Twit, Kritik, Kritis yg Mengubah Jiwaku




Yang sudah terbukti paling tulus terhadap diri hanyalah orangtua (ibu/bapak). Walaupun terkadang ada suatu hal yang tidak sesuai harapan diperbuat olehnya. Makanai dan renungi, mungkin ada arti yang dapat dinikmati.~SinA

Belajar ketulusan dan kesungguhan kasih yang terdalam dari Ibu dan Bapak, bukan dari kekasih (mantan kekasih).~SinA

Yang sedang merancang Skripsi, tetap semangat. Yakin saja selalu ada yang memperhatikan, mendukung, menyemangati, dan membanggakanmu.~SinA

Kesungguhan kebaikan terkadang terselubung dan tertutupi.~SinA

Yang bilang Matematika ilmu pasti siapa? Jelas-jelas Matematika itu ilusi dan bayang-bayang semu yang tidak jelas materinya.~SinA

Wajar bila di sana-sini bertemunya idealis sinis. Ia adanya karena dibersarkan oleh teori, bukan membesarkan teori.~SinA

Untuk mempertajam kepekaan, solusinya tidak membentuk diri ketergantungan terhadap suatu hal yang materiel.~SinA

Tua umur itu jelas! tua fikiran itu tempaan dan bentukan pernahnya menghadapi kerumitan belenggu tempaan hidup.~SinA

Tidak usah berkomentar berlebihan tentang orang lain, saat diri tidak pernah berkontribusi untuk orang tersebut.~SinA

Terkadang, tresno iku jalaran ne orak iso dirumongso utawi diapaido.~SinA
Terkadang diam merupakan salah satu cara ampuh untuk meredam amarah atau emosi diri yang sedang menggebu.~SinA

Tercipta sebagai mental tertindas, biasanya memuja atasan secara berlebihan dan mendewakan setiap kebijakanya secara buta. Perbuatan yang begitu itu, sudah menunjukkan tindakan hidup tidak dalam kodrat dan iradatnya. Yang mampu berfikir dan mampu merasakan.~SinA

Terbiasa menjalani tanpa perhatian atau sayang-sayangan dari orang lain kecuali dari Orang Tua+Keluarga. Buka berarti tidak paham dan tidak mengerti tentang kasih saying.~SinA

Tidak pula harus terjebak kepada filosofisme dan tidak pula menjerumuskan diri kepad pragmatisme. Semua harus dialektis dan melihat basis materielnya.~SinA

Taruhkan Cinta dan Kaishmu karena nafsu, agar tidak salah dikemudian waktu dalam melampiaskan Cinta dan kasihmu.~SinA

Suram dan kelam, saat intimidasi+tekanan mendominasi dari segala lini langkah waktu untuk menguasai.~SinA

Spekulasi fikiran yang tidak terkontrol, membuat ambigu dan menjadi ragu-ragu untuk melangkah atau berbuat.~SinA

Siapa yang peduli dengan diri yang sakit? Ya diri sendiri. Yang tahu dan yang merasakan.~SinA

Mengungkapkan setia dan jujur dengan pasangan secara vulgar, itu bukan selingkuh. Tetapi terang-terrangan bahwa diri masih ingin yang lain.~SinA

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hatinya rasa kasih sayang.~(QS. Maryam: 96)

Semua resiko yang sudah tersangka sebelumnya dan dikemudia waktu sangkaan itu benar-benar terjadi. Maka nikmati dan renungkan, bahwa semua pasti bisa dikendalikan.~SinA

Sakit, benci, dan kecewa adalah watak melekat yang dimiliki oleh setiap manusia. Sekiranya dapat dipahami dan dimengerti, agar menjadi berarti dan bermakna dalam menjalin hubungan sesama.~SinA

Rakyat mudah terilusi oleh politik elitis dan moralis penguasa.~SinA

Profil seseorang tidak boleh dinafikkan untuk syarat sebagai pemimpin.~SinA

Merupakan syarat mutlak seorang pemimpin adalah profilnya.~SinA

Pribadi yang kurang, inisiatif, kepedulian, dan perasaan. Menunjukkan masa anak-anaknya mengalami, kekangan, keterbatasan ruang bermain, tidak memiliki kemerdekaan, atau terlalu dimanjakan (dilemahkan).~SinA

Pribadi mana yang ingin atau memintak dilahirkan untuk diabaikan atau diacuhkan. Pasti semua memintak disambut dan dianggap keberadaanya.~SinA
Perjuangan panjang untuk menyadarkan mereka yang kaku syariat (tidak dielaktis). Bahwa ajaran Tuhan bukan hanya hal yang termagtub dalam Al-qur'an dan Sunah, tetapi lua dan tak terhingga.~SinA

Perjuangan harusnya tidak mengenal lelah, tetapi maklumilah jika ada yang merasa dilelahkan atas perjuangan bersama.~SinA

Peraturan dari pemerinta itu bukan diterima atau dipuja-puja begitu saja. Tetapi dikritisi dan dianalisis, itu fungsi kita sebagai rakyat.~SinA

Rakyat bukan budak, yang bisa diperlakukan semena-mena dan diberi kebijakan sesuka hati pejabat Negara (pemerintah). Yang mengartikan rakyat tidak memiliki andil atas Negara.~SinA

Peraturan atau kebijakan, itu wajibnya refleksi dari kenyataan, keadan, dan kebutuhan Rakyat.~SinA

Peraturan atau kebijakan yang mendahului kenyataan, itu namanya kedzoliman (kejahatan).~SinA

Pendewaan terhadap rasio membuat kita mengesampikan norma, etika, dan estetika yang terkadang tidak rasional dari sisi akal.~SinA

Penasaran membuat otak bertanya-tanya, dan bertanya-tanya membuat otak tidak berhenti berfikir sebelum menemukan jawabannya.~SinA

Pemimpin yang baik untuk umat, di lingkungan yang heterogen (berwarna-warna). Hendaknya pemimpinnya itu yang partisipatif (terbuka) dan yang suka mengayomi, bukan diktaktor.~SinA

Padahal yang dimaksud pengabdian kepada Tuhan itu ditunjuk dari sisi ketulusan dan kepolsan diri dalam berbuat, bukan pengharapannya.~SinA

Otak kita tidak bisa berbohong, apa yang dilihat itu yang dia fikirkan atau pancaran dari itu yang dia fikirkan.~SinA

Orang yang sedikit miliki kepekaan, menunjukan orang yang minim (lemah) kepribadian. Biasanya, mudah berganti rupa dalam keadaan+situasi yang sama.~SinA

Orang sekarang tidak memberhalakan ''patung'' sepeti zaman kelam (zaman batu). Tetapi memberhalakan surga atau neraka.~SinA

Moralitas, integritas, dan kejujuran membutuhkan latihan dan kebiasaan.~SinA

Diri yang tidak terbiasa atau membiasakan bermoral, jangan harap akan bermoral.~SinA

Miskin ilmu, membuat kita kesulitan dalam menafsirkan/mengartikan sesuatu yang sifatnya harafia atau sesuatu yang sifanya isyarat.~SinA

Menjadi pribadi yang peduli, simpati atau empati itu tidak tiba-tiba adanya (hadirnya). Ia ada karena dilatih dan dibiasakan untuk dilakukan.~SinA

Menghadapi beberapa hal yang terjadi tidak sesuai harapan, itu sudah biasa. Yang luarbiasa itu menikmati dan memaknai hal yang terjadi tidak sesuai harapan.~SinA

Menerima keadaan yang tidak sesuai dengan rencana atau angan, adalah cara diri memahami kehendak atau kuasaNya atas diri. Dan menyadari dengan sangat, bahwa ada yang memegang kendali (otoritas) atas kehidupan ini.~SinA

Menerima keadaan yang tidak sesuai dengan rencana atau angan, adalah cara diri memahami kehendak atau kuasaNya atas diri.~SinA

Manusia subyektif, adalah manusia yang tidak dilahirkan dalam dunia materiel. Tetapi dalam dunia ide.~SinA

Lebih baik lugu atau tidak mengerti untuk apa yang diperbuat, daripada tahu kemudian memberhalakan maksud-maksud (capaian) yang diperbuat.~SinA

Kurangkah diri ini mengabdi dan menyembahMu dalam kesenangan dan kesenggangan waktu. Tatkala diri ini dalam kesusahan masih berat merasakan pengharapan sebagai pelipur lara.~SinA

Kompak itu tidak harus selalu bersama kemana-mana. Tetapi saling mendukung dan saling menguatkan, adalah arti kompak yang sesungguhnya.~SinA

Kita yang teraniaya karena keadaan, tidak pula harus membalas ia yang menganiaya.~SinA

Memberi pelajaran menjadi penting, untuk menyadarkan dan mengingatkan atas kelalaian dan keluputan yang diperbuat.~SinA

Kita tidak miliki hak untuk memaksa atau membuat orang lain menuruti kehendak kita. Tetapi, kita miliki hak untuk mengabarkan dan menjelaskan keadaan kita.~SinA

Kita membutuhkan rujukan atau relevansi dari ide (gagasan). Ini dimaksudkan untuk memperkokoh substansi. Namun, tidak lantas tanpa relevansi ide menjadi tidak berlaku.~SinA

Kita harus mencari tanda atau hal yang mengisyaratkan, bahwa semua hal yang kita perbuat itu diberkahi dan diridhoi Tuhan.~SinA

Ketika Istiqoma menjalankan Syarita, artinya Hablum'minaAlla. Dan ketika membina cinta dan kasih setulusunya sesama manusia, artinya hab'blum'minan'nas.~SinA

Kesamaan mutlak hanya ada dalam dunia Ide.~SinA

Kenikmatan dan kebahagiaan yang diperoleh orang “beruntung” tetapi lupa diri, tidak senikmat dan sebahagia orang yang selalu sadar diri.~Ki Ranggwaskita
Kekhawatiran atau kepanikan yang menghampiri fikiran, membuat tidak konsentrasi dan tidak maksimal dalam menjalankan hal yang sedang dihadapi.~SinA

Kehidupan memang terasa payah, saat sesama kita sudah tidak mampu untuk saling memahami atau saling mengerti.~SinA

Baiknya dalam menjali hubungan, “aku percaya kamu, kamu percaya aku”.~SinA

Kecil kemungkinan orang lain dapat mengetahui tentang diri kita. Saat kita tidak pernah menjabarkan atau menjelaskan tentang diri kita.~SinA

Terdiam bukan solusi untuk mendamaikan perseteruan fikiran anatara dua atau lebih anak manusia.~SinA

Kebersamaan tidak harus selalu bersama. Tetapi memberi ruang dan kesempatan, kufikir ini merupakan arti kebersamaan dan penghargaan yang tiada tara.~SinA

Kamu tidak sendiri, selalu ada Dia yang segalanya menyelimuti dan melingkupi setiap langkah kehidupanmu. Memperhatikan dan pasti mempedulikanmu, walaupun jamahanya tidak dirasakan olehmu secara langsung. Tetapi ketulusuan dan kedalaman rasa yang menjelaskan dan mengajarimu.~SinA

Terkadang sesuatu itu penting, menjadi tidak penting karena tidak pada tempatnya.~SinA

Jikalau masyarakat kita tidak memiliki keberanian untuk melawan atau menolak, maka perlakuan semena-mena dari institusi atau birokrasi akan semakin menjadi-jadi. Dan keasalahan yang selama ini diperbuatan akan menjadi kebenaran yang terlegalitas (ini dampak pemiaran).~SinA

Hindari buru-buru mengomentari apa hal yang diamati tidak sesuai dengan pandangan (harapan). Cobalah dipahamai dan didalami terlebih dahulu, siapa tahu ada makna dan arti yang dapat dipetik.~SinA

Hindari membuat ia tidak melakukan karena ketakutan. Karena ketakutan menghasilkan tekanan, dan tekanan menghasilkan kekuatan dan kemampuan yang tersekap.~SinA

Hidup di masa lalumu yang penuh tekanan dan kekangan, tercerminkan oleh keadaanmu sekarang yang tidak pekak, tidak mengerti bila tidak diseru, dan tidak mudah memahami secara sendiri bila tidak dijelaskan dan dipahamkan.~SinA

Hanya manusia yang mengidap gangguan kesadaran atas diri, yang meneriakkan #save HAMAS atau #save Flistin.~SinA

Memperbudak Tuhan tidak hanya menyuruh-Nya untuk begini dan begitu sesuka dan sekehendak hati. Tetapi memasrahkan dan membiarkan keadaan yang mampu dikendalikan juga termasuk.~SinA

Hal yang rasional, mampu dijangkau dengan gamblang oleh fikiran dan kekuatan diri. Tidaklah sepantasnya dipasrahkan kepada-Nya yang gaip.~SinA

Hal yang masih dalam jangkauan (rasional) mampu dikendalikan. Maka kendalikan dan upayakan hal yang tepat untuk memaksimalkan, bukan memasrahkan.~SinA

Guru baik itu diantaranya adalah Guru yang mampu membangkitkan rasa percaya diri siswanya, bukan sebaliknya.~SinA

Gerakan (organisasi) kita terkadan tidak ikut menjawab kebutuhan praktis dari masa. Itu alasan kecil mengapa gerakan yang baik ini terkadang ditinggalkan oleh masa yang sebetulnya membutuhkan.~SinA

Dewasa adalah syarat penting menjadi seorang Guru, selain mampu memahami dan mau memaklumi.~SinA

Guru menyimpang, bila masih ngambekan dan ember terhadap karakter muridnya. Sudahlah, pupus sudah nilai luhur sebagai panutan.~SinA

Dalam kondisi lapar, tidak ada yang membutuhkan perempuan. Sebab perempuan tidak bisa menghilangkan lapar.~SinA

Coba didalami dan dimaknai terlebih dahulu, hal yang tidak sesuai dengan asumsi. Siapa tahu ada kebaikan yang bisa diambil dari itu.~SinA

Butuh kecerdasan akal dan batin untuk mampu membaca simbol-simbol (isyarat) dari Tuhan.~SinA

Bila perkembangan manusia diserahkan kepada kodrat saja, besar kemungkinan akan menjadi tidak beradab.~SinA

Butuhnya panutan dan rujukkan untuk membangun manusia menjadi lebih beradab.~SinA

Bila kita meyakini dengan sungguh, bahwa ada yang selalu memperhatikan, mengawasi, dan menilai apa yang kita perbuat. Pastilah kita akan berusaha tampil sebaik mungkin dalam melakukan hal apapun.~SinA

Bila kita masih terjebak dengan ego diri, maka kita akan sulit menempatkan diri, kapan menggunakan akal dan kapan menggunakan hati.~SinA

Bila berlaku demikian, samalah artinya kita membudak-Nya yang telah memberi bekal kesempurnaan.~SinA

Biayarkan Tuhan yang menjadi hamkim untukmu. Yang telah membuatku terkatung-terkatung dan tidak menentu karena rasaku yang terabaikan selama ini.~SinA

Rasa suka, kasih, dan cinta hasil refleksi dan restu Tuhan yang dilekatkan kepada setiap insan. Tidak ada alasan untuk menghinakan, karena terkadang yang memilikinya juga bingung untuk mendefinisikan dan menjabarkan mengapa ada dan hadir yang demikian.~SinA

Bersahabat dengan hati, ingin memahami, peduli, empati, simpati dan ingin mengerti. Dalam jalinan yang berusaha saling melengkapi. Itulah cermin ia yang memiliki kesungguh Iman di hati.~SinA

Belajar menajamkan perasaan (kepekaan) pribadi untuk mencapi laku hidup yang utama. Karena tidak ada keutamaan tanpa perasaan.~SinA

Belajar sabar, adalah belajar memunafikkan diri.~SinA

Bagian dari kebijaksanaan hidup, menyambut baik yang tidak diharapkan menghampiri.~SinA

Aspek saling memberi kepercayaan, merupakah hal penting untuk menghasilkan iklim pengajaran dan pembelajaran yang berkualitas.~SinA

Sebagai pengajar, hendaknya memiliki tingkat kesensitifan yang madani. Untuk bisa merespon segala bentuk kecendrungan pesertadidiknya.~SinA

''Dia yang tidak ada kita harapkan, ia yang selalu ada luput kita perhatikan dan terkadang kita abaikan''. Itulah perbuatan wujud hidup yang penuh ilusi, sehingga menghilangkan kenyataan yang sedang (telah) melingkupi.~SinA

Sudah aku tegaskan, bahwa pemhabasan apapun itu akan lebih komperhensif dan representatif terhadap hal. Bilamana melihat ruang lingkup kajianya (konteks).~SinA

Gelap mata dilakukan olehnya yang awam dan tidak berpengalaman dalam mengarungi kehidupan.~SinA

Keadaan menjadi terasa payah, saat sesama kita sudah tidak mampu untuk saling memahami atau saling mengerti.~SinA

Situasi bersama menjadi terasa payah, saat sesamanya sudah tidak mampu untuk saling memahami atau saling mengerti.~SinA

Perjuangan terasa melelahkan, saat sesamanya sudah tidak mampu saling memahami atau saling mengerti.~SinA

Perjuangan atau kebaikan harus tetap dipertahankan dan diteruskan, karena kebaikan tidak mengenal waktu. Walaupun dalam kondisi ditinggalkan atau tidak dipedulikan olehnya yang harusnya mengerti.~SinA

Beribadahlah kamu, dengan tetap setia dan berjuang dalam garis amanat penderitaan rakyat.~SinA

Mengaitkan dan merangkai kata dalam tulisan itu lebih sulit. Daripada mengaitkan dan merangkai kata dalam berbicara atau berkata-kata.~SinA

Dari sinaryo untuk ibu. Kumpulan bunga rampai dan pemikiran kritis dari gagasan yang tersekap.~SinA

Aku tidak punya Presiden. Karena presidenku jahat, tidak pro-rakyat, dan politiknya manipulatif.~SinA

Yang menuruti semua kehendak diri dan menghilangkan hal yang di luar diri. Itu tanda sudah menghamba atau memperTuhan-kan diri.~SinA

Menjadi guru, tidak saja hanya menuntut. Tetapi juga harus menerima dan mampu memahami.~SinA

Membangun idealisme dan keteguhan itu salah satunya dengan diskusi.~SinA

Iman perjuangan seperti apa? Bila menemani dan membimbing yang masih lemah saja tidak diperbuat.~SinA

Aku tahu bagaimana rasanya merasakan perjalanan yang belum menemukan jawaban. Tetapi, selama masih ada asa, tidak ada kata lemah atau kecewa.~SinA

Kekecewaan hadir karena kefanatikan atau keterlaluan berharap kepada suatu hal.~SinA

Dunia pendidikan tidak memiliki konsepsi sama dengan dunia ekonomi. Jadi, haram hukumnya melakukan hukum jual beli atau proyektis di dalamnya.~SinA

Harapan itu yang membuat kita tetap menyala-nyala menjalani kehidupan.~SinA

Diperlakukan tidak sebagaimana memperlakukan. Rasanya itu, sulit diterjemahkan dan dituliskan.~SinA

Belajar hidup berdampingan, karena nanti kita pasti berbenturkan oleh keadaan yang mengharuskan kita saling bekerja sama.~SinA

Kalau kita tidak bisa berbagi, harta, tenaga atau perasaan. Berbagi informasi pun merupakan bagiannya.~SinA

Terkadang kita membutuhkan teori, untuk menjembatani pemikiran kita yang terbatah-batah mengkaji hal.~SinA

Banyakkan refrensi, agar mudah dan santai dalam menghadapi dinamika yang berbenturan atau tidak beraturan.~SinA

Hanya manusia berpemikiran primitif, yang membenci teori.~SinA

Mengapa harus ada perasaan? Bila perasaan yang terulang itu menyakitkan.~SinA

Bertemu hal yang membuat teringat masa lalu yang menghinakan, itu memuakkan.~SinA

Apakah cinta dan kasih itu harus dilampiaskan? Atau malah sebaikknya hanya sekadar diekspresikan saja.~SinA

Apa yang kita baca, apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, dan apa yang kita rasakan. Itulah di antara hal yang akan mengkontruksi otak kita, dan menentukan pula kualitas hal yang terucap atau hal yang terekspresikan oleh diri.~SinA

Anakdidik membutuhkan hal yang bisa ia banggakan dari dirinya. Dengan cara mendapatkan pengakuan atas hal yang menjadi keunggulan atau kemampuan mereka.~SinA

Aku yakin, pemahaman dan kepercayaan atas keTuhanan atau agama akan segera ditinggalkan. Bila pengkajianya dan penjelasanya meningalkan keadaan realitas (realita) yang terjadi atau dihadapi umatnya.~SinA

Aku mungkin sudah tidak bisa menasehatimu secara indrawi atau tatap muka langsung dengan ekspresi. Tetapi aku percaya, kamu akan membaca maksud-maksud baikku dari prasastiku (tulisanku).~SinA

Aku menjadi tertantang dan tergetar untuk diskusi dan adu argumen dengan manusia itu, yang berhasil memanjakanmu dan memalingkan kamu dari aku.~SinA

Aku diam, difikir aku tidak mempedulikan. Aku berkata-kata, dikata aku banyak bicara dan mendominasi. Apa ini? Sungguh di luar nalar.~SinA

Akal sehat dalam sadar, hanya dimiliki ia yang tidak fanatik.~SinA

Agama bukan identitas (nama, label), tetapi karakter diri yang teramati dan melekat. Dari kata-kata hingga perbuatan.~SinA

Kita yang teraniaya karena keadaan, tidak pula harus membalas ia yang menganiaya.~SinA

Menghadapi beberapa hal yang terjadi tidak sesuai harapan, itu sudah biasa. Yang luarbiasa itu menikmati dan memaknai hal yang terjadi tidak sesuai harapan itu.~SinA

Menjadi pribadi yang peduli, simpati atau empati itu tidak tiba-tiba hadirnya. Ia ada karena dilatih dan dibiasakan untuk dilakukan.~SinA

Peraturan dari pemerinta itu bukan diterima atau dipuja-puja begitu saja. Tapi dikritisi dan dianalisis, itu fungsi kita sebagai rakyat.~SinA

Titik didih kebencian orang kepada orang lain adalah ilfil.~SinA

Obat itu alat untuk menyembuhkan, dan perkenaan sembuh itu mutlak milik (urusan) Tuhan.~SinA

Kepekaan dan kepedulian itu terlatih, bukan kodrati dimiliki insani.~SinA

Aku merasa “bagai kuda pelajang bukit”.~SinA

Tolak, jalan atau langkah kehidupan yang membuat kita berpaling dari ketimpangan dan penindasaan.~SinA

Membangun budaya partsipatif, sama halnya membangun budaya organisasi kolektif.~SinA

Guru moderat ialah guru yang tidak pernah mencerabut hak dasar pesertadidiknya sebagai mahluk sosial.~SinA

Rapi itu tidak identik dengan gaya elitis.~SinA

Hanya situasi yang sangat ideal, dapat diukur dengan pendekatan reliabelitas.~SinA

Terkadang ilusi fikiran lebih mengerikan dari kenyataan.~SinA

Allah itu tidak terpisah oleh diri, ia ada dan selalu hadir di setiap jiwa.~SinA

Hal yang paling menyakitkan untukku, yaitu permusuhan setelah persahabatan.~SinA

Hal yang paling menyakitkan diantaranya “permusuhan setelah persahabatan”.~SinA

Demi Tuhan, aku yakin dan percaya sebagian besar manusia tidak menyukain komunikasi yang berkesan acuh.~SinA

Gaya komunikasi wujud dari kualitas yang terkandung dalam kandung badan pribadi.~SinA

Anak dilahirkan dengan segala potensi yang melekat. Pendidik tugasnya menggali itu semua, bukan menindas dan mengeksploitasinya.~SinA
Bila setiap perjuangan diartikan hanya melawan, kapan membangun perjuangan untuk merangkul, bersama dan berdampingan untuk mewujudkan (menuju) visi yang sama.~SinA

Pertarungan fikiran akan terpuaskan dan teruraikan, dianataranya dengan menuangkan (menuliskan) yang menjadi gejolak fikiran itu.~SinA

Aku berkarya atau memprasastikan fikiran dan inginku, bermakusd unutk menyejarahkan dan mengabadikan diriku dalam keterlewatan dan ketertinggalan.~SinA

Mungkin sudah tidak ada cara lain seorang pendidik menunjukkan wibawa dan kreatifitasnya dalam mengajar, sehingga saat mengajar yang ditunjukkan dan ditonjol-tonjolkan hal yang terlepas dari dunia pendidikan. Namun secara tidak langsung adanya mengajarkan konsumerisme dan konsumtif –kapitalis-.~SinA


Berdusta dan dengki adalah perbuatan yang sering dilakukan pendidik untuk menjaga martabat dan harga dirinya, karena ia gila hormat.~SinA


Komentar

Postingan populer dari blog ini

~Terlelap~

AKU DAN FIKIRANKU, AKU DAN RISAUKU "menggali dan menyulami waktu demi waktu, menuliskan segala kegelisahan untuk mewujudkan demi membantah dan melawan keterasingan"

~Neraka Dunia~