~Dia~

~Dia~
(Yang membekukan & mematikan perasaanya. Kurang jelas apa alasanya, mungkin karena idealisme. Atau karena takut, sebab dogma yang mengakar)

Sampai saat ini, filusuf-pun belum dapat menjelaskan dengan gamblang dan mendetail yang memuaskan. Berhubungan dengan rasa (perasaan). Namun keberadaanya jelas dan gamblang dapat dinikmati.

Oleh karena itu, kebijakan yang sembari menunggu kejelasan tentang penjelasan konkrit tentang rasa (perasaan). Ada baiknya, sesama manusia yang dapat merasa, saling menerima atau saling menghargai. Walaupun belakang saling meludai karena perasaan yang menghasilkan luka-luka.

Aku tidak tahu pasti dengan kesungguhan yang terjadi kepada hatimu, terhadapku. Apa kamu memunafikkan yang ada dalam dirimu. Apa kamu sedang munafik kepada hatimu sendiri. Atau pun yang sedang bercengkerama pada dirimu aku tidak tahu pasti. Yang aku tahu dan mengerti tentangmu dari sifatmu menunjukkan penghindaran terhadapku.

Ada hal apa yang terbesi selain itu, yang jelas aku kurang paham. Dan sebetulnya yang terlihat aneh dan tidak biasa mukamu atau rautmu kepadaku. Dan aku dapat menghimai dan mempelajari tentang pikiranmu kepadaku. Dari semua mimik atau ekspreis sikap yang tidak bisa kamu sembunyikan dan tutupi.

Tapi terlepas dari kenyataan sedang terjadi. Dan berbanding terbalik dari yang aku harapkan. Namun aku memiliki keyakinan, bahwa itu bukan sifamu yang biasanya dan itu aku yakin maksudnya hanyalah untuk menutupi sesuatu. Dan terlepas itu semua, aku muak bila digantungkan serta diabaikan tanpa kejelasan.

Yang aku mengerti, adalah saat ini benar-benar aku hanya merasakan suka kepadamu. Apa kamu juga merasakan hal yang sama Atau mungkin sebaliknya. Aku tidak ingin dipusingkan dengan itu. Karena sudah selama ini aku bertahan dibebani dan dipusingkan dengan segala gejolak yang sedang berkecamu di jiwaku. Dan akupun akan bersifat tidak perduli apa kata orang tentang perasaanku terhadapmu. Karena aku sudah lama menderita mendengarkan berita tentangmu hanya dari pihak ketiga selalu.

Sukanya yang sedang berposisimu. Menjadi yang disuka dan didamba. Tetapi kamu tidak pernah mau mencoba merasakan posisi yang sebaliknya. Bagaimana terletak pada barisan mencintai, menyukai, mengharapkan, atau meredita asmara kepadamu. Rasanya mungkin akan bisa menjelaskan kepadamu. Mengapa dan bagaimana, orang yang sedang berharap kepadamu sampai sebegitu ekstream atau kesannya memaksa untuk tentang perasaannya.

Aku yakin, bila kamu dapat merasakan dan pernah berposisi seperti mereka yang kamu persalahkan karena memiliki rasa kepadamu. Kamu tidak akan sesekalipun tega atau sampai hati berbuat kepadanya seperti yang kamu perbuat terhadapku saat ini.

Kamu tahu itu ! Rasanya sakit, tersiksa, terbebani, terhina, terdzolimi, dan ternodai. Mengapa sampai sedemikian ekstream ? Karena ini berhubungan tentang perasaan. Rasa dalam hati yang kebanyakan sulit dijelaskan dan ditelusuri alasanya.

Aku yakin, baginya yang telah dewasa dan paham tentang perasaan. Tidak akan pernah sesekalipun berlau demikian kepada anak manusia yang sedang demam rasa.

Sampai saat ini, aku hanya dapat berspekulasi terhadap semua tentangmu. Dari semua gejolak yang sedang aku rasakan.

Dan aku juga dominan meyakini, bahwa kamu-pun orang yang aku harapkan(jatuhi rasa) merasakan demikian sebaliknya kepadaku. Aku tidak hendak banyak menggali ini lebih dalam. Yang ada hanya keyakinan. Yang jelas banyak yang meninformasikan bahwa kenyataanya demikian berbanding lurus.

Oleh: Sinaryo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

~Terlelap~

AKU DAN FIKIRANKU, AKU DAN RISAUKU "menggali dan menyulami waktu demi waktu, menuliskan segala kegelisahan untuk mewujudkan demi membantah dan melawan keterasingan"

~Neraka Dunia~