~Perempuan Itu~
~Perempuan
Itu~
(yang sedang terayu, tetapi tidak
terbuai. Yang sedang menikmati, tetapi tidak untuk melupakan. Yang sedang
diinginkan, tetapi tidak terlaksanakan. Yang sedang terfikirkan, tetapi tidak
mengalihkan. Yang sedang mengilusi, tetapi tidak melenakan atau melarutkan)
Setiap kita memiliki kisah dan
ceritanya, baik itu tentang romansa atau pun tentang duka dalam be-roman itu
sendiri. Begitupun dengan kita yang teramati tidak mengalami hal-hal lumrahnya
anak sekarang alami atau jalani. Kita juga sebenarnya mampu merasakan dan mampu
menjalani. Dari setiap detik dan waktu yang dirasakan dan lalui, kisah inilah
yang kurasa layaknya berkesan dan membuat kita sebentar teralihkan dan
tercerahkan dalam memandang serta menjalani rona dan warna kehidupan.
Ia bukanlah sesuatu yang mati, bukan
pula sesuatu hal yang jalang hingga tidak mampu dikendalikan atau ditakluhkan. Aku
menjuluki dan mengidentitaskan, keabadian dan kenyataanku dengan dia agar
selamanya menjadi terkenang dan tidak mudah diabaikan. Dengan sebutan yang
metafor, inilah aku menyebut dirinya “dia tetaplah dia, dan selamanya menjadi
dia, mungkin juga waktu atau masa yang akan menemukan aku dengan dia”.
“Kuawali kisah dan cerita ini dengan hal yang membingunkan
dan mungkin kesannya sedikit aneh dan tidak masuk akal. Karena sepertinya yang aku
ceritakan tentang dia itu hanya sepintas atau sebatsa hal-hal abstrak yang
diadakan (dihadirkan). . .”
Perjalanan sunyi dikala panas matahari
mulai melanda, kesendirianku ditemani perjalanan kakiku menuju ke kos sekertariat
LMND. Ditengah perjalananku aku terfikir dan memikirkan keriteria wanita dan
jenis-jenis wanita, tidak tahu hal apakah yang melandasi mengapa sampai terbesit
hal demikian di kepalaku ini, dipanas teriknya matahari masih sempat memikirkan
yang namanya wanita. Apalah arti dari sosok wanita yang kurang menginspirasi
harus datang menghampiri fikiranku (waktu itu), emosi memang terasa ketika ada
fikiran-fikiran berdogma dan berbelit-belit yang bermuara pada wanita.
Aku sebenarnya meresapi dan merasakan
setiap pergantianya waktu sedang menunggu kehadirannya. Aku katakan dan aku
jelaskan di sini, bukannya aku membenci wanita, namu aku ungkapkan karena aku
tidak terima dengan keadaan yang sungguh terjadi dengan beberapa wanita saat
ini. Yang seharunya mereka tidak sebegitu mengalami perendahan kualitas diri. Ya
aku memang subjektif, ini atas dasar karena aku laki-laki dan aku mengambil
objeknya wanita. Setelah aku teliti dan aku pahami, pusing memang dibuatnya,
namun ada hikmahnya juga yang menghampiri dikepalaku ini, dari kisah dan
tentang wanita itu.
Pemikiranku yang aneh terhadap wanita
ini bukan tanpa alasan atau tanpa histori yang mendukung. Dari pada lama-lama
membuat pembukanya marilah memulainya. Kita tahu apa itu yang dinamakan wanita?
mengapa ada wanita? dan mengapa wanita itu berbeda dengan laki-laki? Ya semua
pemikiran mengenai hal itu sudah menjadi santapan saudara disetiap keseharianya.
Yang boleh jadi pemikiran dan dibebaskan fikira kita hendaklah memfokuskan
kajian kita pada aspek yaitu “kecantikan
atau kemolekan atau kekarismatikkannya”. Kita akan membedah ada apa dibalik
semua itu dan mengapa menjadi perbincanagan dikalangan laki-laki mengenai
kriteria yang bagian ini dari wanita.
Wanita itu dikatakan cantik jika
memenuhi kriteria ini atau itu. Di sini yang di lihat dan menjadi pembahasanya
itu buka mengenai yang mendukung wanita itu cantik atau apalah yang sering
digembor-gemborkan kebanyakan orang. Cantik itu disukai banyak orang atau
menjadi pusat perhatian ketika dalam kelompoknya atau dalam suatu kelompok. Ini
jika dimaknai cantik secara harafiah atau lahiriah. Jika kita pahamami lebih
mendalam lagi kecantikan secara harafiah atau fisik ini akan mengalami
kemusnahan atau hilang karismatiknya manakala ada pengaruh dari beberapa faktor
yang mengakibatkannya. Pastilah bingun dengan sebuah pernyataan ini, bagi
penikmat kecantikan dari fisikal. Tidak perlu emosi atau arogan dengan
kontrovesi ini.
Masih melajutkan yang di atas dan akan
memperkuat apa yang menjadi kajian. Kita pasti suka dengan orang yang cantik
dan banyak tahu mengenai cantik itu. Sebelumnya aku mau menanyakan, pernahkah
kita disakiti oleh lawan jenis? pernahkah dikecewakan oleh lawan jenis kita? aku
akan mengatakan ia, dan pasti bagi yang sudah dewasa pernah mengalami hal yang
seperti inikan. Nah setelah memasuki tahapan yang aku maksut itu.
Aku akan mengatakan dan membuat
pernyataan yang jelas kontras bagi kawan-kawan sekalian, “akan ada benci yang tertanam ketika kita telah dikecewakan oleh seseorang,
baik itu lawan jenis maupun sejenismu”. Dan hal ini akan banyak merubah
pandangan dan penilaian kita terhadap seseorang yang dahulu kita kagumi atau
kita anggap cantik, dan boleh dikata misalnya dulu adalah mantan pacar, bagi
yang pacaran, bagi yang tidak punya pacar atau hanya ngfans sama seseorang dan
telah dikecewakan pastilah juga akan merubah penilaian kita terhadap ia. Tidak
ubahnya jugalah dengan pandangan kita terhadap wanita cantik bagi kaum
laki-laki, pastilah akan berubah secara nyata dan 180 derajat perubahannya. Yang
dahulu menjadi bagian dari kita, setelah lepas dan tersakiti akan menjadi
bagian dari kita dalam hal masalah hati atau perasaan membuat pengaruh yang
sangat jelas dan perbedaan secara nyata sikap kita terhadap seseorang itu.
Yang memperkuat lagi mengenai hal ini,
yaitu pada saat suatu ketika atau masa kita secara tidak sengaja ditanya mengenai
sosok atau seseorang itu yang pernah menyakiti kita. Misalkan pertanyaan yang
ringan, cewe itu cantik ya? pastilah orang yang pernah disakiti, tersakiti atau
mantan pacar dari cewek itu akan mengatakan “tidak ! biasa aja J ”. Pasti dulu yang dia anggap dan
puja-puja kecantikannya berubah menjadi kejelekan yang mendominasi dan
hilanglah paras fisikal kecantikanya yang secara fisikal nyata memang cantik
dikata banyak orang.
Hal yang bisa kita ambil dari sini
adalah kecantikan dan kemolekan paras seseorang atau lawan jenis kita itu tidak
akan bertahan dengan sebuah keabadian, manakala kita telah memahami tidak
adanya keabadian yang hakikih dalam kehidupan ini. Perlu dicatat dan dijadikan
pemikiran kita yaitu “ternyata kecantikan itu tidak terliat dari fisikal bagi
lawan jenis kita, namu kecantikan itu tercermin dan dilihat dari kecantikan hati
kita atau dilihat dari cermin jiwa kita terhadap sesorang yang ingin dan kita
katakan cantik”.
Pada umumnya yang aku maksutkan di sini
ingin menyatakan bahwa kecantikan itu kembali kepada kemurnian dan kejernihan
hati kita ketika dalam memandang secara matafiah dan meresapi serta merasakan
secara lahiriah atau dengan hati kita memandang. Aku mempunyai kepercayaan
bahwa ketika kita memandang seseorang itu dengan rasa yang penuh suka, empati,
kasih, dan cinta tanpa cela sisi buruk yang ada kita tanamkan terhadap diri
seseorang itu maka akan mendapatkan kecantikan di sana. Mau orang lain melihat
dan menilai bagaimanapun rupa orang yang kita anggap canti, bila kita sudah
memandangnya dari hati sanubari maka tidaklah akan dapat merubah kecantikan
dari hatinya yang tercermin itu. Mau 1000 orang berkata, dia itu orangnya
begini atau begitulah dari sisi jeleknya. Kepercayaan yang paling mendominasi
terhadap dia bahwa ia cantik tidak akan berubah karena dia melihatnya tidak
dari hati yang penuh keburukan atau buruk sangka dengan orang itu. Ia
melihatnya dari semua kebaikan yang mendominasi.
Maka dari itu cantik itu bukan fisik
tapi cantik itu untuk dari hati kita yang memandangnya, penuh kebaikan atau
keburukan. Jika penuh kebaikan maka cantiklah yang akan kita dapatkan, begitu
sebaliknya jika penuh dengan kebencian dan penuh rasa telah dikecewakan makalah
yang didapat akan keburukan atau jeleklah yang didominan penilaian kita.
Dari pembahasan itu kita dapat memberi
nasehat kepada kaum wanita yang merasa cantik dan mempunya karismatik sangat
memikiat, lengkapilah dan jagalah keparasan cantikmu itu dengan tingkah dan lakumu
yang menyenangkan banyak orang. Dan buatlah kamu itu bagian dari membawak
kebaikan dan memberi inspirasi untuk banyak orang yang disekelilingmu.
Janganlah kamu merasa angku sombong dan membanggakan diri yang melebihi
sebenarnya dari kemampuanmu sendiri.
Laku tingkahmu akan merubah fisikalmu,
tidak mengenal kamu ini atau itu. Kamu itu diciptakan sudah dengan perangainya
masing-masing dari sang pencipta, kamu maknai dan resapilah semua itu dengan
kebersyukuranmu bahwa kamu itu harus mencerminkan pribadi-prbadi yang mampu
membawak kebaikan untuk bersama denga semua kondisimu yang ada. Lengkapilah
semuanya dengan cinta kasihmu yang telah diajarkan dan contohkan bagi banyak
kalangan. Kecantikan fisikmu tidak akan brubah ketika kecantikan hatimu selalu
terjaga.
Banyak orang yang akan menyebutmu
sebagai bidadari sorga yang berkeliaran dan bertebaran di muka bumi ini ketika
kebaikan kamu amalkan untuk semuanya.
Untuk wanita wanita yang cantik secara
lahir dan batin. Lengkapilah kehidupanmu denga rasa peduli sesama manusia yang
mendominasi. Pahamilah bahwa kehidupan itu selalu berdampingan dan selalu
membutuhkan yang namnaya kelengkapan pendampingan seperti halnya pasangan yang
akan menjalin suami istri.
Jadilah kamu para wanita yang mempunyai
jiwa-jiwa pemberontak, progresif, dan revolusioner. Manakala kamu telah
melangkapi beberapa unsur kebaikan itu kamu akan menjadi wanita yang
sesungguhnya wanita, bukan hanya sekedar wanita pelengkap dunia namun juga jadi
dari bagian penggerak dan penentu arah dunia ini kemana.
Bebrapa realita saat ini banayak
mencerminkan wanita hanyalah sebagai alat dan pelengkap yang hanya digunakan
saja. Ketika kita tengok dan lirik ke keadaan mahasiswa saat ini, sungguh miris
dan sangat diakungkan sedih ketika kita menatapnya alangkah malangnya dunia ini
jika dipenuhi dengan wanita-wanita yang hanya menyibukan dirinya dengan
beberapa masalah kefisikannya dan masalah penampilanya. Apakah semua ini baik
utnuk dipertahankan. Kita semua akan menemukan dan mendapatkan kenyataan yang
ada di lingkungan kita sekitar. Aku kana memberikan sebuah gmbaran dan
kenyataan yang ada, berapa banyak wanita sekaran yang menyibukan diri untuk
kepentingan bersama atau masyarakat umu atau berapa bagian dari wanita yang
saat ini ketika berkumpul dan bercengkerama dengan wanitia lainya membahasa
yang namanaya bagaimana keadaan negara kita, bagaiman sistem pemerintahanya,
apa yang sedan terjadi dengan sistem perpolitikan dinegara kita. Berapa
banyakah yang mampu membicarakan masalah kemanusiaan dan mau terju dilapangan !
aku sangat prihatin sekali ketika meliha
banyaknya wanita yang sibuk dengan onaninya, jiwanya masadepanya ! tidakah
pernah terbesit dikapalanya memmikirkan bagamana nasib orang-orang atau
anak-anak gelandangan yang disekelilingnnya, mampukah ia berfikir bagaimana
nasib petani-petani dan rakyat kulon Progo daerah tambang pasir yang akan ada
penggusuran tanah danpemukiman milik warga.
Aku rasa hal ini bukanlah menjadi topik
dan pantas mungkin untuk mereka bicarakan, apakah yang mereka tahu hanyalah
penampilan dan baju-baju apakah yang terbaru itu keluar. Aku sangat merinding
ketika rasa kemanusiaan dan empati menghilang dijiwa-jiwa kaum wanita itu.
Apakah yang sebenarnya sedang menguasai jiwanya, tahukah mereka dan pernahka
mereka mendengan pahlawan wanita dari negeri serambi Mekah Aceh yaitu Cut Nyak
Dien, pernah dan adakah mereka bercermin dan berfikirn tentang dari kisa itu.
Mungkinkan semua itu mereka anggap hanyalah sebagai karya fiksi yang tidak
patut untuk dijadikan dalam pedoman berkehiduan. Butakah mereka ! tulikah
mereka ! bisukah mereka sehinggah tidak mampu mendiskusikan dan mencari tahu
apa sebenarnya dan apakah geranga yang melandasi semua itu.
Kesukaanya dan kesenanganya saat ini
hanyalah untuk memuasakan nafsu hasrat jiwa-jiwanya yang didpminasi dengan
masalah selakangan, alankah hinaya hidup kita ini jika hanya disuguhi dan
dicekoki masalah yang dipenuhi dengan kemesraan dan kecinta-cintaan romansa
yang dipenuhi dan berujungnya masalah kemesuman dan selakangan. Tidakkah kamu
merasa berharga dirimu itu generasi wanita, janganlah kamu menyibukan diri mu
dengan onani-onani mu itu.
Sejak dini dan marilah bangkit, bahwa
kamu adalah pembawa perubahan untuk negara itu. Jika kamu hanya berbicara
masalah selakangan dan kesenangan sendiri (hedonsi, apatis), maka tidak akan
ada habisnya hal itu sampai kapan pun. Menuruti hawanafsu itu menuruti
kebiasaan dan pengetahuan binatang. Yaitu yang hanya tahu kawnin makan punya
keturunan dan begitulah seterusnya, maukah kita menjadi bagian dari itu?
“timakasih Allah, akau telah dianugrahi
mampu mengeksperiskan dan mernuangkan apa hal yang menjadi keluh dan ceritaku dalam
bentuk prasasti moderen yang tergoreskan. Yang dimana suatu waktu atau ketika
akan menjadi manfaat dan membawa kebaikan baginya yang diberi waktu atau
kesempatan membaca atau sekadar belajar dari kisahku dan ia tercerahkan atau
mendapat kebaikan dari sana”
Oleh : Sinaryo

Komentar
Posting Komentar