~Menjadikannya Iman~
~Menjadikannya
Iman~
(setia dengan amanat dan semangat perjuangan di garis anti bermacam-macam
dan jenis penindasan ataupun penghisapan lainya. Yang dalam konteks ini disebut
sebagai kedzoliam. LMND menolak tegas, bentuk-bentuk atau wujud kedzoliman
kepada atau dari manusia lain)
LMND
bukanlah organisasi alay apalagi lembek, hingga mudah dilemahkan dan tidak
berdaya dalam menghadapi permasalahan organisasi baik internal maupun
eksternal. Maka dari itu, merupakan tanggungjawab yang wajib bagi setiap
anggota dan indvidu-individu yang tergabung dalam organisasi ini untuk
bertanggungjwaba menjaga harga diri dan keutuhannya dalam menghadapi gempuran
yang semakin keras untuk melawan penindasan. Baik kepada orang dalam sendiri
atau bahkan kepada mungsuh nyatanya yaitu imperialisme, kapitalisme, dan neoliberalisme.
Tidak mudah memang menjadi generasi
LMND yang siap dan tangkas menghadapi pergolakan zaman yang begitu menegangkan
dari berbagai lini. Dalam semesta alam yang super hedon. Kerja-kerja sosial
dalam kondisi masyarakat dan perkembangan zaman jauh dari salam “Gotong Royong”,
yang merupakan lawan yang nyata harus dihadapi dan memang harus ditumpas demi
sampainya kepada susunan Masyarakat yang adil, makmur, dan beradab, dalam
bahasanya Sosialime Mutlak demi kebaikan bersama (komunal).
Dikira generasi LMND mudah dilemahkan
oleh keadaan ketimpangan sosial yang sedemikian pelik ini, tidak ! tegas aku
menjawab sebagai perwakilan dari individu LMND yang kusukai.
Kembali kepada topik awal yang menjadi
tujuang pembahasan mula-mula. Sebagi generasi yang mewarisi semangat perjuangan
untuk tetap selalu berjuang dan melawan ketidakadilan, dalam dinamika dan
kedaan zaman yang begitu bengis. Tentulah memaksa kita menggunakan strategi dan
taktik yang juga sebegitu estetis dan dialektis melawan kebengisan keadaan yang
menindas, dalam kedok yang bermacam-macam menarik. Bukannya yang sudah menjadi
kewajiban dan hal yang lumrah bagi kita dalam menghadapi keadaan memang harus
melihat situasi dan kondisinya yang terjadi.
Tetap berdiri tegak dengan idealisme
LMND yang sudah menjadi konsesu bersama berdasarkan pengamatan dan penkajian
yang sebegitu mendalam dalam menganalisi keadaan, untuk dijadikan garis
perjuangan dan visi bersama. Maka, tidak boleh disia-siakan untuk tetap
dipegang teguh sebagai pedoman dan jalur dalam perjuangan, agar tidak
kebelinger dikemudian waktu dalam jebakan dan strategi pelemahan dari lawan.
Gagasan-gagasan yang menjadi
pendiskusian rumit dan pelik ini, sengaja diciptakan dan buat untuk
menjembatani tiap anggotanya agar tidak terlihat lembek atau mudah dilemahkan.
Tidak hanya saja terlihat, memang itu merupakan kelihatan yang sesungguhnya,
yang mana menunjukkaan kesungguhan iman tekat perjuangan dalam dinamika dan
romantika sosial yang beradab. Ini memang sudah menjadi maksud dan tekat
bersama, sebagaimana seperti yang telah menjadi beban kita menyambungkan dan
menjalankan semangat perjuangan yang diberikan dan dicontohkan oleh Pak
Soekarno. Dengan Marhaenisme, misalnya.
Dengan mengemban cita-cita, visi, dan
semangat yang sebegitu indahnya dan agung itu. Manalah mungkin tanpa dilenkapi
dan disiapkan dengan kekuatan yang mumpuni untuk benar-benar menguatkan dan
memantapkan perjuangan yang tidak pandang bulu untuk mengilas dan memangkas, penindasa
atau ketidak adilan laninnya yang terjadi. Semangat seperti ini sudah menjadi
darah dan nafas perjuangan yang mengikuti laku dan langkah dari setiap individu
yang tergabung dalam LMND. Untuk apa ? untuk menguatan, menjaga, dan mempersiapkan
diri menghadapi keadaan yang bengis seperti yang aku sampaikan dalam paragraf
sebelumnya, dan agar tidak mudah dilemahkan.
Ketika apa yang kita percaya dan kita
bawa itu tidak mudah dilemahkan, dalam arti dipengaruhi atau dikendalikan oleh
lawannya, maka barulah itu dapat disebut sebagai iman dari perjuangan yang
tidak alay dan tidak mudah untuk digoyangkan.
Terkadang memang kita banyak berfikir
dan mendalam dalam merenungkanya, tentang masalah pribadi. Tidak menjadi soal
atau masalah dengan kita yang sedang merenungkan dan memikirkan itu, karena itu
sebagai wujud kesungguhan manusia yang diberi kemampuan untuk mampu analitis
dan hati-hati dalam setiap keadaan yang sedang atau hendak dilaluinya. Yang
menjadi dilematisnya adalah lamanya berfikir dan menyebabkan diri ini
tertinggalakan oleh kemajuan peradaban yang sudah berjalan. Tetapi, tidaklah
mengapa itu tetap terjadi, yang penting lamnya berfikir itu tidak menjadikan
diri berpaling atau melemahkan semangat perjuangan yang sebelumnya sudah
diikuti dan sudah dilakukan bersama saudara-saudara sejawat dan satu iman
perjuangan.
Keadaan saat ini memang memaksa kita
untuk memikirkan sesuatu atau hal-hal apapun menjadi mendalam atau berfikir
jauh dahulu. Fenomena seperti ini bukanlah tanpa alasan atau sebab-sebab yang mendasarinya,
tetapi memang dipengaruhi oleh perubahan jaman yang banyak terjadinya ketidak jujuran
atau penipuan yang manusia sebelunya lakukan, sehingga membuat beberapa manusia
kini tromatik dari pengalaman dan menjadi lebih hati-hati. Ini sedikit hal yang
menyebabkanmengapa manusia hampir sebagian menjadi sungkan atau agaknya sangat
mempertimbangkan betul dengan hal yang sebetulnya sudah jelas arahnya kemana,
yang akan menjunjung kebaikan untuk bersama. Dan bahkan memang sudah teruji,
tapi mengapa masih adanya keraguan di sana-sini ? menjadi evaluasi mendalam
bari organisasi yang sangat tergolong sudah dewasa ini.
Menjadi tugas bersama menghadapi
keadaan yang tergolong sebegituserius menerpa kita. Yang mana kita LMND juga
hendak membuktikan atau menunjukkan bahwa tidak mudah dilemahkan oleh
keadaan. Bersikap dengan lebih arif dan
menelaah secara dalam, sekiranya bisa menjadi pengobat dalam menghadapi keadaan
yang demikian itu. Hingga memunculkan gagasan atau cara yang siap untuk
dituangkan dan mengendalikan keadaan yang menjadi salah satu penghambat laju
berkembangnya organisasi.
LMND dari sejarah yang terciptanya saja
mencerminkan bukan organisasi yang main-main atau hanya sebagai uforia
mengikuti dinamika demokrasi. Tidak, tidak seperti itu LMND adanya dan
diciptakan. Untuk memperjuangkan dan untuk tetap menggilas macam-macam jenis
ketidakadilan, penhisapan atau penindasan lainya. Merupakan wujud yang jelas
dan sudah nyata akan terus menjadi motivasi untuk tetap menegakkan mukanya
tanda melawan itu, selama masih bercokol dan ada dalam dunia manusia yang menghendaki
perampasan keadailan dan kedamaian, baik lahir maupun batinya.
Tidaklah sama LMND dengan
organisasi-organisasi keagaamaan atau organisasi lainya. LMND, bukanlah
organisasi yang memberi iming-iming jabatan atau surga dan nerakan untuk
mengajak manusia-manusia di luarnya menjadi minat bergabung. Tegas, tidak
seperti itu. Menegaskan juga bahwa LMND sudah mengukuhkan arah dan caranya
dalam menarik simpati dan perhatian masa rakyat. Jelas yang di bawa dan
diisukan bukanlah masalah abstark kesenangan yang semu, kesenangan bersama yang
hanya bisa dicapai bilaman dari setiap manusianya itu sadar, bahwa sumber dan
musuh bersamanya adalah Imperialisme, nekolonialisme, dan kapitalisme. Adapun sadar
yang dimaksud dalam banyak hal, sadar dalam melihat ketidakadilan, sadar dalam
melihat keadaan, dan sadar-sesadarnya memahami, memaknai setiap roamtikan yang
sedang terjadi atau melanda keadaan dan kehidupan sosial manusia atau masayarakt.
Ini yang menjadi juga patokan dan wujud yang hendak dilahirkan dan ditanamkan kepada setiap
generasi oleh LMND.
LMND tidak menwarkan surga dan neraka,
apalagi menawarkan kebagaiaan atau kesukaan semua yang mudah secara praktis
digapai. Kebahagian yang diperlihatkan atau hendak diwujudkan oleh LMND adalah
kebahagian yang betul-betul untuk bersama dan semua lapisan dimensi golongan
manusia. Dan bahkan memang direstui, tidak saja alam materiel(lahiriah) yang
diperjuangkan kebahagiaanya oleh LMND, alam gaip atau alam semu-semu lainya
juga diharapan bisa menikmati kebahagian yang sesungguhnya. Jelas sudah, tidak
terbataskan oleh tembok apalagi kesukuan perjuang kebahagiaan yang hendak
dicapi dan betul-betul menjadi pundak khusu perjuangan LMND.
Inilah mengapa agaknya tidak main-main
perjuangan yang diusung atau dijadikan visinya. Bukanlah perkara mudah dan
biasa, bila mana setiap kita tidak memiliki kesetiaan yang baik atau kesetiaan
yang mencerminkan insan yang madani untuk kepada setia insan. Manamungkin kita
bisa mewujudkan hal yang sebesar itu, “jikalau dalam diri pribadi kita masih
digerumuli kedengkian dan rasa bangga kepadaa diri msih melekat dan bersemayam
dalam sanubari”. Menjadi impian yang berat, bila diri kita hendak melangkah
sedang diri kita tidak miliki kekutan yang utuh untuk melangkah. Semuanya dikendalikan dan berada dari awal
diri kita, diri setiap manusia. Dan percayalah, bahwa setiap manusia itu
pastilah ada di dalam setiap dirinya setidak-tidaknya segumpal kebaikan. Yang
bila mana terus digali dan diakui keberadanya akan menjadi besar rasa kebaikan
itu dan menjadi dominan dalam pribadinya. Dengan itu, tidaklah boleh kita lemah
memperjuang, sebab sebetulnya iman atau semangat perjuangan dari setiap manusia
itu sudah melekat di dalamnya. Tidak saja dapat digali, tetapi dapat
dilestarikan dengan adanya pembiasaan-pembiasaan yang terus kontinu dilakukan.
Dengan apa dilakukan ?
Dengan seringnya atau kontinununya
melakukan diskusi, kajian, atau macam-macam belajar bersama lainya yang tidak
pernah terbatasi oleh pembahasan-pembahasan yang sempit lainnya. Inilah yang
sebetulnya juga menjadi alasan dan dasar kuat untuk tetap rajin dan rutin dalam
menyuarakannya. Dalam lingkaran dan dalam keadaan-keadaan yang dibuat dan
direncanakan secara bersam.
Kebersamaan dan sama rasa derita dalam
satu wadah hendaknya menjadi pondasi dalam menguatkan atau menjadi pedoman
untuk mempertahankan setiap insan atau individu yang sudah atau hendak
tergabung di dalam lingkaran LMND.
Tidak akan ada pelemahan atau ke-alayaian,
bilamana kearifan dan huamisme tetap menjadi semangat dan penguat dari setiap
insan individu di dalam maupun dicerminkan kepada setiap yang melihatnya.
Tidak pula menutup mata dan tidak pula
mudah berkerling dalam melihat dan melawan keadan. Merupakan tanggungjawab yang
harus menjadi pikulan setia.
Tidak ada kelemahan atau kelelahan yang
mengahpiri, manakala meyakini segala sesuatu hal itu dalam hal ini semangat
anti penghisapan, penindasan dan ati terhadap macam-macam kedzoliman lainnya.
Adalah bagian dari kejahatan, dan menjadi wajib dan ibadah bilah menumpasnya.
Dan manakala hal yang menjadi visi itu terpercayakan dalam iman, menjadi
tendensi iman dalam konteks sosial. Bisalah akan betul-betul menguatkan dan
menyetiakan cita kepadanya dalam segala ranah atau kondisi yang walapun berat
rutin menghampiri atau menerpa. Selain dari itu, menjadikan segala hal yang
menjadi visi, dalam hal ini diyakini sebagai visi yang baik, yang diberkahi,
diridhoi dan dipercayai membawak kemasalahatan setiap manusia bilamana terjadi.
Sebagai hal yang benar dimasukkan ke dalam rasa jiwa dan sanubari relung atau
palung diri yang terdalam, diukukuhkan merupakan wujud dari pengabdian dan
restuinya dari keridhoan di dalamnya diberikan Tuhan.
Menjadikan Tuhan sebagai tendensi
sebagai iman perjuangan, bahwa ini semua mendapat restu darinya dalam kesetiaan
dan kepaercayaan terhadapnya, juga merupakan bagian dari tugas penting agar
kita tetap dikuatkan dan disetiakan kepada hal yang menjadi semangat perjuangan
itu. Besarlah kemungkinan akan menjadi lebih sangat menguakan.
Juga meyakini dengan sungguh, di atas
manifesto kemanusiaan. Hal yang kita bawa atau kita gandrungi akan menjadikan
kita individu dari LMND disukai dan diperhatian oleh setiap manusia yang masih
memiliki kemanusiaan.
“keberkaah tetinggi sebenarnya yang diperoleh oleh setiap
manusia, tanpa melihat suku, bangsa, agama atau perbeadaan lainnya. Adalah
dengan mengankat atau setia memperjuangkan kemanusiaan dari setiapnya individu
atau golongan yang bernafas di dunia ini. Sebab, Tuhan memberikan kita nafas
tetap dan wajibnya menyambungkan dengan nafas-nafas yang bernafas lainnya”
Itu maksud dan tekad yang harusnya
tidak pernah sirna atau pudar dimakan atau dirayu oleh gemerlapnya peradaban.
Yang terkadang menjadi mangsa dan tidak setia kepada penghuninya karena ulah
keserakahan dari oknum-oknum yang sudah mati rasa naluri atau nurani dalam
kemanusiaanya.
“Tuhan selalu bersama dan setia kepada
manusai yang anti dalam macam bentuk kebatilan dan kedzoliman. Tanpa melihat
syariat-syariat yang terkadang memisahkan atau memecah-belah keadaan”.~SinA
Oleh : Sinaryo
(tidak pernah lekang oleh zaman dan
peradaban, setia, suka, kasih dah cinta yang melingkupi &merelungi dari
setiap hal kebaikan yang dijadikan Iman)
23 September 2014
Komentar
Posting Komentar