinA
Kebanyakan pertentangan karena perdebatan (perbedaan) hal yang sifatnya subtansial, padahal maksud dan hakikat yang dituju kebanyakan sama.~SinA
Otak tidak akan penuh (over) walaupun terus diisi dengan ilmu (pengetahuan, pengalaman).~SinA
Jangan khawatir (panik), otak tidak akan penuh (over) walaupun terus diisi ilmu (pengetahuan).~SinA
Menjawab tantangan zaman dengan keratifitas dan kualitas diri yang mumpuni.~SinA
Bangga, boleh bangga, tetapi tidak pula lantas dan menjadi alasan menjadi gelap mata kepada yang lain.~SinA
Belajar dari pengalaman, membantu orang yang hendak membantu.~SinA
Sebagai pendidik, hindari membuat siswa malu. Karena hal ini dapat menghambat proses belajar dan kemajuan siswa.~SinA
Setahuku, bayi dan anak kecil yang sangat empiris dalam memandang kehidupan.~SinA
Sejauh ini, manusia kita masih menjadi pelestari teori. Belum sampai peng-kontruksi atau pencetus teori.~SinA
Isitiqomah menghasilkan buah, lalai menghalangi.~SinA
Yang batil dibuang, yang dzolim ditendang, yang baik ditelan.~SinA
Membiarkan kedzoliman samadengan mengiakan kedzoliman.~SinA
Gagal setelah berupaya, biasa. Takut gagal sebelum mencoba, bahaya.~SinA
Mendidik samadengan memelihara, membangkitkan, dan bukan meracuni.~SinA
Tahu begini rasanya, sudah sejak lama aku lakukan.~SinA
Ada sang teoritik yang membalikkan fakta dengan kata-kata.~SinA
Politik anti-imperialisme menjadi poros perjuangan bagi persatuan nasional.~Agus Jabo .P
Menghinakan (merendahkan) manusia lain secara berlebihan, sama artinya merendahkan ciptaan Tuhan.~SinA
Manusia hidup tidak saja untuk bekerja, makan dan berketurunan. Tetap lebih tinggi dari itu, membangun pradaban dan membangun dunia tanpa kejahatan (tanpa saling merugikan) karena manusia sebagai rahmat.~SinA
Anak dilahirkan dengan segala potensi yang melekat. Pendidik tugasnya menggali itu semua, bukan menindas dan mengeksploitasinya.~SinA
Gaya komunikasi wujud dari kualitas yang terkandung dalam kandung badan pribadi.~SinA
Demi Tuhan, sebagian besar manusia tidak menyukain komunikasi yang berkesan acuh (mengacuhkan).~SinA
Ketika kita mulai memuji (membanggakan) sesuatu berlebihan, itu tanda dalam dini waktu akan dikecewakan (ditinggalkan) dengan hal tersebut.~SinA
Tugas orangtua kepada anak untuk mendampingi, menjembatani, dan memberikan totolitas kasih-sayang.~SinA
Fundamentalisme agama dalam bingkaian heterogen umat jelas dapat memecah belah persatuan.~SinA
Tidak utama (perlu) sibuk mengorek-ngorek kadar keimanan dan keteguhan golongan lain. Memperkuat dan mengoreksi keimanan diri jauh lebih utama. Dengan tetap tanpa mengabaikan dan melupakan golongan lain.~SinA
Seluruh bentuk diskriminasi politik oleh karena perbedaan ideologi, etnis, dkk adalah musuh daripada semangat menggalang persatuan nasional.~SinA
Tidak usah marah, bila ada orang yang tidak dapat menuruti kehendak kita. Mungkin karena alasan ada hal yang menyimpang dari diri kita, sehingga kita menjadi tidak layak untuk diikuti.~SinA
Di antara ciri penghuni neraka adalah membiarkan atau mengabaikan saja kedzoliman berlangsung-berkelanjutan.~SinA
Di sekolah sekarang sudah minim ada pendidikan. Yang ada reduksi makna pengajaran dan mengkristalnya penghajaran.~SinA
Peran guru melindungi, mendampingi, dan melestarikan potensi siswa. Bukan melakukan, menjalankan, dan memperlakukan sebaliknya.~SinA
Kenyataan yang harus diterima, bahwa setiap manusia memiliki heterogensi kemampuan dan potensi.~SinA
Bila tidak bisa mengakomodir semua potensi siswa, paling tidak sebagai guru tidak menghambat, mengkang, dan menindas kreatifitanya.~SinA
Styleis dan modis membuat diri tidak hidup, tetapi membuat diri diperbudak dan dikendalikan tren.~SinA
Syarat mutlak menjadi guru, harus paham, mengerti, dan mengamalkan model plus metode pengajaran yang praxis sosial.~SinA
Anakdidik harus dikuatkan, diyakinkan, disiapkan, dan didampingi sebaikmungkin demi menuju kebebasan untuknya memulai menakluhkan kehidupan.~SinA
Di antara hal yang menghambat menjadi lebih berkualitas adalah membiarkan diri tercebur dan terjerumus dalam kenyamanan.~SinA
Diantara hal yang menghambat kemajuan umat yaitu melestarikan dogma dan mengkebiri pikiran kritis serta kreatifitas.~SinA
Belajar agama dari ajarannya asli yang diturunkan (ada), bukan dari penganut atau pengikutnya. Karena manusia tempatnya khilaf, salah, dan dusta.~SinA
Bila ada ajaran Tuhan yang menganjurkan melukai sesama hambanya, itu bukan ayatnya, tetapi ayat Tuhan terjemahan manusia.~SinA
Ajaran Tuhan yang mana? Yang mengajarkan sesama hambanya untuk saling melepaskan, mengabaikan, menegasikan, dan tidak mempedulikan.~SinA
Hidup juga untuk memperjuangkan mereka yang malang, bukan hanya memperjuangkan perut sendiri.~SinA
Memaknai hidup untuk bekerja dan makan saja! iblis, setan, dan binatang juga demikian. Lantas apa bedanya kita dengan mereka?~SinA
Manusia hidup tidak hanya untuk bekerja, makan, dan bersetubuh. Tetapi juga untuk membangun peradaban dan membangun dunia tanpa kejahatan.~SinA
Sukan dan benci kepada manusia lain itu anugrah Tuhan. Ungkapkan dengan kejujuran dan kesantunan demi-untuk melegakan dan menyelamatkan jiwa dari kemelaratan batin.~SinA
Kita bisa menahan perasaan atau keinginan, tetapi tidak dapat berlaku selamanya. Karena adanya dapat bergejolak dan membengkak.~SinA
Kelemahan manusia paling hina, saat jiwanya tunduk dan dikendalikan oleh romantisme lawan jenis yang berlebihan.~SinA
Perawan atau tidak, itu bukan tendensi dasar ukuran kesucian perempuan.~SinA
Derajat manusia tidak hanya dinilai dari masalah slakangan.~SinA
Kebanyakan orang terdidik melupakan yang mendidik.~SinA
Pelestari sudah banyak, pembaharu yang minim.~SinA
Dikira membaca hanya membaca buku secara “harafiah”. Baca itu juga situasi dan kondisi di sekitar, agar tidak menjadi kutu yang focus dan senang dengan perkara sendiri.~SinA
Karakter bisa terbentuk (diperngaruhi) dari apa yang dibaca.~SinA
Hindarkan kemelaratan atau kemiskinan yang melilit, yang dapat melemahkan dan mengikis iman perjuangan (perlawanan).~SinA
Anak adalah tulang punggung takdir peradaban.~SinA
Konsekuensi sikap itu disuka atau dibenci.~SinA
Kurang apa adanya gerakan atau partai berbasis agamis atau nasionalis sekarang untuk jadi magnet? Kurang jiwa dan pribadinya baru sebatas label.~SinA
Buktikan saja nanti dalam pertarungan dan pertarungan kenyataan, siapa yang lebih bersih dan lebih berkualitas.~SinA
Menunggun tidak membosankan bagiku. Karena dengan menunggu aku bisa menghabiskan waktu dengan membaca, menuliskan, dan membebaskan fikiran sembari melupakan waktu.~SinA
Aku mengenalmu dalam keluguan, tetapi kamu tidak pernah hendak mengenalku dalam kesungguhan.~SinA
Terkadang harus membatasi komunikaksi untuk menjaga keberlangsungan dan ketahana diri sementara waktu.~SinA
Upayakan semaksimal mungkin untuk keamanan dan kebaikan diri. Kejadian setelah usaha adalah hikmahnya.~SinA
Demi Tanah, air, udara dan segala kekayaan semesta Indonesia untuk kemakmuran seluruh Rakyat Indonesia.~SinA
Kemampuan anak untuk dideskrpisikan, diiterjemahkan, dan dilihat apa adanya. Bukan diukur dan diperbandingkan yang implikasinya melahirkan diskriminasi kenyataan.~SinA
Hati juga membutuhkan saudara, yang dapat menemani dan berpadu kepadanya.~SinA
Jadi pendidik tidak perlu panik dan khawatir kepada muridnya, yang berimplikasi kepada pengekangan dan penindasan kepadanya.~SinA
Yakini dengan dalam, setiap siswa miliki potensi, kreatifitas, dan bakat yang terpendam.~SinA
Kekhawatiran dan kepanikan berlebihan kepada anakdidik, berimplikasi pengekangan, pemaksaan, dan penindasan.~SinA
Kemampuan anak itu untuk digali, bukan ditindas, diabaikan, dan digantikan.~SinA
Ada manusia yang mengedepankan level diri, demi pengukuhan dan keakuan (keangkuhan) diri.~SinA
Tidak dipungkiri, ada manusia yang ingin diakui dan dihargai karena level (pangkat) yang melekat padanya.~SinA
Bila memang ia dekatkan, bila bukan atau sebaliknya jauhkan dan lenyapkan. Agar diri tidak mengingatnya dan mudah melupakan keberadaan atau adanya.~SinA
Relaita membentuk, menempa, dan mengendalikan materi.~SinA
Bibit tidak faktor mutlak dan utama menentukan kualitas. Karena kualitas terkontruksi dan berdialektika dengan realita.~SinA
Tidak ada manusia yang ingin ditindas, dieksploitasi, dan ditunggangi. Kecuali ia yang kesadaranya sudah direngut.~SinA
PRD dari Rakyat, untuk Rakyat, dan selamanya bersama Rakyat.~SinA
Demi kenyataan jalan dan berlangsungnya TRISAKTI nasional, Partai Rakyat Demokratik (PRD) selalu di baris Rakyat.~SinA
Lawan kita adalah kenyataan yang menindas (dzolim), bukan label (identitas).~SinA
Partai Rakyat Demokratik (PRD) untuk perjuangan kedaulatan, kemakmuran, dan kesejahteraan Rakyat.~SinA
Demi Tanah, air, udara dan segala kekayaan semesta Indonesia untuk kemakmuran seluruh Rakyat Indonesia.~SinA
Hanya pendidik atau tokoh ideolog hina, yang melepaskan kepekaan dan kepedulian di dalam keberlangsungannya.~SinA
Lebih baik menyerang daripada pasif dengan kedzoliman dan kejahatan yang berlangsung.~SinA
Segala sesuatu yang sudah diupayakan dan adanya di luar jangkauan, maka hasilnya tinggal pasrahkan saja.~SinA
Jatuh cinta buat sakit jiwa, ketika jatuhanya cinta kepadanya yang tidak peka.~SinA
Jatuh cinta buat sakit jiwa dan menyakiti, ketika jatuhanya cinta kepadanya yang mati rasa.~SinA
Ada manusia, yang hadir waktu butuh, pergi waktu suka, dan merapat waktu ingin.~SinA
Intelektualisme menghinakanmu sebagai manusia, bila tidak diimbangin naluri sosial.~SinA
Tidak akan miskin, dengan berbagi atau memberi.~SinA
Apa yang kumiliki milikmu. Batsannya, kasih, dan cinta yang terbina.~SinA
Sudah kodrati, manusia dilahirkan untuk dianggap dan diakui.~SinA
Aku bersama perjuangan Partai Rakyat Demokratik (PRD) karena yang kutahu perjuangan nasional tidak saja perjuangan ideologis. Tetapi juga perjuangan politik.~SinA
Demi rakyat, oleh rakyat, karena rakyat untuk kemakmuran semua rakyat.~SinA
Partai Rakyat Demokratik (PRD) adalah partai rakyat penyambung lidah rakyat.~SinA
Gunakan politik untuk alat perjuangan dan memperjuangkan amanah penderitaan rakyat.~SinA
Bukan politik yang busuk, tetapi pelakunya.~SinA
Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini partai rakyat. Adanya karena rakyat, oleh rakyat, demi rakyat dan untuk rakyat. Dan hidup mati berjuang untuk rakyat, selamanya digaris rakyat.~SinA

Karena agar kamu tahu, bahwa ia ada mendekat disaat butuh :D. Biasa, hadir saat butuhnya terpenuhi, abai saatnya mendapatkan bahagia.~SinA

Trimakasih kamu yang telah menyakiti. Dengan ini aku belajar menuliskan semua tentangmu yang keji, dari keadaan yang tidak terungkapkan.~SinA

Perempuan wajib pandai menjaga mulut dan perasan.~SinA

Pendakwah sejati selalu ingin mengerti dan memakai hati. Bukan dikendalikan oleh dogma,  ayat, dan perintah yang terkadang tidak didialektiskan.~SinA
Kebencian bersemayam di jiwa yang sempit.~SinA

Kemajuan milik ia yang terbuka.~SinA

Perjuangan memang sepanjang gala, tetapi tetap harus sejalan dengan galanya kehidupan.~SinA
Kebanyakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sudah lari dari kodratnya. Karena mengedepankan abstraksi hasil penelitian.~SinA
Menunda perbuatan baik, bukti telah terkalahkan oleh sang penggoda.~SinA
Kebanyakan orang terdidik melupakan yang mendidik.~SinA
Tugas orangtua kepada anak, mendampingi dan mengarahkan. Bukan memprogram dan menindasnya.~SinA
Segela sesuatu yang sudah diupayakan dan dilura jangkauan, pasrahkan dan hikmahi.~SinA
Mengapa harus ada ingin di dunia ini. Sedang ingin penyumbang terbesar kejahatan.~SinA
Hati terbiasa kosong (sendiri), bukan berarti tidak membuthkan isi.~SinA
Dalam ruang lingkup diri selalu terjadi pertarungan, yang pemenangnya ditentukan oleh kebersihan hati.~SinA
Dalam diri ada dua jiwa. Jiwa yang menghambat kemajuan dan jiwa mendukung kemajuan.~SinA
Kepanikan, membuat kerja saraf otak tidak jelas dan acak-acakan.~SinA
Syarat mutlak kunci peneliti, harus jujur.~SinA
Menafsirkan ayat Al-Qur'an dengan hermuniutik, menghasilkan hal yang tidak sahih. Karena menegasikan makna dan aspek historis ayat.~SinA
Berbuat baik kepadanya yang mendapat hak.~SinA
Salah merindukan, itu menyiksa, menyakiti, dan mengguncang jiwa.~SinA
Merindukan orang yang salah, menurunkan daya tahan tubuh dan membuat diri lemah.~SinA
Pertemuan jiwa (dalam alam mimpi) hanya dapat dijabarkan dan dimengerti oleh pemaknaan terhadap sensainya.~SinA
Alam mimpi adalah alam pertemuan jiwa.~SinA
Identitas tidak menjamin kualitas.~SinA
Tenaga ahli, bukan dilihat dari gelarnya saja. Tetapi, juga dilihat pengalamanya dan kenyataan dari karyanya.~SinA
Bila kesalahan dilakukan secara berjamaah dan turun-temuru, maka pasti ada kesalahan prosedur (sistem).~SinA
Ada kalanya kita tahu atau mengerti, tetapi sulit untuk menjabarkan atau mendefinisikan secara kata-kata dan bahasa.~SinA
Memperdebatkan dengan siapa dan untuk apa? Bila belum berjalan sudah terkalahkan oleh labelitas dan dominasi.~SinA
Neolib berkembang dan menguasai negera yang tidak bersatu.~SinA
Bila tidak bisa membalas kebaikan, setidaknya menyenangkan.~SinA
Harapan dan jalan tebuka untuknya yang berjiwa.~SinA
Selalu ada tempat bagi orang berkualitas.~SinA
Bila belum bisa berbagi harta, kasih, atau hal santun lainnya. Memberi kabar atau informasi juga bagian dari berbagi.~SinA
Tidak jelas akan menjadi apa atau seperti apa nanti. Yang bisa dilakukan, berbuat, menyiapkan, dan membangun kualitas diri.~SinA
Siapa yang memberi kekuatan? Kala kita rapuh dan tidak berdaya menghadapi realita. Kecuali yang Maha Selalu Ada dan diri.~SinA
Maluku untuk menghormati dan menjagamu.~SinA
Diamku wujud penghinaanku kepadamu.~SinA
Kritikku bentuk kepedulianku.~SinA
Tidak mungkin menjadi pemimpin adil dan memakmurkan, bila tidak belajar, paham, dan mengerti t
eori kelas sosial.~SinA
Kesungguhan melekat padanya yang besar ketulusannya.~SinA
Keislaman dapat diukur dari kasih dan cinta yang dimiliki (melekat).~SinA
Setiap insan dilahirkan sebagai khalifah, yang memiliki peran dan tugas dalam ruang dan dimensinya masing-masing.~SinA
Kejenuhan berkehidupan sering menghinggapi ia yang lemah kreatifitas atau kecerdasan sosialnya.~SinA
Menghargai setiap pendapat dari multi persepsi.~SinA
Kedamaian dilahirkan dari ketulusan.~SinA
Mengerti tetapi menunda, mengahsilkan gejolak berupa isyarat.~SinA
Mimpi mengisyaratkan hal yang tertahan atau terpendam dalam diri.~SinA
Kerinduan yang tertahan, bisa tersampaikan dalam pertemua jiwa di alam mimpi.~SinA
Isyarat mimpi dan semesta dapat menyajikan, memaparkan, dan menjelaskan hal yang tertahan.~SinA
Aku merasakan kita sama saling merindu dan menginginkan, tetapi kita saling menutupi dan saling membohongi. Inilah wujud kemunafikkan diri yang sengaja terturupi atau dibungkam karena keegoisan.~SinA
Aku merasakan kita sama saling merindukan, tetapi kenyataan saling memendam.~SinA
Kekhawatiran dalam diri yang berlebihan, bukan suara dari kedalaman hati.~SinA
Data sampel dinormalkan, data populasi tidak! ~SinA
Perepuan wajibnya, peka, empati, simpati, peduli, dan miliki welas-asih yang utuh.~SinA
Hinakanlah sesuatu secara berlebihan, maka kita akan terjerumus kepada hal itu.~SinA
Setelah dewasa, menjadi mengerti, mana teman prioritas dan mana teman hereditas.~SinA
Komunikais yang pernah terjalin dan terdokumentasi, dapat dipelajari kembali sebagai bahan untuk merfleksi diri mengapa diakhir hubungan dapat begini atau begitu.~SinA
Sulit dibedakan bisikan hati dengan bisikan setan.~SinA
Simbol kekuatan Perempuan, bukan pada fisik atau emosinya. Tetapi kelembutan dan kesantunan yang melekat padanya.~SinA
Kondisi lemah, menjadikan diri mudah terombang-ambing dalam kelana tidak terarah.~SinA
Latarbelakang yang baik berangkat dari realita, bukan dari idealisme.~SinA
Berangkat dari realita, relevansi, teori, dan  kemungkinan kongklusi. Untuk menghasilkan pandangan yang berkualitas, bermakna, dan berarti.~SinA
Menikmati romantisme tanpa kejelasan hubungan samadengan menyiksa hati dan membohongi hati.~SinA
Kesederhanaan dalam kesukaan lebih asik, daripada kemewahan dalam kelusuhan.~SinA
Kalau rindu sesuatu tataplah langit. Karena kita bisa merasakan langit yang sama dengannya dan ini melegakan.~SinA
Aktif dan keaktifan, dua hal yang berbeda, tetapi sering disamakan.~SinA
Insan khilafah diciptakan untuk saling merindukan.~SinA
Siapa yang santai, ia yang tertinggal.~SinA
Ingin jadi pejabat, cerminnya toto-romo.~SinA
Etika dan moral, kesatuan utuh wajib dimiliki manusia.~SinA
Toto-kromo dan etika, ciri mutlak pribadi manusia.~SinA
Kasihan ia yang terjebak dalam kehendak dan luput menjalani kenyataan.~SinA
Ukhuwah dapat diartikan persatuan dan persaudaraan semua golongan.~SinA
Banyak penganut agama, namun tidak banyak yang mampu menyadari dengan penghikmahan terhadap agamanya.~SinA
Tuhan tidak tidur dalam penciptaan keadaan Bumi dan isinya. Mengapa masih menyangkal dan tidak menerima keadaan dengan segala pelengkap penghikmahaan?~SinA
Ketika satu golongan memaksakan homogen agama. Pertanyaanya, mengapa Tuhan menciptakan perbedaan?~SinA
Penganut agama ortodox-fanatik tempatnya di surga.~SinA
Miris, mengamati perkembangan peyiar agama yang bermaksud meyakinkan dengan menghinakan suatu golongan atau yang lainnya.~SinA
Ajaran Tuhan yang mana? yang mengajarkan merendahkan, menghinakan, dan melemahkan golongan lain.~SinA
Pendakwah sejati, selalu ingin mengerti dan memakai hati.~SinA
Apa salahanya menyenangkan orang lain, dengan perhatian, mengakui, dan menghargai.~SinA
Menyangkal ayat Tuhan, itu tanda belajar rahmat Tuhan dengan rasional.~SinA
Generasi remuk dilahirkan oleh rahim yang tidak dalam akhlaknya.~SinA
Perempuan kasar dan sadis, kelak melahirkan keturunan yang acuh, keras kepala, tidak hormat dan tidak mengindahkan perintahnya.~SinA
Penganut atau pengikut agama juga manusia, banyak luput dan salahnya. Jadi, tidak baik yakin dan patron kepadanya.~SinA
Belajar agama dari ajarannya, bukan dari penganut/pengikut agama.~SinA
Agama miliki Tuhan, tidak miliki satu umat atau satu golongan.~SinA
Mengoreksi dan melihat diri dalam menjalani kenyatan hidup. Begitu pun dengan menulis, selalu mengalami perbaikan-perbaikan dan penambahan di perjalanan waktu. Tidak stagnasi begitu saja terus menjadi sempurna (langsung jadi).~SinA
Kesungguhan yang memiliki maksud, bukan kegiatan kosong sekadar lahirian belaka. Ini baru ibadah.~SinA
Ibadah bukan olah raga, tetapi olah batin, olah olah rasa, dan olah jiwa.~SinA
Ibadah dilakukan untuk membentuk hati, yang mewujud atau terwujudnya akhlak.~SinA
Hentikan ibadahmu sementara waktu, untukmu yang tidak peka dan kasar mulutnya. Kasihan jiwamu yang teraniaya oleh liarnya indramu. Itu ketimpangan, tiu ketidakadilan dirimu dengan dirimu~SinA
Bekunya hati atau rasa, menunjukkan lemahanya Iman diri.~SinA
Tidak ada Tuhan yang kejam atau sadis, yang demikian itu penafsiran.~SinA
Ikuti perintah Tuhan, bukan perintah Mubaliq.~SinA
Menghamba kepada Sang Maha segala, bukan menghamba kepada nama.~SinA
Menghamba kepada-Nya dengan kesungguhan, tidak berpaling dari segalah rahmat dan tidak menduakan-Nya.~SinA
Bila kuliah, hanya kuliah! Lantas apa bedanya dengan anak SD yang sekolah?~SinA
Lebih baik jabatan rendah banyak berbuat, dari pada jabatan tinggi nihil berbuat.~SinA
Mendidik yang memanusiakan adalah seperti mewujudnya diskusi.~SinA
Pribadi yang kurang inisiatif, kepedulian, dan perasaan. Menunjukkan masa anak-anaknya penuh mengalami intimidasi dan terkekan oleh dominasi.~SinA
Bila tidak dapat aktif-membantu, tidak perlu mengusik atau melemahkan.~SinA
Yang tua besar merasa, yang muda diperbudak dan diperalat. Apa demikian solusi untuk mewujdukan keharmonian dan keselarasan bersama?~SinA
Tua jasadnya, lemah fikirnya.~SinA
Besar kepala, kecil hatinya.~SinA
Siapa yang ingin dilemahkan?~SinA
Menghalalkan segala fikirian demi diri.~SinA
Melawan sistem tidak sama dengan melawan Kompeni (penjajah) waktu zaman kolonialisme bersenjata perang.~SinA
Beragama samadengan berperasaan.~SinA
Beragama dengan rasa, berjalanya dengan akal.~SinA
Langkah baik masuk politik praktis, namu menjadi tidak baik bila luput dengan perjuangan praktis.~SinA
Harus tahu dan menyadari, asal-usul segala ilmu yang dimiliki.~SinA
Kepenatan berasal dari intimidasi, tekanana, dan angan yang tidak terkendalikan.~SinA
Radikal? boleh saja, namun tidak pula sampai merendahkan yang di luarnya.~SinA
Ungkapkan dan jelaskan dengan kata yang lugas. Bukan dibatin dalam hati dengan perasaan mengharapkan ia menyadari dan mengerti keinginan dan kehendkan kita.~SinA
Beragama itu pakai hati.~SinA
Hindari terjebak atau terlarut menikmati, karena akan menjerumuskan kita luputnya menyadari (menghikmai).~SinA
Al-Qur'an sudah menjelaskan, akan banyak yang mendustai kebenaran dari ayat-ayat Al-Qur'an. Alasan apa lagi untuk kita berpaling?~SinA
Perempuan, hindari menyerahkan totalitas dirimu kepada pria. Karena miliki pria kecenderung memainkan, memanfaatkan, dan mengeksploitasi.~SinA
Evaluasi itu totalitas kualitas yang hoslitik diamati untuk diterjemahkan. Tidak bisa hanya memberatkan dan mengedapankan satu sisi, lantas itu disebut evaluasi.~SinA
Akan tidak baik dikemudian waktu. Bila mengingkari tanda-tanda kebaikan, dengan dalih itu tidak rasional dalam prespektifnya.~SinA
Keindahan yang sesungguhnya, tidak saja dinikmati oleh mata. Tetapi juga dapat dinikmati oleh jiwa, rasa, dan totalitas kebatinan diri.~SinA
Menuliskan, merifiuw kembali kenangan dan isi kepala. Ini baik untuk pertumbuhan otak dan kesehatan jiwa.~SinA
Ingin belajar Feminis sejati? Itu belajar dari GERWANI. Bukan belajar teori feminis Barat, yang berorintasi perjuangan seksual.~SinA
Sama saja membunuhu perasaan (rasa) diri, bila mengedepankan ke-aku-an dalam kemajemukan.~SinA
Anti penindasa, namun tetap suka merendahkan.~SinA
Manusia sehat ia selalu membutuhkan manusia lain. Bukan memperalat manusia lain.~SinA
Manusia mana yang ingin diacuhkan, diabaikan, dan tidak dianggap?~SinA
Lebih baik menjauh dan melupakan, daripada berdekatan kembali melukai dan menyiksa diri. Juga terkadang banyak memancing dan menambah tumbuh suburnya kebencian.~SinA
Mencitrakan diri, merasa ada keyakinan akan menjadi orang berpengaruh atau orang besar.~SinA
Kebesaran dan Kuasa Allah SWT., hanya dapat dimengerti atau dijamah baginya yang berfikir dengan kebersihan akal dan merasakan dengan kesucian batin.~SinA
Menuliskan perasaan atau ungkapan sudah biasa. Menuliskan gagasan dan pemahaman ini tidak biasa.~SinA
Tidak ada keutuhan perlawanan dalam pergolakan, bila masih saja menegasikan atau merendahkan kaum Perempuan yang di sekelilingnya.~SinA
Banyak luputnya menyadari, dikemudian waktu akan merendahkan atau menghinakan diri dan bahkan orang lain tanpa disadari.~SinA
Akan tidak baik dalam kolektif, minim “saling menyapa dan saling menganggap”. Pun juga mengabaikan dalam tatap muka atau dunia maya.~SinA
Pendidasan samadengan kedzoliman.~SinA
Tugas kebanyakan yang dibebankan kepada murid, itu menindas.~SinA
Guru untuk mendidik, bukan menindas.~SinA
Menghikmai atau menyadari adalah hal paling tepat untuk belajar tentang karma.~SinA
Hinanya manusia, memaksimalkan atau mengedepankan fikirannya hanya untuk menghafal.~SinA
Terkadang yang membuat hina atau rendah itu bukan kebodohan (kedunguan) yang dimiliki. Tetapi, lebih karena etika dan moral yang dikangkangi.~SinA
Mengawali untuk memulai, menjalani untuk Istiqomah.~SinA
Yang batil dibuang, yang dzolim ditendang, yang baik ditelan.~SinA
Kebanyakan dari kaum intelek, ketika tidak diimbangi dengan pergaulan atau pengetahuan sosial adalah melahirkan penindas.~SinA
Sosialisme Indonesia samadengan Prikemanusiaan yang adil dan beradab.~SinA
Sistem itu terstruktur, bukan tersentral.~SinA
Yang melemahkan perjuangan bukan saja musuh, tetapi juga sejawat yang dusta.~SinA
Sosialisme berangkat dari realita, bukan dari fikiran.~SinA
Revolusioner sejati tidak sebatas kata.~SinA
Jangan marah bila ada yang merendahkan paham sosialis, mungkin ia muak dengan watak dan cermin individunya.~SinA
Ingin kampanye sosialisme? Atau perjuangan sosialisme?~SinA
Sosialisme tidak berdiri dengan kata, tetapi struktur.~SinA
Sosialisme itu perbuatan, bukan kata.~SinA
Sosialisme itu prilaku, bukan identitas.~SinA
Perempuan wajib besar hatinya, bukan besar kepalanya.~SinA
Merebut sistem, mengendalikan, mengisi, dan menjalankan sistem.~SinA
Sosialisme itu eksen, bukan fikiran.~SinA
Sistem mengandung ruh. Dan ruh dari sistem adalah yang pengoprasi atau penjalanya dan ideology dasar yang berkembang dalam system tersebut.~SinA
Membangun sistem sosialisme, artinya membangun ruh-sosialisme.~SinA
Sahabat itu saling menguatkan, mendukung, dan mengingatkan.~SinA
Cinta itu rasa, bukan kata.~SinA
Sosialisme itu jiwa, bukan kata.~SinA
Mengapa membisu, mendengar bisikan dan hegemoni jahat berlangsung? Apa karena diri suka dengan kejahatan.~SinA
Ajaran mana yang meng-ia-kan penindasan? Kecuali ajaran jahanam dan bidab.~SinA
Paham kapitalisme dihujat dan ditolak oleh Sosialis, karena wataknya yang menindas.~SinA
Tokoh besar mana? yang tidak miliki kepekaan dan kepedulian tinggi.~SinA
Dasarnya dosa adalah kedzoliman.~SinA
Pendogma itu penindas kemajuan dan perubahan.~SinA
Pendidik itu pemerhati.~SinA
Kognitif cenderung berat sisi hafalan dan ingatan.~SinA
Kemajuan pendidikan Indonesia akan selalu tertunda, bila masih kognitif manusia saja yang diutamakan.~SinA
Kognitif tinggi beriringan dengan keacuhan dan ketidakpedulian yang mengarang.~SinA
Mengalami mandul kemajuan generasi, bila yang dibesarkan hanya sisi kognitif.~SinA
Apa menunggu malaikat berkata fulgar terhadapmu, baru kemudian ingin mendengar mereka yang terlupakan.~SinA
Karena belum menjadi figur, wajar saja bila ucapan banyak dinafikkan.~SinA
Bedakan antara pendidik dengan pendogma.~SinA
Menyatakan/menganggap kepuasan dalam hidup adalah persetubuhan, sama halnya kita menyembah selakangan.~SinA
Orang yang banyak mementingkan dirinya sendiri, adalah orang yang sedang meng-hamba dengan dirinya dan jiwanya.~SinA
Orang yang banyak mementingkan dirinya sendiri, adalah orang yang sedang meng-hamba dengan fikirannya.~SinA
Jiwa kita harus diisi. Diisi dengan apa? Dengan segala hal yang mendatangkan kebaikan dan kekuatan diri. Misalnya, bangun malam dan Ibadah.~SinA
Sariawan, bisa diartikan sebagai tanda atau menandakan ada yang sedang membicarakan/menggunjingkan.~SinA
Hindari berjuang karena hendak berlabuh atau melabuhkan diri. Tetapi, berjuanglah karena hendak berenang atau berlayar.~SinA
Perlakukan orang lain, sebagaimana memperlakukan diri sendiri.~SinA
Besarnya merasa, terlihat dari besarnya kehendak mendominasi.~SinA
Mengasingkan diri lebih baik. Daripada bercengkrama mengusik keteguhan batin.~SinA
Restu Tuhan, selalu bersama manusia yang mengalah setalah berupaya.~SinA
Tidak usah berharap belaskasihan kepada orang lain untuk memotivasi dan memperhatikan.~SinA
Tidak ada mendzlomi, kecuali manusia itu sedang dikendalikan nafsunya.~SinA
Tidak ada keangkuhan dalam kesucian batin.~SinA
Berkah Tuhan, selalu bersamanya yang tidak pernah berhenti berharap.~SinA
Membaca, mengajarkan kita membuka mata dan batin. Tentang hal yang bersudut-sudut dan berpandang-pandang yang luas.~SinA
Kebahagiaan dan kedamaian, disentuh dan digapai dengan caranya masing. Tidak ada kemutlakan teori untuk mewujudkan hal itu.~SinA
Yang nanti urusan nanti, yang penting sudah ada perhitungan sebelumnya.~SinA
Baca “Penyambung Lidah Rakyat”, agar kamu tidak fanatik dengan klub-klub Bola Barat yang menyilaukan.~SinA
Beri sesuatu kepadaku. Akan aku ceritakan dan gambarkan dalam tulisan yang lugas dan menyenangkan untukmu penikmat yang kutunggu.~SinA
Pahamai dan dalami maksudnya, bukan berat kepada substansinya saja.~SinA
Hidup dalam suasana bersama, tetapi berjalan dan mementingkan sendiri-sendiri.~SinA
Mengapa masih berharap ia yang sudah pernah menyiksa, mengabaikan, dan melukai? Sedang pilihan dan kemungkinan masih banyak.~SinA
Jiwa revolusioner, tanpa evolusioner, adalah kekosongan setelah pemberontakan.~SinA
Tidak ada keangkuhan atau kesombongan dalam kesucian batin.~SinA
Jadi semakin ngefans dengan Pak Ki Hadjar Dewantara. Karena pemikiranku dengan beliau ada kesamaan dalam visi dan konseptual tentang persepsi oranganisasi.~SinA
Orang yang banyak mementingkan dirinya sendiri, adalah orang yang sedang berTuhan dengan fikirannya (intellektual).~SinA
Kita bisa dapat pengetahuan dimana-mana, tetapi kita tidak bisa dapat ilmu dan pengalaman dimana-mana.~SinA
Sejauh dan sedalam apa, memahami, memakani atau mengerti ajaran Tuhan (agama). Itu terlihat dari perangai dan pembawaan pribadi dan diri.~SinA
Hinanya manusia, memaksimalkan atau mengedepankan fikirannya hanya untuk menghafal.~SinA
Akal digunakan untuk berfikir dan mengendalikan hal yang dalam jangkauannya.~SinA
Menghikmai atau menyadari adalah guru paling tepat untuk belajar tentang karma.~SinA
Buang nuansa pendidikan “suasana-neraka” dan gantikan dengan “suasana-surgawi” bagi penikmatnya.~SinA
Progresive dalam kekangan, ditunjukkan kehendak kebebasan secara primitif dalam menjalani hidup.~SinA
Fikirkanlah diri sendiri, sampai mengerti mengapa harus memikirkan diri.~SinA
Tidak pula harus terjebak kepada filosofisme dan tidak pula menjerumuskan diri kepada pragmatisme. Semua harus dialektis dan melihat basis materielnya sehingga menjadi lebih berkualitas, berarti, dan bermakna.~SinA
Bila perkembangan manusia diserahkan kepada kodrat saja, besar kemungkinan akan menjadi tidak beradab.~SinA
Pribadi yang kurang, inisiatif, kepedulian, dan perasaan. Menunjukkan masa anak-anaknya penuh mengalami intimidasi dan dominasi.~SinA
Hindari terjebak atau terlarut menikmati, karena akan menjerumuskan kita luputnya menyadari (menghikmai).~SinA
Kita harus mencari tanda atau hal yang mengisyaratkan, bahwa semua hal yang kita perbuat diberkahi dan diridhoi Tuhan.~SinA
Pengidealan terhadap lini kehendak, membuat ketegangan fikiran dan emosional diri meningkat. Apalagi yang terjadi kenyataan tidak sesuai.~SinA
Bukan hendak menjadi Pahlawan. Tetapi hanya keresahan diri meliat Kedzoliman, kebatilan yang berlangsung dan kehendak diri untuk menumpasnya.~SinA
Spekulasi fikiran yang tidak terkontrol, terkadang akan membuat ambigu dan menjadikan ragu-ragu untuk melangkah.~SinA
Hal yang rasional, mampu dijangkau dengan gamblang oleh fikiran dan kekuatan diri. Tidaklah sepantasnya dipasrahkan kepada-Nya yang gaip.~SinA
Kepanikan fikiran harus diolah sedemikian rupa, agar menjadi hal yang produktif dan tidak mengerogoti hal yang sudah lama direncanakan diri.~SinA
Kekhawatiran atau kepanikan yang menghampiri fikiran, membuat tidak konsentrasi dan tidak maksimal dalam menjalankan hal yang sedang dihadapi.~SinA
Aku tanya, apakah dirimu merasa nyama dengan keadaan yang sekarang? Memendam, menahan, dan menyendiri membayangkan kehendak. Bila ia, kemungkinan dalam jangka waktu, dirimu akan merasakan sedikit gerusan batin yang dalam. ~SinA
Ungkapkan, bicarakan, dan jelaskan. Kasian diri yang menahan gejolak kehendak bahagia.~SinA
Lebih baik lugu atau tidak mengerti untuk apa yang diperbuat, daripada tahu kemudian memberhalakan maksud yang diperbuat.~SinA
Orang kita sekarang tidak memberhalakan “patung” sepeti zaman kelam. Tetapi memberhalakan surga atau neraka.~SinA
Padahal yang dimaksud pengabdian kepada Tuhan itu ditunjuk dari sisi ketulusan dan kepolsan kita dalam berbuat atau menuju peribadatan kepada-Nya, bukan pengharapannya.~SinA
Pengalaman juga merupakan teori, teori kehidupan yang tidak terbukukan atau tertuliskan secara rigit dalam kertas.~SinA
Orang di tempat keramaian masih dapat konsentrasi penuh, secara tidak langsung menandakan minimnya kepedulian atau kepekaan yang tumbuh (ada) pada dirinya.~SinA
Hadirnya kepasrahan hendknya datang saat hal atau apapun itu sudah di luar nalar dan kemampuan untuk dikendalikan atau dijamah.~SinA
Barulah menghikmahi dan belajar menikmati, dari hal yang terjadi di luar dugaan atau jangkauan kendali fikiran.~SinA
Hati digunakan untuk pasrah dan iklas dengan hal yang terjadi di luar kendali-jangkauan atau kehendak fikiran (rasional).~SinA
Akal digunakan untuk berfikir dan mengendalikan hal yang dalam jangkauannya.~SinA
Pasrah dengan keadaan yang sebetulnya dapat dikendalikan, artinya membiarkan hal yang tidak dikehendaki akan benar terjadi.~SinA
Memasrahkan dan tidak mengupayakan hal yang dalam jangkauan (rasional), sama artinya menelan kebodohan yang tidak berkesudahan.~SinA
Hal yang masih dalam jangkauan (rasional) mampu dikendalikan. Maka kendalikan dan upayakan hal yang tepat untuk memaksimalkan, bukan memasrahkan.~SinA
Hal yang menjadi tendensi dalam berdinamika. Menghadapi hal yang dalam jangkauan rasional atau mengupayakan kemduian baru berpasrah dari hal yang di luar jangkauan rasional?~SinA
Apakah cinta dan kasih itu harus dilampiaskan? Atau malah sebaikknya hanya sekadar diekspresikan saja.~SinA
Taruhkan Cinta dan Kaishmu karena nafsu, agar tidak salah dikemudian waktu dalam melampiaskan Cinta dan kasihmu.~SinA
Kebebasan membuatku luas berekspresi. Menjalin hubungan terikat membuatku terkekang, dan saat ini aku takut kebebasanku terenggut.~SinA
Penasaran membuat otak bertanya, dan bertanya membuat otak tidak berhenti berfikir sebelum menemukan jawabannya.~SinA
Tua umur itu jelas! tua fikiran itu tempaan dan bentukan pernahnya menghadapi kerumitan belenggu tempaan dan dinamika atau kontradiksi hidup.~SinA
Aku menjadi tertantang dan tergetar untuk diskusi dan adu argumen dengan manusia itu, yang berhasil memanjakanmu dan memalingkan kamu dari aku.~SinA
Biayarkan Tuhan yang menjadi hamkim untukmu. yang telah membuatku terkatung dan tidak menentu karena rasaku yang terabaikan selama ini olehmu dan karenamu.~SinA
Islam ya Islam, Arab ya tetap Arab. Jangan bilang Arab itu Islam, dan Indonesia Islam yang akan diarab-arabkan.~SinA
Rakyat kita mudah terilusi oleh politik elitis dan moralis penguasa.~SinA
Kecil kemungkinan yang dapat tahu tentang kita. Bila kita tidak pernah menjabarkan atau menjelaskan.~SinA
Yang bilang Matematika ilmu pasti siapa? Jelas-jelas Matematika itu ilusi dan bayang-bayang semu yang tidak jelas materinya. Namun adanya karena diadakan, inilah tingginya (hebat) pemikiran.~SinA
Tidak usah mempermasalahkan masalah subyektif orang lain secara berlebihan, bila diri tidak hendak diperlakukan demikian.~SinA
Tidak usah berkomentar berlebihan tentang orang lain, saat kita tidak pernah berkontribusi langsung untuk orang tersebut.~SinA
Apa hakmu berkomentar, emcaci, dan menghinak orang yang tidak pernah kamu sentu dan kamu bersi sesuatu kepadanya?~SinA
Mimpi adalah gejolak fikiran waktu kita tidak sadar. Yang terjadi di dalamnya hasil dari kehendak fikiran alam sadar kita yang tersisa.~SinA
Otak kita tidak bisa berbohong, apa yang dilihat itu yang dia fikirkan atau pancaran dari itu yang difikirkan “materialism-dialektis”.~SinA
Dampak Jomblo terlalu lama, sulit memahami perasaan orang lain dan cenderung menomorduakan soal rasa dan mendustai tentang kebersamaan lainnya.~SinA
Kamu mau tahu ustaz itu dogmatis atau harafiah dalam memaknai agama? Coba lihat jenggotnya, kalau panjang ia demikian.~SinA
Lugunya Presidenku, hingga lupa intruski dan kebijakannya sudah menorehkan KORBAN sedini ini.~SinA
Ketika hal yang mengganjal dalam fikiran terpecahkan. Tersasa begitu lega dan menyenangkan.~SinA
Hanya persatuan secara Ideologis yang tidak mudah dirapuhkan (dipecah). Bukan persatuan secara harafiah, bak anak angsa mengikuti induknya.~SinA
Hanya pejuang primitif, yang memaknai perjuangan untuk mati.~SinA
Pergaulan memang terasa payah, saat sesama kita sudah tidak mampu untuk saling memahami dan saling mengerti.~SinA
Penghuni neraka jahanam, adalah kumpulan pengerak dan pelaksana birokrasi dzolim.~SinA
Kita tidak memiliki hak untuk memaksa orang lain menuruti kehendak kita. Tetapi, kita miliki hak untuk mengabarkan dan menjelaskan keadaan kita.~SinA
Orang yang seharusnya diutamakan atau dahulukan adalah orang yang paling peduli dan peka terhadap kita.~SinA
Menafikan hal yang kodrati, sama artinya melawan atau menghilangkan hal yang tidak bisa terhapuskan.~SinA
Manusia subyektif, adalah manusia yang tidak dilahirkan dalam dunia materiel, tetapi dalam dunia ide.~SinA
Miskin ilmu, membuat kita kesulitan dalam menafsirkan/mengartikan sesuatu yang sifatnya harafia atau sesuatu yang sifanya isyarat.~SinA
Aku diam, difikir aku tidak mempedulikan. Aku berkata-kata, dikata aku banyak bicara dan mendominasi. Apa ini? Sungguh di luar nalar.~SinA
Agama bukan identitas (nama), tetapi karakter diri yang teramati. Dari kata-kata hingga perbuatan.~SinA
Made in Arab Saudi yang paling diminati umat Islam seluruh dunia adalah HAJI.~SinA
Dampak buruk jomblo terlalu lama, adalah sulit berkerja sama atau berpadu, baik dengan sejenis atau lawan jenis.~SinA
Ikulo rasa ne orak ndu'e konco sek tulus plus sek bener-bener pinter atau cerdas. Koyo sek tok rasak ne saiki “sambat to terus...”.~SinA
Kebersamaan tidak harus selalu berkumpul. Tetapi memberi ruang dan kesempatan, kufikir merupakan kebersamaan dan penghargaan yang tiada tara.~SinA
Belajar sabar, adalah belajar memunafikkan diri.~SinA
Terkadang, tresno iku jalaran ne orak iso dirumongso utawi diapaido.~SinA
Kompak itu tidak harus selalu bersama kemana-mana. Tetapi saling mendukung dan saling menguatkan, adalah arti kompak yang seaungguhnya.~SinA
Pendewaan terhadap rasio membuat kita mengesampikan norma dan estetika yang terkadang tidak rasional dari sisi kita.~SinA
Bedanya manusia kuat sungguhan, dengan kuat karena cari muka. Itu bisa dilihat dalam selang waktu pasca awal bertemu.~SinA
Jembatan penghubung “kesenjangan atau perbedaan adalah kuminakasi plus komunikatif”.~SinA
Menafikan hal yang kodrati, sama artinya melawan atau menghilangkan hal yang tidak bisa terhapuskan.~SinA
Sudah sunatuAllah, hidup saling merepotkan (membutuhkan). Tidak perlu dinafikkan atau dipungkiri.~SinA
Orang yang seharusnya kita utamakan atau dahulukan adalah orang yang paling peduli dan peka terhadap kita.~SinA
Bagaimana nasib mereka yang tidak punya kuasa atau keberania untuk melawan atau memberontak dari keadaan yang menindasnya?~SinA
Hindari suka berdusta dan suka menafikkan keadaan nyata. Karena, perbuatan demikian itu mengajarkan kita memutar balik batin dan diri.~SinA
Di antara ciri penghuni neraka itu adalah membiarkan atau mengabaikan saja kedzoliman berlangsung.~SinA
Wujud terakurat Iman kepada Tuhan dimiliki insan adalah kepekaan dan kepedulian. Terhadap hal lain yang di luar dirinya.~SinA
Kangen, adakalanya dapat dibilang demikian. Tetapi, adakalanya kangen bejumpa dan berbicara itu hanya ingin menjelaskan. Bukan yang lain.~SinA
Setahuku, hanya bayi yang baru lahir saja. yang tidak paham getaran dan gejolak dalam dirinya. Apakah itu Love atau Dusta.~SinA
Tidak ada keindahan, tanpa ada pemahaman dan perasaan yang melingkupinya.~SinA
Terkadang kita membutuhkan teori, untuk menjembatani pemikiran yang dirasa terputus atau terbatah-batah dalam mengkaji hal.~SinA
Mengapa harus ada perasaan? Bila perasaan yang terulang itu menyakitkan.~SinA
Banyakkan refrensi, agar mudah dan santai dalam menghadapi dinamika yang berbenturan atau tidak beraturan.~SinA
Diperlakukan tidak sebagaimana memperlakukan. Rasanya itu, sulit diterjemahkan dan dituliskan.~SinA
Bertemu hal yang membuat teringat masa lalu yang menghinakan, itu memuakkan.~SinA
Hanya manusia berpemikiran primitif, yang membenci teori.~SinA
Bila tidak bisa berbagi, harta, tenaga atau perasaan. Memberi informasi pun merupakan bagian dari berbagi kebaikan.~SinA
Guru moderat ialah guru yang tidak pernah mencerabut hak dasar pesertadidiknya sebagai mahluk sosial.~SinA
Pemikiranya yang dikader, bukan kekerasannya yang dilestarikan.~SinA
Harapan itu yang membuat kita tetap menyala-nyala menjalani kehidupan.~SinA
Harus belajar, agar tidak suka dalam kedunguan dan kebimbangan.~SinA
Pemikirannya yang dikader, bukan kekerasannya yang dilestarikan.~SinA
Allah itu tidak terpisah oleh diri, Ia selalu ada dan menyatu di setiap jiwa kita.~SinA
Jikalau suatu hal sudah menjadi budaya (membudaya). Niscaya, lambat laun hal itu akan menjadi kepribadian.~SinA
Menghadapi orang dewasa yang anak-anak, itu membutuhkan pengendalian diri dan pemahaman mendalam.~SinA
Tromatik, dapat membuat kita menjadi orang yang cenderung sekptis.~SinA
Aspek saling memberi kepercayaan, merupakah hal penting untuk menghasilkan iklim pembelajaran yang berkualitas.~SinA
Sebagai pengajar, hendaknya memiliki tingkat kesensitifan yang madani. Untuk bisa merespon segala bentuk kecendrungan pesertadidiknya.~SinA
Pemhabasan apapun itu, akan lebih komperhensif dan representatif terhadap hal. Bila pengkajiannya melihat ruang lingkup dan batasan-batasan kajianya.~SinA
Beribadahlah kamu, dengan tetap setia dan berjuang dalam garis amanat penderitaan rakyat.~SinA
Politik rai-gedek, ini politik yang dilakukan oleh elit politik munafik atau manipulatif.~SinA
Aku tahu bagaimana rasanya perjalanan yang belum menemukan jawaban. Tetapi, selama masih ada asa, tidak ada kata lemah/kecewa.~SinA
Peradaban maju karena pemikirannya, bukan karena kekerasanya.~SinA
Masalah ekonomi, tidak bisa diselsaikan dari dalam fikiran.~SinA
Akan tidak baik, bila kita mencampurkan urusan politik dengan urusan kemanusiaan.~SinA
Aku bukan orang yang bangga dengan identitas, tetapi akulah orang yang tersiksa dan terbebani karena identitas.~SinA
Memintak pertolongan kepada Tuhan dalam kondisi yang sangat rasional. Itu namanya memperbudak Tuhan, bukan memuja-Nya.~SinA
Beribadahlah kamu, dengan tetap setia dan berjuang dalam garis amanat penderitaan rakyat.~SinA
Mengaitkan dan merangkai kata dalam tulisan itu lebih sulit. Daripada mengaitkan dan merangkai kata saat berbicara atau berkata-kata.~SinA
Kita yang menuruti semua kehendak diri dan menghilangkan hal di luar diri. Itu tandanya kita sudah menghamba atau memperTuhan-kan diri.~SinA
Menjadi guru, tidak saja hanya menuntut. Tetapi juga harus menerima dan mampu memahami.~SinA
Membangun idealisme dan keteguhan itu salah satunya dengan diskusi.~SinA
Iman perjuangan seperti apa? Bila menemani dan membimbing yang masih lemah saja tidak diperbuat.~SinA
Kita akan kecewa dengan dia, ketika selalu berharap dengan dia yang satu realita dan sekemampuan.~SinA
Kekecewaan hadir, karena kefanatikan atau keterlaluan berharap kepada suatu hal.~SinA
Kecewa ada karena ada harapan.~SinA
Hati yang satu untuk dibagi-bagi, hati yang banyak untuk disatukan.~SinA
Tidak ada yang salah dengan yang diperbuat, apapun itu. Yang salah itu adanya tidak pernah berbuat dan tidak pernah melihat.~SinA
Kefatalan dalam dunia pendidikan adalah kelalaian.~SinA
Dunia pendidikan tidak memiliki konsepsi sama dengan dunia ekonomi. Jadi, haram hukumnya melakukan hukum jual beli atau proyektis di dalamnya.~SinA
Dari Sinaryo untuk ibu. Kumpulan bunga rampai dan pemikiran kritis dari gagasan yang tersekap.~SinA
Orang Islam itu masuk neraka semua, ketika melihat kedzoliman dan ketimpangan terjadi hanya termangu dan tidak berbuat atau berupaya apa-apa.~SinA
Aku tidak punya Presiden. Karena presidenku jahat dan tidak pro-rakyat dan politiknya manipulatif.~SinA
Tekadang, ia yang tidak ada kita harapkan, ia yang selalu ada luput kita perhatikan dan senagkan.~SinA
Nasib yang setia, terkkadang dipermaikan karena kesetiaanya. Mungkin ini namanya kesetiaan dalam keluguan, ini keburukan yang dipertahankan.~SinA
Ketulusan akan terasa melelahkan dan memilukan. Bila salah dalam menempatkan atau melabuhkan.~SinA
Terbiasa menjalani tanpa perhatian atau saying-sayangan dari orang lain kecuali dari Orang Tua plus Keluarga. Itu lahan baik menempa kedewasaan.~SinA
Untuk mempertajam kepekaan, solusinya tidak membentuk diri ketergantungan terhadap suatu hal yang materiel.~SinA
Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia. [HR. Abu Daud]
Yang sedang merancang Skripsi, tetap semangat. Yakin saja selalu ada yang memperhatikan, mendukung, menyemangati, dan membanggakanmu.~SinA
Akal sehat dalam sadar, hanya dimiliki ia yang tidak fanatik.~SinA
Terkadang sesuatu itu memang penting, menjadi tidak penting karena tidak pada tempatnya.~SinA
Yang sukanya praktek, ya silakn praktek. yang sukanya baca/berteoritik, ya silakan berteoritik. yang penting satu sama lain tidak menegasikan.~SinA
Bentuk orang depresi adalah sibuk dengan urusan pribadi dan dominan mementingkan pribadi (saat hal umum lebih krusial).~SinA
Kita harus pelajari semua materi, teknik, dan skill. Tidak disleksia dalam proses pembelajaran, karena otak kita lintas dimensi.~SinA
Ombak laut dari satu sapaan ke samaan yang lainnya. Tidak penah sama, namun tetap kontinu menyapa walapu dengan wajah yang berbeda.~SinA
Sepetinya memang aku harus membuat novel/cerpen tentang pribadimu. Agar kamu tahu, bahawa aku tidak sedang bercanda mengharapakmu.~SinA
Titik didih kebencian orang kepada orang lain adalah ilfil.~SinA
Kelemahan atau ciri orang peka, sulit konsentrasi (fokus) saat banyak suara manusia. Fikirannya selalu ingin perhatian dan ingin merespon.~SinA
Hanya Guru yang kurang akal, yang tidak menyukai dan tidak apresiatif terhadap anak didiknya yang kreatif, aktif, dan antusias.~SinA
Kepekaan dan kepedulian itu terlatih, bukan kodrati dimiliki setiap insani.~SinA
Hari bukan milik kita sendiri. Sibuk dengan diri sendiri artinya apatis, sibuk dengan orang namanya artinya lupa diri, sibuk dengan diri dan orang lain artinya sosialis.~SinA
Beranjak dewasa itu dilatih dan dipelajari. Tidak datang dengan tiba dan begitu saja menjadi. Pandainya memaknai dan memikirkan, ini menetukan!~SinA
Adakalanya perlu tidak mandiri. Untuk apa? Untuk bisa belajar merasakan, membutuhkan, dan bersama orang lain.~SinA
Orang paling munafik, adalah ia yang membanggakan keJOMBOLanya. Sebab, ia ingin seperti orang lain, tetapi sedang mengendalikan atau menahan diri.~SinA
Apa yang pernah dijumpa dan apa yang pernah diperbuat. Itu mengkontruksi fikiran, hingga bisa mempengaruhi diri.~SinA
Coba baca kembali, apa yang pernah kamu tulis. Itu bisa menyadarkanmu, apa saja hal yang mempengaruhi dan siapa saja yang pernah hadir untukmu.~SinA
Termasuk golongan munafik, saat berjalan tidak pada kodratnya. Sulit memang, membedakan antara munafik dengan menahan diri.~SinA
Coba didalami dan dimaknai terlebih dahulu, hal yang tidak sesuai dengan asumsi diri. Siapa tahu ada kebaikan yang bisa diambil dari itu.~SinA
Semua resiko yang sudah tersangka atau diperkirakan sebelumnya dan dikemudia waktu sangkaan itu benar terjadi. Maka nikmati dan renungkan, bahwa  semua hal dalam jangkauan pasti bisa dikendalikan.~SinA
Tidak ada penyesalan dan tidak ada menyesali untuk semua yang telah lalu terjadi. Dan sekarang waktunya menatap dan menjalani yang terjadi.~SinA
Hendaknya yang sudah lega atau leluasa, menyapa dan menyemangati ia yang masih tersekap atau tertekan oleh keadaan.~SinA
Guru baik itu diantaranya adalah Guru yang mampu membangkitkan rasa percaya diri siswanya, bukan sebaliknya.~SinA
Anakdidik membutuhkan hal yang bisa ia banggakan dari dirinya. Dengan cara mendapatkan pengakuan atau penghargaan atas hal yang menjadi keunggulan atau kemampuannya.~SinA
Rapi tidak identik dengan gaya elitis.~SinA
Jikalau masyarakat kita tidak memiliki keberanian untuk melawan/menolak, maka perlakuan semena dari institusi/birokrasi akan semakin menjadi-jadi.~SinA
Guru moderat ialah guru yang tidak pernah mencerabut hak dasar anakdidiknya sebagai mahluk sosial.~SinA
Jangan bilang kamu beriman, manakala dalam dirimu tidak memiliki nilai lebih dalam hal kasih sayang kepada yang lain.~SinA
Untuk mempertajam kepekaan, solusinya tidak membentuk diri ketergantungan terhadap suatu hal yang materiel.~SinA
Banyak orang yang berkomentar tentang diri kita, Tetapi tidak banyak orang yang ingin berkontribusi nyata untuk diri kita.~SinA
Berkelompok adalah pengorganisasian secara natural. Yang menunjukkan kebutuhan dasar manusia sejatinya berkelompok.~SinA
Pembelajarana yang paling menyenangkan dan menghargai ialah situasi pembelajaran yang partisipatif dan apresiasif.~SinA
Membangun budaya partsipatif, sama halnya membangun budaya oranganisasi dan kekolektifan.~SinA
Kekerasan atau kerusuhan, salah satunya berasal dari kekurangan dan penindasan yang mungkin masif terjadi.~SinA
Naluri yang seharunya sudah melekat sedari lahir manusia ialah kepekaan. Saat itu pudar atau tidak dimiliki, maka kemanusiaanya diragukan.~SinA
Sudah bukan jamannya lagi bagi dosen atau pendidik, menunjukkan sikap killer atau sadis agar disegani atau dihormati oleh pesertadidik. Hal yang demikian itu berlaku pada fase primitive atau pendidikan ortodok-konserfati-puritan.~SinA
Jalan raya saja ada rambu-rambunya. Masak berkehidupan tidak demikian, dalam hal etika, estetika, dan moral.~SinA
Sampai kapanpun bila masih mengedepankan hal yang sifatnya lahiriah. Sampai itu juga akan tetap sulit mempertemukan persamaan dan yang ada selalu bertentangan dan menemukan perbedaan.~SinA
Tatkala hakmu sudah menyentuh wilayah hakku. Itu berarti hakmu boleh aku jamahi dan aku nikmati. Sebabnya, kamu sudah melewati batas.~SinA
Penyakit sisa penjajahan yang sangat melekat dan sulit dihapuskan ialah penyakit lemah mental, ketertundukan, dan lemahnya jiwa progresive. Hingga beberapa keturunan.~SinA
Nenek moyang kita, sakit mental dan sampai kepada beberapa keturunan selanjutnya hingga kita. Adalah karena perbuatan penjajah.~SinA
Hanya manusia yang tidak paham Sejarah, yang masih mengaggunkan dan fanatic berlebihan kepada tim bola Inggri, Belanda, atau Jepang.~SinA
Orang tidak paham, adalah orang yang paling tidak tepat dalam berkeputusan.~SinA
Organisasi yang sesungguhanya mengajarkan kamu tentang perbedaan, kebersamaan, kedewasaan, dan perjuangan-koletif.~SinA
Menyembah Ilusi namanya, bila menyatakan Tuhan terpisah oleh diri.~SinA
Keadaan perpolitikan Negara (nasional) dapat dilihat dari selera (minat) generasi saat ini untuk mengikuti oraganisasi.~SinA
Lemahanya generasi diawali (ditandai) dengan siswa atau Mahasiswa yang enggan untuk terlibat aktif dalam suatu forum (organisasi).~SinA
Yang paling tidak kusuka dari siswa atau Mahasiswa ialah enggannya dia untuk terlibat aktif dalam suatu forum (organisasi).~SinA
Hanya Mahasiswa yang kurang sehat Iman dan Fikiran. Bila masih menginginkan atau membanggakan kepemimpinan (diktaktor) yang pernah ada.~SinA
Harga diri oranganisasi, melekat pada setiap individu koletifnya.~SinA
Kamu yang reaksioner dan agresif, itu mencerminkan diri yang dangkal bukan yang radikal.~SinA
Jadi mikir, pemimpin sekarang yang didahulukan kepentingan atau kelanggengan agama. Memangnya masa-rakyat butuhnya agama dan tidak butuh makan!~SinA
Sikap pribadi ini sebenarnya tidak menolak hal-hal yang Arabian, tetapi hanya tidak menghendaki dominasi Arabian dalam kehidupan asli nuansa keindonesiaan.~SinA
Banyakkan masa mudah mengorbankan waktu untuk sekitarmu, agar kelak begitupulaperlakuan dan bagimu.~SinA
Kehidupan memang terasa payah (sumpek/suntuk), saat sesama kita tidak mampu untuk saling memahami atau sekadar ingin tahu.~SinA
Akan sulit mencapai kepada taraf penyucian batin. Saat dalam keseharian tidak disertai dengan belajar kepada hal-hal yang sifatnya batiniyah.~SinA
Belajar peduli, artinya belajar merespon sesuatu hal yang tidak berkaitan langung dengan diri.~SinA
Kebiasaan tidak merespon sutau hal yang tidak bersinggungan, merupakan cikal-bakal membentuk pribadi menjadi apatis (tidak peduli).~SinA
Pedzoliman kepada orang lain terjadi setelah suka pendzoliman kepada diri.~SinA
Yang dilahirkan untuk menggantikan, meneruskan dan memperbaharui, bukan sebaliknya. Ini agar kehidupan melangkah kedepan, bukan kebelakang.~SinA
Kita sama-sama dilahirkan, bukan dihidupkan. Maka hendaknya kita bisa saling menyempurnakan, bukan memaksakan kehidupan.~SinA
Perbuatan dapat dilakukan bersama saling melengkapi dan menyempurnakan. Bila kita hendak saling mengerti dan memahami.~SinA
Memang harus ada saling memiliki, agar diantaranya tidak ada kesenjangan dan kejanggalan dalam prasangka dan perbuatan.~SinA
Milikimu bukan milikku, miliku bukan milikmu. Milikmu dan milikku adalah pasti milik kita, di bawah naungan dan dominasi-Nya.~SinA
Aku memang tidak miliki kuasa atas kamu. Tetapi Tuhan-ku memiliki seutuhanya dominasi semua tentangmu.~SinA
Aku katakan “aku tidak miliki Tuhan dalam arti serealitas dengan hambanya”, tetapi aku miliki kamu yang dikasihi, dicintai, diberkahi, dan dilindungi oleh Tuhan.~SinA
Tidak ada perbuatan yang sia-sia, yang ada hanya berbuat bukan pada waktu dan tempatnya.~SinA
Idealisme memang penting, tetapi akulturatif dan akomodatif merupakan perbuatan lebih baik yang dialektik banyak positifnya.~SinA
Perbuatan yang sifatnya idealisme. Itu adalah terjadianya kebendaan atau sesuatu yang hanya atas kuasa-Nya (milik Tuhan).~SinA
Siapa yang bisa bersikap dan berbuat sebelum berjumpa dan memahami objeknya? Tidak ada.~SinA
Pendzoliman terhadap suatu hal, terjadi karena perlakuan kepadanya tanpa melihat atau merasakan wujudnya.~SinA
Berbuat dan menyimpulkan sekehendak diri sebelum melihat keadaan sesungguhnya, ini tergolong perbuatan Idealisme.~SinA
Melihat objek sebelum berbuat atau bersikap, ini sudah termasuk cara berfikir materialis.~SinA
Cantik itu, ia yang mampu mengadaptatifkan sandang dan papan yang ia kenakan (lingkupi) .~SinA
Perbuatan dikatakan tidak relevan, ialah perbuatan yang dilakukan bukan pada tempat atau situasinya.~SinA
Baju tidur ya hendaknya tidak untuk berpergian. Bila masih dilakukan, ini namanya perbuata yang tidak relevan dan memaksa ketidakbaikan yang dianggap baik.~SinA
Orang merespon kepada apapun yang ia ketahui, itu bukti ia memahami.~SinA
Karena masa tidak mungkin terulang, maka gunakanlah setiap masa sebaik-baiknya.~SinA
Bagaimana oranganisasi ingin besar? Bila anggotanya tidak saling mempedulikan dan suka saling mengabaikan.~SinA
Manusia mana yang mampu bertahan tanpa sapaan? Dari sekitar dan sekelilingnya.~SinA
Pengakuan terhadap segala hal upaya yang diperbuat seseorang. Adalah wujud tindakan baik untuk membuatnya jauh lebih baik dikemudian waktu.~SinA
Tidak bisa dipungkiri, bahwa setiap insan membutuhkan pengakuan.~SinA
Kepekaan menciptakan dan membentuk karakter yang saling menguatkan dan mempedulikan.~SinA
Tidak peka artinya mewujudkan liberalisasi dari berbagai dimensi kehidupan.~SinA
Orang yang hanya mengandalkan rasio saja, biasanya cenderung kaku dan tidak mau kalah atau keras kepala.~SinA
Setiap kita miliki jalan terbaik dan yang paling lebih baik ialah jalan yang berpanduan atau berdasarkan.~SinA
Agama bukan teks yang mati dan stagnan dalam melihat serta mengarungi kehidupan.~SinA
Agama bukan hafalan, tetapi kehidupan. Yang setia melingkupi setiap alunan hela'an dan hembusan nafas.~SinA
Minoritas bukan diberantas atau dipandang downd-class, tetapi dimakani sebagi lapisan penyusun class. Yang kemudian dijadikan rujukan dan petimbangan.~SinA
Siapa yang mau dilupakan? Setiap kita ingin dianggap. Begitupula dengan mereka yang minoritas.~SinA
Pemaknaan kita atas keadaan, menunjukkan khazan dan kualitas penyadaran atas diri.~SinA
Kita semua tahu kalau Bumi ini luas dan jagad raya ini tidak terukur. Tetapi kita lupa bahwa semuanya tidak ada yang sama.~SinA
Perbedaan itu jurang pemisah dan neraka bagi mereka yang fanatik.~SinA
Mengkompromikan bukan berarti melemahkan hakikat, tetapi lebih menghargai atas hakikat masing-masing untuk dipadukan.~SinA
Perbedaan bukan tidak bisa disatukan, tetapi dikompromikan untuk menjunjung satu hal yang mewakili kepentingan bersama.~SinA
Perbedaan itu jadi laknat, saat kita mengharapkan kesamaan dari perbedaan yang nyata adanya.~SinA
Perbedaan itu rahmat, bukan laknat.~SinA
Ustad sekarang, bukan menebar keharmonian dari dakwah yang ia sampaikan. Melainkan menebar kebencian kepada yang berbeda.~SinA
Mendekati kesampurnaan kehendak perwakilan Tuhan seorang ustad itu. Saat ia waspada dan menyadari setiap lakunya.~SinA
Bila kita mengidolakan ustad-ustad yang awam politik, maka tunggulah saatnya kita terpolitisir oleh keawaman politiknya.~SinA
Banyak ustad yang dipolitisir dan mereka tidak sadar. Ini disebabkan karena mereka buta politik, ini nyata dan sudah banyak terjadi.~SinA
Teks Al-Qur'an itu label formal atas firman Tuhan. Dan firman Tuhan tidak sebatas teks itu saja, ia luas yang meliputi seluruh jagad raya dan isinya yang dapat diterjemahkan.~SinA
Surga itu luasnya tidak terukur (karena Tuhan Maha segalanya), dan yang punya hak itu semua lapisan masyarakat plus golongan. Dan yang jelas tidak ada yang bisa memonopoli surge.~SinA
Emang indahanya Taman Surgawi hanya mmilik nenek moyang golongan. Dikira orang yang di luar golongan dan keturunanmu tidak punya hak untuk itu.~SinA
Harusnya agama digunakan sebagai perekat sosial, bukan pemicu konflik sosial.~SinA
Surga tidak bisa diprivatisasi, karena privatisasi nanti akan melahirkan pendewaan terhadap satu golongan.~SinA
Bisa-bisa mengidentitaskan diri sebagai orang saleh, sedang kita tahu kesalehan tidak bisa diukur dari sisi syariat saja.~SinA
Masih bisa tertawa setelah mengabaikan atau melupakan orang lain yang pernah mempengaruhi diri kita, adalah tanda diri sudah tidak stabil.~SinA
Menjadi pribadi yang peduli, simpati atau empati itu tidak tiba-tiba hadirnya. Ia ada karena dilatih dan dibiasakan untuk dilakukan.~SinA
Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini.~Artikel Buddhis
Tidak perlu disesali hal yang telah terjadi, apa lagi hal yang tidak mungkin bisa dirubah atau diulang.~SinA
Lompatan-lompatan banyak membuat kecelakaan dan riskan pengorbanan yang merugikan “nilai penting tahapan di sini”.~SinA
Tahap-pertahapan, membuat kita lebih sehat dan membentuk kontruksi yang lebih kuat.~SinA
Sebelum MATI, kita sama-sama menunggu MENUA.~SinA
Aku kamu dia dan mereka, sebenarnya sama. Sama-sama menunggu MATI.~SinA
Mana mungkin manusia jadi kilafah di bumi ini. Bila wujud manusianya apatis, saling mengabaikan, saling melupakan, dan mengabaikan.~SinA
Menyesali hal yang jelas tidak bisa dirubah, ini yang namanya perbuatan sia-sia.~SinA
Di antara hal yang paling menyakitkan itu “permusuhan setelah persahabatan”.~SinA
Sesungguhanya aku bersamamu adalah orang yang menunggu.~Nabi Syu'aib
Teliti dulu konflik yang mendasari, baru beri bantuan. Agar tidak melestarikan kedzoliman berkelanjutan.~SinA
Kita diajarkan untuk dewasa dari hari ke hari, dengan cara memaknai dari setiap hal yang telah dilalui dan terjadi kepada diri.~SinA
Kita yang terluka hati karena tidak rela mengakui kenyataan.~SinA
Siapa yang peduli dengan kita yang banyak ilmu, tetapi miskin harta? Kurasa untuk saat ini kita dilihat bukan dari ilmu.~SinA
Bila masih terjebak dengan ego diri, maka akan sulit menempatkan diri, kapan menggunakan akal dan kapan menggunakan hati.~SinA
Perlu diketahui, bahwa syariat dalam Islam itu ada dua, syariat dari Al-Qur'an dan Hadis atau syariat dari sunatuAllah (hukum alam).~SinA
Yang membuat dunia ini tidak stabil dan kacau adalah di antaranya karena banyaknya manusia fanatik yang bertebaran.~SinA
Menerima keadaan yang tidak sesuai dengan rencana atau angan, adalah cara diri memahami kehendak atau kuasa-Nya atas diri.~SinA
Salah satu kriteria untuk pemimpin itu harus PEKA. Mampu dan hendak ikut merasakan kondisi rakyatnya yang tidak manipulatif.~SinA
Syekh Siti Jenar, mengajarkan perlawanan dengan perbedaan yang subtanis kebenaranya sama. Hanya syar’inya yang membedakan.~SinA
Golongan atau jenis hewan satu dengan yang saling itu suka saling melepaskan dan tidak saling peduli secara umum. Kalau manusia tidaklah demikian.~SinA
Diantara tanda kita miliki iman yaitu tidak saling melepaskan atau mengabaikan. Dan tetap mempertahankan jalinan ukhuwah.~SinA
Iman itu magnet yang ada dalam diri, ketika ia ada maka saling tarik menariklah dengan insa yang lain dalam rangka kasih-mengasihi dan saying-menyayangi (peduli).~SinA
Tidak ada kata muslim-imamah, saat diri masih suka bersikap acuh dan tidak mempedulikan atau memperhatikan hal yang di luar diri.~SinA
Dikatakan sebagai pengindah dunia, bila benda itu kebermanfaatanya di atas yang lainnya.~SinA
Merasakan yang di luar diri seperti merasakan diri, adalah kemampuan tidak dimiliki semua orang, dan ini wujud iman berperan.~SinA
Yang Maha mengatur suasana hati, tetapkanlah setiap diri ini setia kepada-MU. Dan hindarkanlah hati ini diisi dengannya yang tidak sadar atau berniat melupakan-MU.~SinA
Evaluasi paling dangkal adalah evaluasi wawasan dari sisi hafalan (daya ingat).~SinA
Tidak perjuangan politik sejati, bila masih suka-suka dan setengah hati dalam melakukannya.~SinA
Bagian dari kebijaksanaan hidup, menyambut baik sesuatub yang tidak kita harapkan menghampiri.~SinA
Menyadari bahwa diri ini banyak yang menyukai dan memperhati, adalah satu obat untuk cepat mengembalikan keterpurukan.~SinA
Mengapa sakit hati? Karena terlalu berharap dan cinta berlebihan kepada yang sifatnya duniawi dan lahiriah.~SinA
Jikalau merasa jalan masih panjang, gunakanlah untuk memperjelas arah langkah kehidupan hendak kemana.~SinA
Masih banyak yang mengharapkanmu. Jadi tidak usah larut dalam patah hati atau sakit hati.~SinA
Karena ditinggalkan oleh ia yang pernah melengkapi labirin hidup. Sakit hati wajar, terpuruk itu yang tidak boleh.~SinA
Tidak banyak hal yang membuat diri tersiksa, kecuali memalikan diri mendengarkan suara hati.~SinA
Ketinggian derajat atau martabat, miliki mereka yang mampu menerima stimulus secara tidak langsung dari semesta.~SinA
Manamungkin ada disebut kedewasaan, manakala tidak pernah mampu memaknai apa yang pernah telah terjadi kepada diri.~SinA
Kedewasaan didapat tidak dari pemaksaan, tetapi didapat dari karena relanya/terbiasanya diri mempelajari dan menerima semua keadaan.~SinA
Kedewasaan yang sesungguhnya, ialah didapat dari nasehat diri kepada hati dan mengindahkan semua suara-suara semesta-alam yang melingkupi.~SinA
Bukan coba melaknati diri atas intropeksi diri yang memang perlu diperbaiki. Tetapi, mempelajari dan mengajarkan kepada diri tetang yang sudah diperbuat.~SinA
Maafkan aku ya Hati, tekadang diri ini tidak mengindakhan atau medengarkan suaramu yang sumbang, namun sering membayang-bayang.~SinA
Hati, maafkanlah diri ini yang banyak sekali mendustai kehendakmu dan cenderung memunafikkan diri atau membangkang nasehatmu.~SinA
Kebijakan dibuat oleh manusia dan diperuntukan untuk manusia. Namun, saat kebijakan itu merugikan atau menindas manusiaanya. Apa itu kebijakan untuk manusia?~SinA
Katanya don't look from the kover, Tetapi faktanya masih banyak yang tertipu oleh kover. Mengapa hingga terjadi demikian? Karena aspek lahiriah (teramati) sangat mempengaruhi otak.~SinA
Syahdunya hidup itu manakala kita mampu menempaktakan kapan menggunakan akal, kapan menggunkan hati dan kapan menggunkan indera.~SinA
Selain pribadi yang agmis. Hendaknya kita juga harus mliki insting/kepekaan sosial yang baik. Karena kebanyakan dari mereka setelah saleh lupa lingkungn sekitar.~SinA
Kasian mereka kaum ploretarian di Indonesia. Yang secara statistik komunitas agamanya banyak, Tetapi penyakit sosialnya juga banyak.~SinA
Kaselahan diri identik dengan sibuk ngurusi Tuhan dan banyak menegasikan/melupakan urusan kemanusiaan (hubungan sesama insan).~SinA
Agama secara kaku dipahamai sebagai wadah tempat merefleksikan diri untuk mencari ketenangan. Tetapi apakah mungkin ketenangan tergapai saat badaniah banyak kurang atau kelemahan secara kebutuhan lahiriah melingkupi?~SinA
Kita yang belajar untuk tidak sakit hati. Pastinya sering menerima prlakuan yang tidak wajar dari sekitar. Sabar, itu stimulus yang baik untuk konstruksi diri.~SinA
Belajar tidak sekedar belajar intelektual dan spiritual saja. Hendaknya juga belajar tentang emsoi dan gejolak sosial, dengan merasakan dan mendengarkan dinamikanya yang tertindas dan tergilas karena ada kerakusan.~SinA
Tidak enak rasanya kelapara, sakit tidak bisa berobat dan penderitaan lainnya berturut-turut menyertai. Terus bagaimana bila kita di posisi mereka? Dan bagaiman bila kita tidak seperti mereka dan lebih berhuntung?~SinA
Siapa yang memikirkan manusia menderita karena dimelaratkan? Agamawan, intelektual dst. Tidak! Kecuali mereka yang bisa merasakan penderitaannya dan hakikat penindasan.~SinA
Tahu agama saja tida cukup, bila tidak tahu tentang penindasan dan penghisapan yang juga artinya mendzolimi.~SinA
Bangunlah kualitas diri di atas kebaikan, dan hindarilah membangun kesenangan diri di atas kesusahan orang lain.~SinA
Ada kalanya memang kita harus melegakan-merendahkan diri, dan merelakan sejenak idealisme diri untuk menghargai perasaan orang lain terhadap kita. Kalaupun hendak menolak, tolaklah dengan santu dan baik sebagaimana memperlakukan manusia yang berperasaan.~SinA
Bila diri masih pada tataran syariat dan banyak mempertentangkan ini dan itu. Alamat akan sulit untuk mendekap kesejukan nur Tuhan yang menenangkan.~SinA
Semua orang pasti sadar dalam kadar tertentu, tetapi tidak semua mampu menyadari hal yang di luar dirinya sehingga mampu merasaakan.~SinA
Mengenal Tuhan, beda dengan hafalan nama dan sifat-sifatnya. Tetapi bagaimana implikasinya diri dalam memperlakukan setiap jiwa ini.~SinA
Kita adalah hamba untuk jiwa kita, ini merupakan langkah awal pengabdian terhadap Tuhan.~SinA
Setiap kita yang miliki hasrat fanatik dalam diri. Cenderung membentuk diri yang keras kepala dan angkuh plus sulit menerima perbedaan.~SinA
Terkadan fikiran bisa dewasa, tetapi perasaan tidak mudah diajak untuk dewasa. Karena yang namanya sakit hati, itu tidak mengenal kapan dan dimana.~SinA
Kehidupan memang tidak diperuntukan bagi kita yang suka tidak mempedulikan. Karena yang macam itu kelak akan menciptakan kerusakan hubungan social sesama mahluk.~SinA
Masa perbudakan moderen adalah masa yang hanya memandang keunggulan dari sisi intelektual saja.~SinA
Rakyat butuh makan, pendidikan, dan layanan kesehatan!~SinA
Sudah tidak eranya lagi, bersyariat sedang diri hedonis dan apatis. Yang cendrung mengkafirkan dan melaknati yang lain di luar dirinya dan di luar golongannya.~SinA
Kebaikanlah yang tercipta saat pergaulan sesama manusia diikat dengan ketulusan dan dijalankan dengan penuh kasidah cinta.~SinA
Terasakan sekarang? Tidak miliki lagi sahabat tulus dan setia seperti kita-kita. Sadar saja tidak cukup, tanpa menyadari.~SinA
Kesepian ya? Tidak menemukan lagi teman yang setia dan tulus seperti kita-kita? Kasian sekali kamunya. Surga tidak untuk orang macam kamu! Yang mudah melupakan dan mengabaikan kebaikan bersama yang pernah terbina.~SinA
Ini soal rasa dan selera, jadi maaf bila kurang jelas atau sulit dipahami penjelasannya. Karena dalamnya hingga kata tidak mampu mengkanter untuk membahasakan.~SinA
Teliti dan memahami profil serta gegap gempita yang pernah diperbuat oleh seorang bakal pemimpin. Adalah baik untuk agar tidak menyesali nanti, namun tetap tidak cukup dari sisi ini saja.~SinA
Semua calon pemimpin menghendaki kemajuan dan kebaikan untuk rakyatnya. Tetapi semua visi itu bisa dilihat dari gelagat dan historis (profilnya).~SinA
Pemimpin pro-Korporasi dan cenderung menegasikan prduktifitas kekayaan dan kesanggupan dalam negri. Maka layak untuk ditolak dan dihinakan.~SinA
Combro adalah makan goreng hasil produsi-kreatif masa rakyat, yang terbuat dari singkong dan berisikan oseng tempe.~SinA
Tuhan, tidak menciptakan manusia sabgai mahluk yang keras kepala atau anti-dialektik. Namun, keadaan dan pengalaman pahitlah yang mengkontruksi hingga menjadi demikian.~SinA
Memaafkan dan mendengarkan klarifikasi seorang dari keadaan rumit yang sedang dialaminya, memperlihatkan kearifan diri.~SinA
Bagian dari kebajikan hidup, bila kita hendak menerima penjelasan, dari keadaan salah-paham yang sudah berlarut-larut.~SinA
Salah-paham terjadi dari situasi persahabatan yang sudah bertahan lama. Yang diperjalanannya ada orang ketiga yang mengusik dan menjadikan tidak berimbang.~SinA
Permusuhan yang bisa bertahan hingga turun-temurun adalah permusuhan yang bermula dari salah-paham.~SinA
Sebagian besar dari kita lebih suka membiarkan kesalah-pahaman berlarut, hingga mengarang dan menjadi permusuhan.~SinA
Hidup dalam situasi salah-paham, membuat diri serba salah untuk bersikap dan mencari solusi dari keadaan itu.~SinA
Menduga atau menyangka adalah berbuatan yang kelak dikemudian hari bisa menumbuhkan kesalah-pahaman.~SinA
Kebanyakan dari kita terkadang lebih suka menduga atau menyangka. Daripada menanyakan secara langsung.~SinA
Dari semua teori yang kita pelajari, tidak semuanya bersifat mutlak atau kaku yang bisa digunakan dalam segala situasi dan kondisi.~SinA
Kata-kata adalah samar bayangan atau abstraksi dari suatu kejadi yang tengah disampaikan.~SinA
Hanya orang yang tidak memiliki kepedulian atau kepekaan untuk menyadari, yang mempertahankan apatisnya diri.~SinA
Konflik elit dan apatisme sekarang sedang menguburkan kekritisan yang harusnya dimiliki rakyat.~SinA
Tidak ada kesempurnaan secara mutlak. Karena dari setiap hal itu berbeda dengan keadaan lain. Sedang kita memandang hal itu berdasarkan.~SinA
Kehendak untuk melupakan hal yang menyiksa itu baik. Bila tidak bisa dan kesannya memaksa serta semakin melukai diri, maka jangan lakukan, itu menyakiti dan meluaki diri.~SinA
Siapa yang bisa mengendalikan naluri dalam kondisi sadar? Tidak banyak yang bisa. Karena naluri perwujudanya aksi yang tidak mudah ditelusuri mengapa hingga dapat terkondisikan.~SinA
Kita pernah dirundung kebingungan dan kebimbangan karena hasrat yang menerpa. Yang terkadang sulit dijelaskan dengan kata, itu naluri.~SinA
Siapa yang bisa membaca idealisme seseorang tanpa melihat aktualitas orang itu? Jelas tidak ada yang bisa.~SinA
Akulturasi, ini merupakan pendekatan yang akurat saat hendak menggunakan suatu metode atau gagasan yang bersifat idealisme.~SinA
Salah paham adalah realita yang terjadi karena dismanajemen atas gejolak matrial yang sebelumnya terkondisikan.~SinA
Diantara ciri orang beriman yaitu mampu membedakan orang yang tulus dan tidak tulus. Untuk menjadi bekal agar tidak mudah salah paham.~SinA
Tidak semua kita mampu menerima kenyataan dengan apa adanya. Ada diantara kita yang sukanya adalah mendustai keadaan, demi keangkuhan dan keakuan diri.~SinA
Kita terkadang merasa bosan dan jenuh oleh keadaan pasif serta monoton yang tidak berkesudahan. Itu bukti kita mahluk inovatif dan aktif.~SinA
Respon emosional adalah respons terhadap suatu hal yang cenderung tidak terkontrol, terkondisikan, dan terencana sebelumnya, dan biasanya menghasilkan fatalisme.~SinA
Kita manusia terkadang termotivasi untuk menggapai yang metafisik. Tetapi dengan cara mematrialkan hal yang metafiski atau gaip (surga atau nerakan) dan berujung menjadikannya berhala.~SinA
Bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan atau mendamba surga. Sedang diri kita angkuh dan suka memisahkan diri dari kenyataan hidup.~SinA
Hingga hari ini, masih pelik untuk mendapatkan manusia yang memang betul hendak tulus dan ikhlas untuk menjadi penguat bagi yang lain.~SinA
Semua orang pasti membutuhkan penguat. Agar tetap bisa berdiri tegak atau kuat untuk menghalau dan menghadapi kenyataan yang penuh kontradiksi.~SinA
Pilih tenggelam dan bersemayam dengan mahluk dasar laut dikesunyian. Daripada dikeramaian Tetapi serasa atau merasakan dikesunyian.~SinA
Hati itu seperti kucing, kadang bisa meong tetapi tidak tahu siapa yang dimeongin.~SinA
Setiap ideologi memiliki Visi surganya masing-masing.~SinA
Surga impian bagi mereka kaum sosialis (komunis) adalah masyarakat tanpa kelas.~SinA
Selamat Waisak untuk Saudara semua sesama hamba. Semoga menjadi refleksi diri yang selalu diberkahi.~SinA
Yang kelaparan, tertindas, dan terhisap, siapa yang bertanggung jawaba untuk memperhatikan dna mempedulikannya?.~SinA
Yang jadi masalah sekarang bukan perbedaa Tuhan dan telaah Tuhan. Tetapi perlakukan penghisapan atau penindasa yang memelaraktan rakyat.~SinA
Kita yang kelaparan, masihkah mampu mempertahankan ketqwaan.~SinA
Kita yang digoda dengan indahanya nikmatnya duniawi. Mampukah menghalaunya, saat diri ini sedang kelaparan.~SinA
Banyak manusia yang sadar, Tetapi tidak banyak manusia yang menyadari. Itulah mengapa saat ada yang kesulitan ia masih biasa aja.~SinA
Tidak dipungkiri bahwa diri ini miliki perasan dan Cinta kepadanya. Walaupun kesan diri ini arogan dan egois yang seakan keras kepala, ternyata bisa loo karena hati mengarap tambatan dan tempat beradu.~SinA
Persetubuhan hendaknya bukan menjadi visi utama dalam menapaki kehidupan. Tetapi, hanya sebatas sampingan untuk melestarika keturunan.~SinA
Harus disadari bahwa dominan beberapa pemikiran anak remaja sekaran adalah impian melakukan persetubuhan. Bukan visioner perjuangan. Siapa yang bertanggung jawab atas keadaan ini? Media informasi yang menyajikan hal yang membelenggu dan melemahkan.~SinA
Masih yakin dan percaya, bahwa puncak tertinggi dari kehidupan bukan visi mewujudkan pernikahan untuk melegalkan persetubuhan.~SinA
Tidak ada pergolakan atau perlawanan terhadap penindasan dan penghisapan yang memiskinkan, tanpa ada kesadaran atas situasi politik.~SinA
Kemelaratan kesadaran politik rakyat, akan menghantarkan ke jurang keblangsakan negara untuk gererasi selanjutnya.~SinA
Wanita seksi itu wanita yang politis. Seperti Nina Silakhai Moradhai.~SinA
Mengahapa harus paham dan mengerti Politik? Karena bila tidak demikian, kita hanya akan menjadi lahan eksploitasi politik.~SinA
Kasian kita yang diabaikan tanpa diberi kejelasan. Ibarat menjalani kehidupan tanpa diberi kejelasan dan dipangkasnya harapan.~SinA
Mental kita sebagai mahluk yang miliki rasional di atas mahluk lain, harus mempunyai kekuatan dan mental untuk merubah peradaban lebih leluasa.~SinA
Dinamikanya sekarang adalah dinamika membangkitkan semangat perlawanan dan mentalitas atas dominasi yang diskriminasi.~SinA
Sagitarius, Desember Sedang membangun dan memetakan perjalanan politik untuk beberapa tahun kedepan.~SinA
Politik bukan ladang tempat mencari makan. Tetapi, ladang tempat menggalang perjuangan dan menyuarakan perlawanan terhadap kebatilan.~SinA
Birokrasi mana? yang tidak menerapkan politik! Semuanya menggunakan itu untuk kepentingan  atau perwakilan.~SinA
Pendidikan politik penting, agar manusianya tidak saja menjadi pelengkap sistem. Tetapi juga menjadi pengerak dan pengawas (pengkontrol) sistem.~SinA
Di Indonesia ini! harus ada sekolah politik sejak usia dini. Agar kelak generasinya tidak dungu politik.~SinA
Pertarungan politik, memang identik dengan pertarungan gagasan dan kepentingan. Semua miliki maksud, baik atau tidak baik.~SinA
Daripada memanggil emosi diri. Lebih baik tutup mata dan telinga, saat berjumpa dengan manusia yang anti-politik.~SinA
Kemunduran negara! jelas akan terlihat. Berangkat dari pemahaman dan parstisipasi generasi muda terhadap masalah politik yang minim.~SinA
Hanya manusia dungu! yang masih saja dalam ajang perpolitikan, memilih partai yang jelas antek Neolib.~SinA
Negara, bila masyarakatnya dungu politik. Pasti! Kemajuang negaranya hanya kemajuang perbudakan dan penuh dengan politisir kalangan elit.~SinA
Tidak ada yang mengharamkan untuk berinovasi dan bergagasan beda.~SinA
Terkadang, orang yang sedang terpuruk itu lebih banyak mendiamkan diri sejenak dari penilaian orang yang menyudutkan. Keadaan tidak balik menyerang ini, hanya untuk meminta dipahami.~SinA
Bila sudah tahu kondisi orang terpuruk. Hindahrilah memperjelas keterpurukan orang itu.~SinA
Harusnya disadari, situasi dan kondisi saat ini dari sisi ekonomi, budaya, dan sistem. Merupakan hasil dari buah perjuangan politk.~SinA
Legalisasi privatisasi SDA di Indonesia, hanyalah akan menambah penderitaan rakyat yang semakin menjadi dan didukung pemerintah.~SinA
Hanyal mampu menjangkau, tetapi apa daya nyatanya diri tidak kuasa menggapainya. Menghikmai lebih berarti dalam kondisi seperti ini.~SinA
Intelektual sejati, tidak pernah diskriminasi karena berbeda cara pandang dan kesenjangan khazanah wawsan yang dimiliki.~SinA
Sama rata sama rasa dalam ekomomi dan sekularisme yang radikal, untuk meminimalisir konfik horisontal.~SinA
Membiasakan diri untuk memahami. Sesungguhanya sedang menuruti naluri jiwa sebagai manusia.~SinA
Kebanyakan yang berkembang di sekitar kita sekarang penganut agama adalah orang fasik. Teramati dengan dakwah-dkwah dan meyakinkan agama penuh dengan sara. Ini jenis manusia yang sering membuat kerusakan atas nama agama.~SinA
Ketidaktahuan miliki mereka yang memprotek diri untuk wawasan dan kemajuan.~SinA
Pak Soekarno tidak pernah menyatukan agama dengan negara. Ia adalah seorang yang sekuler dalam merangkai negara.~SinA
Pertemanan sepertinya lebih indah, saat tidak mendalam menjalaninya. Mungkin kata biasa aja, bisa menjelaskan mengapa demikian.~SinA
Karena tidak ada kejelasan dan penjelasan dari keadaan yang saling memojokkan. Maka timbul asumsi, pertemanan tidak seindah dulu.~SinA
Masih belum percaya bahwa ia orang terdidik, sedang lelakunya tidak pernah mampu lebih bisa memahami daripada orang yang tidak terdidik.~SinA
Tidak ada ungkapan mendalam dan ketulusan, tanpa ada kehendak dalam diri untuk ingin mengetri yang lain.~SinA
This my way, this my life.~SinA
Jika mengerti dan mengamalkan, bahwa yang paling unggul dari bangsa kita adalah peradaban dan kebudayaanya. Hal demikian ini pasti mendukung dan tidak mudahnya terombang-ambing dalam mengarugi arus perkembangan jaman.~SinA
Kasihan ia yang begitu saja ditinggalkan atau diputuskan tanpa ada diberi ruang klarifikasi atau sekadar untuk menjelaskan sebelumnya. Sesungguhanya manusia yang memperlakuan demikian itu menunjukkan manusia yang hati lemah.~SinA
Harus terbiasa menggunakan perhitungan dengan kalkulator. Biyar otak tidak diberatkan dengan hal yang seharunya bisa diringankan.~SinA
Marxisme mengajarkan kita untuk menilai sesuatu hal dengan melihat dari sisinya material, dialektika, dan historisnya.~SinA
Dari banyaknya cara pandang. Tentunya, ada satu cara pandang yang bisa mewakili cara pandang yang lain. Itulah mengapa kita harus lugas dalam arti dialektis.~SinA
Tuhan di antara para penyembahnya masing-masinglah yang saling bermusuhan. Padahal, kenyataanya saling berdamai, karena Tuhan yang sesungguhanya tidak saling mendengki. Yang membuat saling terpisah dan saling bermusuhan itu para penafsir, penganut, dan pengikutnya.~SinA
Ajaran agama yang baik, tidak pernah mencoba memisahkan penganutnya dari lingkungan sekitar. Seperti halnya tidak mendengki (melupakan) kepada kepedihan, kesulitan, dan keadaan yang dialami serta dijalani kaum marhaen.~SinA
Laknat Allah kemungkinan besar bersama orang yang mendiamkan, mengabaikan dan tidak mempeduliakn, penghisapan dan penindasan yang memiskinkan kaum di sekitarnya.~SinA
Dimana letak naluri kemanusiaan? Bila tidak peduli dan tidak berkerling dengan kesengsaraan yang mencekik sesama manusia, yang diketahui dan mampu dijangkau.~SinA
Setiap manusia yang sadar bahwa keterjajahan bukan merupakan takdir. Maka, sesungguhanya ia sudah dianugrahi kepedulian atau kepekaan sosial yang dalam. Dan menunjukkan hidupnya nurani di kedalaman palung hati. Bisa juga ia dikatakan jenis insan yang ada kesucian dan kebersihan dalam batinnya.~SinA
Orang kaya yang eksploitatif, adalah orang yang harus dimusnahkan. Dan jelas itu adalah lawan kaum marhaenisme, dan lawan semua manusia yang anti dan benci kepada kedzoliman.~SinA
Orang marhaen, adalah orang yang tidak memandang bahwa yang lebih tinggi derajatnya adalah orang kaya.~SinA
Harusnya diri memahami, bahwa kondisi saat ini bukan takdir yang telah menjadi dan terjadi begitu saja. Namun disadari adalah kondisi yang ada ini karena dikendalikan dan dijalankan oleh system, yang mungkin baik, yang serakah, dan yang mungkin hasu eksploitasi. Ini dimaksudkan untuk mendukung dan mendorong kewaspadaan terhadap praktik kedzoliman yang diselubungi kebaikan muka. Karena fakta menunjukkan, kedamaian melancarkan kedzoliman yang seakan diamankan dan direstui.~SinA
Tidak ada kata takdir kemiskinan yang dianugrahkan oleh Tuhan untuk hambanya.~SinA
Sungguh picik sekali jika ada yang memandang bahwa kemiskinan atau kemelaratan di Indonesia merupakan takdir Ilahi.~SinA
Alangkah hinanya manusia yang memandang kemiskinan di Indonesia merupakan karena kemalasan yang mengidap. Nyatanya keakayan dan sumber daya yang ada sangat melimpah ruah sampai tumpah-tumpah.~SinA
Kemelaratan yang terjadi di Indonesia, bukan karena masyarakatnya malas dan bodoh. Tetapi karena ada yang sengaja menghendaki kemelaratanya. Siapa mereka? Imperialis, pemodal, dan dalang keserakahan lainnya.~SinA
Kaum Marhaenisme adalah kaum yang sengaja dimiskinkan oleh system kapitalisme, imperialisme, dan neokolonialisme.~SinA
Kita yang pernah dikecewakan, pasti ada tromatik sendiri atas pengalaman itu. Yang kemudian terbawa ke situasi tertentu yang sekan  menyerupai dan mengulang troma.~SinA
Diri harus percaya bahwa ada yang mengendalikan atau ada yang absolut di luar diri. Agar diri dalam melakukan hal menjadi tidak banyak mengharap sesuatu hal yang sifatnya lahiriah (duniawi) dan terjebak kepada hal yang memberatkan sisi pragmatis.~SinA
Semua orang miliki cerita, tetapi tidak semua orang punya sejarah.~SinA
Tetap bertahan dan memperjuangkan sosialistis, nasionalis, dan revolusioner yang agamis bercampur mistis. Walapun banyak benturan silih berganti menyirami. Tetap kepada cita-cita perjuangan awal, masyarakat tanpa kelas adalah solusi dari lenyap dan enyanya penindasan dan penghisapan sesama manusia.~SinA
Hindari memutlakkan atau meyakini diri akan dapat dipahami atau dimengerti orang lain. Sedangkan diri sendiri menutup diri untuk memahami.~SinA
Perlu diketahui, yang brengsek, yang pendebah bukan negerinya. Tetapi oknum yang pro-neolib dan yang pro-imperialis.~SinA
Namanya manusia yang sudah dewasa. Bila ada hal yang miskomunikasi atau mispersepsi di antara keduanya, baiknya memberi ruang dan kesempatan untuk saling diskusi atau tatap muka untuk berdiskusi (berbincang). Dalam rangka untuk saling menyampaikan, mencurahkan, dan melepaskan, apa, keluh, kesah, dan bagaimana ceritanya yang sedang terjadi.~SinA
“Cinta bertepuk sebelah tangan” bukan hanya berarti perselingkuhan. Tetapi, dapat juga dimaknai cinta yang tidak berbalas atau diabaikan begitu saja tanpa ada penjelasan dan kejelasan darinya.~SinA
Tergantung atau menggantungkan dengan modal asing, membuat sistem pemerintahan menjadi berkualitas tempe. Yang sektornya menjadi serbah diragi atau dikarbit oleh asing yang neolib-imperialis.~SinA

Islam diturunkan untuk semua jenis manusia. Bukan untuk golongan atau suku tertentu. Jadi, tidak boleh menggunakanya untuk diskriminasi, menghinkan, merendahkan, melemahkan, dan menodai keberadaan yang lain dengan penuh sara.~SinA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

~Terlelap~

~Neraka Dunia~