Twit, Kritik, Kritis yg Mengubah Jiwaku
Yang
sudah terbukti paling tulus terhadap diri hanyalah orangtua (ibu/bapak).
Walaupun terkadang ada suatu hal yang tidak sesuai harapan diperbuat olehnya.
Makanai dan renungi, mungkin ada arti yang dapat dinikmati.~SinA
Belajar
ketulusan dan kesungguhan kasih yang terdalam dari Ibu dan Bapak, bukan dari
kekasih (mantan kekasih).~SinA
Yang
sedang merancang Skripsi, tetap semangat. Yakin saja selalu ada yang
memperhatikan, mendukung, menyemangati, dan membanggakanmu.~SinA
Kesungguhan
kebaikan terkadang terselubung dan tertutupi.~SinA
Yang
bilang Matematika ilmu pasti siapa? Jelas-jelas Matematika itu ilusi dan
bayang-bayang semu yang tidak jelas materinya.~SinA
Wajar
bila di sana-sini bertemunya idealis sinis. Ia adanya karena dibersarkan oleh
teori, bukan membesarkan teori.~SinA
Untuk
mempertajam kepekaan, solusinya tidak membentuk diri ketergantungan terhadap
suatu hal yang materiel.~SinA
Tua
umur itu jelas! tua fikiran itu tempaan dan bentukan pernahnya menghadapi
kerumitan belenggu tempaan hidup.~SinA
Tidak
usah berkomentar berlebihan tentang orang lain, saat diri tidak pernah
berkontribusi untuk orang tersebut.~SinA
Terkadang,
tresno iku jalaran ne orak iso dirumongso utawi diapaido.~SinA
Terkadang
diam merupakan salah satu cara ampuh untuk meredam amarah atau emosi diri yang
sedang menggebu.~SinA
Tercipta
sebagai mental tertindas, biasanya memuja atasan secara berlebihan dan
mendewakan setiap kebijakanya secara buta. Perbuatan yang begitu itu, sudah
menunjukkan tindakan hidup tidak dalam kodrat dan iradatnya. Yang mampu
berfikir dan mampu merasakan.~SinA
Terbiasa
menjalani tanpa perhatian atau sayang-sayangan dari orang lain kecuali dari
Orang Tua+Keluarga. Buka berarti tidak paham dan tidak mengerti tentang kasih
saying.~SinA
Tidak
pula harus terjebak kepada filosofisme dan tidak pula menjerumuskan diri kepad
pragmatisme. Semua harus dialektis dan melihat basis materielnya.~SinA
Taruhkan
Cinta dan Kaishmu karena nafsu, agar tidak salah dikemudian waktu dalam
melampiaskan Cinta dan kasihmu.~SinA
Suram dan kelam,
saat intimidasi+tekanan mendominasi dari segala lini langkah waktu untuk
menguasai.~SinA
Spekulasi
fikiran yang tidak terkontrol, membuat ambigu dan menjadi ragu-ragu untuk
melangkah atau berbuat.~SinA
Siapa
yang peduli dengan diri yang sakit? Ya diri sendiri. Yang tahu dan yang
merasakan.~SinA
Mengungkapkan setia dan jujur dengan pasangan
secara vulgar, itu bukan selingkuh. Tetapi terang-terrangan bahwa diri masih
ingin yang lain.~SinA
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan
beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hatinya rasa
kasih sayang.~(QS. Maryam: 96)
Semua
resiko yang sudah tersangka sebelumnya dan dikemudia waktu sangkaan itu
benar-benar terjadi. Maka nikmati dan renungkan, bahwa semua pasti bisa
dikendalikan.~SinA
Sakit,
benci, dan kecewa adalah watak melekat yang dimiliki oleh setiap manusia.
Sekiranya dapat dipahami dan dimengerti, agar menjadi berarti dan bermakna
dalam menjalin hubungan sesama.~SinA
Rakyat
mudah terilusi oleh politik elitis dan moralis penguasa.~SinA
Profil
seseorang tidak boleh dinafikkan untuk syarat sebagai pemimpin.~SinA
Merupakan
syarat mutlak seorang pemimpin adalah profilnya.~SinA
Pribadi
yang kurang, inisiatif, kepedulian, dan perasaan. Menunjukkan masa anak-anaknya
mengalami, kekangan, keterbatasan ruang bermain, tidak memiliki kemerdekaan,
atau terlalu dimanjakan (dilemahkan).~SinA
Pribadi
mana yang ingin atau memintak dilahirkan untuk diabaikan atau diacuhkan. Pasti
semua memintak disambut dan dianggap keberadaanya.~SinA
Perjuangan
panjang untuk menyadarkan mereka yang kaku syariat (tidak dielaktis). Bahwa
ajaran Tuhan bukan hanya hal yang termagtub dalam Al-qur'an dan Sunah, tetapi
lua dan tak terhingga.~SinA
Perjuangan
harusnya tidak mengenal lelah, tetapi maklumilah jika ada yang merasa
dilelahkan atas perjuangan bersama.~SinA
Peraturan
dari pemerinta itu bukan diterima atau dipuja-puja begitu saja. Tetapi
dikritisi dan dianalisis, itu fungsi kita sebagai rakyat.~SinA
Rakyat
bukan budak, yang bisa diperlakukan semena-mena dan diberi kebijakan sesuka
hati pejabat Negara (pemerintah). Yang mengartikan rakyat tidak memiliki andil
atas Negara.~SinA
Peraturan
atau kebijakan, itu wajibnya refleksi dari kenyataan, keadan, dan kebutuhan
Rakyat.~SinA
Peraturan
atau kebijakan yang mendahului kenyataan, itu namanya kedzoliman
(kejahatan).~SinA
Pendewaan
terhadap rasio membuat kita mengesampikan norma, etika, dan estetika yang
terkadang tidak rasional dari sisi akal.~SinA
Penasaran
membuat otak bertanya-tanya, dan bertanya-tanya membuat otak tidak berhenti
berfikir sebelum menemukan jawabannya.~SinA
Pemimpin
yang baik untuk umat, di lingkungan yang heterogen (berwarna-warna). Hendaknya
pemimpinnya itu yang partisipatif (terbuka) dan yang suka mengayomi, bukan
diktaktor.~SinA
Padahal
yang dimaksud pengabdian kepada Tuhan itu ditunjuk dari sisi ketulusan dan
kepolsan diri dalam berbuat, bukan pengharapannya.~SinA
Otak
kita tidak bisa berbohong, apa yang dilihat itu yang dia fikirkan atau pancaran
dari itu yang dia fikirkan.~SinA
Orang
yang sedikit miliki kepekaan, menunjukan orang yang minim (lemah) kepribadian.
Biasanya, mudah berganti rupa dalam keadaan+situasi yang sama.~SinA
Orang
sekarang tidak memberhalakan ''patung'' sepeti zaman kelam (zaman batu). Tetapi
memberhalakan surga atau neraka.~SinA
Moralitas,
integritas, dan kejujuran membutuhkan latihan dan kebiasaan.~SinA
Diri
yang tidak terbiasa atau membiasakan bermoral, jangan harap akan bermoral.~SinA
Miskin
ilmu, membuat kita kesulitan dalam menafsirkan/mengartikan sesuatu yang
sifatnya harafia atau sesuatu yang sifanya isyarat.~SinA
Menjadi
pribadi yang peduli, simpati atau empati itu tidak tiba-tiba adanya (hadirnya).
Ia ada karena dilatih dan dibiasakan untuk dilakukan.~SinA
Menghadapi
beberapa hal yang terjadi tidak sesuai harapan, itu sudah biasa. Yang luarbiasa
itu menikmati dan memaknai hal yang terjadi tidak sesuai harapan.~SinA
Menerima
keadaan yang tidak sesuai dengan rencana atau angan, adalah cara diri memahami
kehendak atau kuasaNya atas diri. Dan menyadari dengan sangat, bahwa ada yang
memegang kendali (otoritas) atas kehidupan ini.~SinA
Menerima
keadaan yang tidak sesuai dengan rencana atau angan, adalah cara diri memahami
kehendak atau kuasaNya atas diri.~SinA
Manusia subyektif,
adalah manusia yang tidak dilahirkan dalam dunia materiel. Tetapi dalam dunia
ide.~SinA
Lebih
baik lugu atau tidak mengerti untuk apa yang diperbuat, daripada tahu kemudian
memberhalakan maksud-maksud (capaian) yang diperbuat.~SinA
Kurangkah
diri ini mengabdi dan menyembahMu dalam kesenangan dan kesenggangan waktu.
Tatkala diri ini dalam kesusahan masih berat merasakan pengharapan sebagai pelipur
lara.~SinA
Kompak
itu tidak harus selalu bersama kemana-mana. Tetapi saling mendukung dan saling
menguatkan, adalah arti kompak yang sesungguhnya.~SinA
Kita
yang teraniaya karena keadaan, tidak pula harus membalas ia yang
menganiaya.~SinA
Memberi
pelajaran menjadi penting, untuk menyadarkan dan mengingatkan atas kelalaian
dan keluputan yang diperbuat.~SinA
Kita
tidak miliki hak untuk memaksa atau membuat orang lain menuruti kehendak kita.
Tetapi, kita miliki hak untuk mengabarkan dan menjelaskan keadaan kita.~SinA
Kita
membutuhkan rujukan atau relevansi dari ide (gagasan). Ini dimaksudkan untuk
memperkokoh substansi. Namun, tidak lantas tanpa relevansi ide menjadi tidak
berlaku.~SinA
Kita
harus mencari tanda atau hal yang mengisyaratkan, bahwa semua hal yang kita
perbuat itu diberkahi dan diridhoi Tuhan.~SinA
Ketika
Istiqoma menjalankan Syarita, artinya Hablum'minaAlla. Dan ketika membina cinta
dan kasih setulusunya sesama manusia, artinya hab'blum'minan'nas.~SinA
Kesamaan
mutlak hanya ada dalam dunia Ide.~SinA
Kenikmatan
dan kebahagiaan yang diperoleh orang “beruntung” tetapi lupa diri, tidak
senikmat dan sebahagia orang yang selalu sadar diri.~Ki Ranggwaskita
Kekhawatiran
atau kepanikan yang menghampiri fikiran, membuat tidak konsentrasi dan tidak
maksimal dalam menjalankan hal yang sedang dihadapi.~SinA
Kehidupan
memang terasa payah, saat sesama kita sudah tidak mampu untuk saling memahami
atau saling mengerti.~SinA
Baiknya
dalam menjali hubungan, “aku percaya kamu, kamu percaya aku”.~SinA
Kecil
kemungkinan orang lain dapat mengetahui tentang diri kita. Saat kita tidak
pernah menjabarkan atau menjelaskan tentang diri kita.~SinA
Terdiam
bukan solusi untuk mendamaikan perseteruan fikiran anatara dua atau lebih anak
manusia.~SinA
Kebersamaan
tidak harus selalu bersama. Tetapi memberi ruang dan kesempatan, kufikir ini
merupakan arti kebersamaan dan penghargaan yang tiada tara.~SinA
Kamu
tidak sendiri, selalu ada Dia yang segalanya menyelimuti dan melingkupi setiap
langkah kehidupanmu. Memperhatikan dan pasti mempedulikanmu, walaupun jamahanya
tidak dirasakan olehmu secara langsung. Tetapi ketulusuan dan kedalaman rasa
yang menjelaskan dan mengajarimu.~SinA
Terkadang sesuatu itu penting, menjadi tidak
penting karena tidak pada tempatnya.~SinA
Jikalau
masyarakat kita tidak memiliki keberanian untuk melawan atau menolak, maka
perlakuan semena-mena dari institusi atau birokrasi akan semakin menjadi-jadi.
Dan keasalahan yang selama ini diperbuatan akan menjadi kebenaran yang
terlegalitas (ini dampak pemiaran).~SinA
Hindari
buru-buru mengomentari apa hal yang diamati tidak sesuai dengan pandangan
(harapan). Cobalah dipahamai dan didalami terlebih dahulu, siapa tahu ada makna
dan arti yang dapat dipetik.~SinA
Hindari
membuat ia tidak melakukan karena ketakutan. Karena ketakutan menghasilkan
tekanan, dan tekanan menghasilkan kekuatan dan kemampuan yang tersekap.~SinA
Hidup
di masa lalumu yang penuh tekanan dan kekangan, tercerminkan oleh keadaanmu
sekarang yang tidak pekak, tidak mengerti bila tidak diseru, dan tidak mudah
memahami secara sendiri bila tidak dijelaskan dan dipahamkan.~SinA
Hanya
manusia yang mengidap gangguan kesadaran atas diri, yang meneriakkan #save
HAMAS atau #save Flistin.~SinA
Memperbudak
Tuhan tidak hanya menyuruh-Nya untuk begini dan begitu sesuka dan sekehendak
hati. Tetapi memasrahkan dan membiarkan keadaan yang mampu dikendalikan juga
termasuk.~SinA
Hal
yang rasional, mampu dijangkau dengan gamblang oleh fikiran dan kekuatan diri.
Tidaklah sepantasnya dipasrahkan kepada-Nya yang gaip.~SinA
Hal
yang masih dalam jangkauan (rasional) mampu dikendalikan. Maka kendalikan dan
upayakan hal yang tepat untuk memaksimalkan, bukan memasrahkan.~SinA
Guru baik itu
diantaranya adalah Guru yang mampu membangkitkan rasa percaya diri siswanya,
bukan sebaliknya.~SinA
Gerakan
(organisasi) kita terkadan tidak ikut menjawab kebutuhan praktis dari masa. Itu
alasan kecil mengapa gerakan yang baik ini terkadang ditinggalkan oleh masa yang
sebetulnya membutuhkan.~SinA
Dewasa
adalah syarat penting menjadi seorang Guru, selain mampu memahami dan mau
memaklumi.~SinA
Guru
menyimpang, bila masih ngambekan dan ember terhadap karakter muridnya.
Sudahlah, pupus sudah nilai luhur sebagai panutan.~SinA
Dalam
kondisi lapar, tidak ada yang membutuhkan perempuan. Sebab perempuan tidak bisa
menghilangkan lapar.~SinA
Coba
didalami dan dimaknai terlebih dahulu, hal yang tidak sesuai dengan asumsi.
Siapa tahu ada kebaikan yang bisa diambil dari itu.~SinA
Butuh kecerdasan akal dan batin untuk mampu
membaca simbol-simbol (isyarat) dari Tuhan.~SinA
Bila perkembangan manusia diserahkan kepada
kodrat saja, besar kemungkinan akan menjadi tidak beradab.~SinA
Butuhnya panutan dan rujukkan untuk membangun
manusia menjadi lebih beradab.~SinA
Bila kita meyakini dengan sungguh, bahwa ada yang
selalu memperhatikan, mengawasi, dan menilai apa yang kita perbuat. Pastilah
kita akan berusaha tampil sebaik mungkin dalam melakukan hal apapun.~SinA
Bila kita masih terjebak dengan ego diri,
maka kita akan sulit menempatkan diri, kapan menggunakan akal dan kapan
menggunakan hati.~SinA
Bila berlaku demikian, samalah artinya kita
membudak-Nya yang telah memberi bekal kesempurnaan.~SinA
Biayarkan Tuhan yang menjadi hamkim untukmu. Yang
telah membuatku terkatung-terkatung dan tidak menentu karena rasaku yang
terabaikan selama ini.~SinA
Rasa suka, kasih, dan cinta hasil refleksi
dan restu Tuhan yang dilekatkan kepada setiap insan. Tidak ada alasan untuk
menghinakan, karena terkadang yang memilikinya juga bingung untuk
mendefinisikan dan menjabarkan mengapa ada dan hadir yang demikian.~SinA
Bersahabat dengan hati, ingin memahami,
peduli, empati, simpati dan ingin mengerti. Dalam jalinan yang berusaha saling
melengkapi. Itulah cermin ia yang memiliki kesungguh Iman di hati.~SinA
Belajar menajamkan perasaan (kepekaan)
pribadi untuk mencapi laku hidup yang utama. Karena tidak ada keutamaan tanpa
perasaan.~SinA
Belajar sabar, adalah belajar memunafikkan
diri.~SinA
Bagian dari
kebijaksanaan hidup, menyambut baik yang tidak diharapkan menghampiri.~SinA
Aspek saling memberi kepercayaan, merupakah
hal penting untuk menghasilkan iklim pengajaran dan pembelajaran yang
berkualitas.~SinA
Sebagai pengajar, hendaknya memiliki tingkat
kesensitifan yang madani. Untuk bisa merespon segala bentuk kecendrungan
pesertadidiknya.~SinA
''Dia yang tidak ada kita harapkan, ia yang
selalu ada luput kita perhatikan dan terkadang kita abaikan''. Itulah perbuatan
wujud hidup yang penuh ilusi, sehingga menghilangkan kenyataan yang sedang
(telah) melingkupi.~SinA
Sudah aku tegaskan, bahwa pemhabasan apapun
itu akan lebih komperhensif dan representatif terhadap hal. Bilamana melihat
ruang lingkup kajianya (konteks).~SinA
Gelap mata dilakukan olehnya yang awam dan
tidak berpengalaman dalam mengarungi kehidupan.~SinA
Keadaan menjadi terasa payah, saat sesama
kita sudah tidak mampu untuk saling memahami atau saling mengerti.~SinA
Situasi bersama menjadi terasa payah, saat
sesamanya sudah tidak mampu untuk saling memahami atau saling mengerti.~SinA
Perjuangan terasa melelahkan, saat sesamanya
sudah tidak mampu saling memahami atau saling mengerti.~SinA
Perjuangan atau kebaikan harus tetap
dipertahankan dan diteruskan, karena kebaikan tidak mengenal waktu. Walaupun
dalam kondisi ditinggalkan atau tidak dipedulikan olehnya yang harusnya
mengerti.~SinA
Beribadahlah kamu, dengan tetap setia dan
berjuang dalam garis amanat penderitaan rakyat.~SinA
Mengaitkan dan merangkai kata dalam tulisan
itu lebih sulit. Daripada mengaitkan dan merangkai kata dalam berbicara atau
berkata-kata.~SinA
Dari sinaryo untuk ibu. Kumpulan bunga rampai
dan pemikiran kritis dari gagasan yang tersekap.~SinA
Aku tidak punya Presiden.
Karena presidenku jahat, tidak pro-rakyat, dan politiknya manipulatif.~SinA
Yang menuruti semua kehendak diri dan
menghilangkan hal yang di luar diri. Itu tanda sudah menghamba atau
memperTuhan-kan diri.~SinA
Menjadi guru, tidak saja hanya menuntut.
Tetapi juga harus menerima dan mampu memahami.~SinA
Membangun idealisme dan keteguhan itu salah
satunya dengan diskusi.~SinA
Iman perjuangan seperti apa? Bila menemani dan
membimbing yang masih lemah saja tidak diperbuat.~SinA
Aku tahu bagaimana rasanya merasakan
perjalanan yang belum menemukan jawaban. Tetapi, selama masih ada asa, tidak
ada kata lemah atau kecewa.~SinA
Kekecewaan hadir karena kefanatikan atau
keterlaluan berharap kepada suatu hal.~SinA
Dunia pendidikan tidak memiliki konsepsi sama
dengan dunia ekonomi. Jadi, haram hukumnya melakukan hukum jual beli atau
proyektis di dalamnya.~SinA
Harapan itu yang membuat kita tetap
menyala-nyala menjalani kehidupan.~SinA
Diperlakukan tidak sebagaimana memperlakukan.
Rasanya itu, sulit diterjemahkan dan dituliskan.~SinA
Belajar hidup berdampingan, karena nanti kita
pasti berbenturkan oleh keadaan yang mengharuskan kita saling bekerja
sama.~SinA
Kalau kita tidak bisa berbagi, harta, tenaga
atau perasaan. Berbagi informasi pun merupakan bagiannya.~SinA
Terkadang kita membutuhkan teori, untuk
menjembatani pemikiran kita yang terbatah-batah mengkaji hal.~SinA
Banyakkan refrensi, agar mudah dan santai
dalam menghadapi dinamika yang berbenturan atau tidak beraturan.~SinA
Hanya manusia berpemikiran primitif, yang
membenci teori.~SinA
Mengapa harus ada perasaan? Bila perasaan yang
terulang itu menyakitkan.~SinA
Bertemu hal yang
membuat teringat masa lalu yang menghinakan, itu memuakkan.~SinA
Apakah
cinta dan kasih itu harus dilampiaskan? Atau malah sebaikknya hanya sekadar
diekspresikan saja.~SinA
Apa
yang kita baca, apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, dan apa yang kita
rasakan. Itulah di antara hal yang akan mengkontruksi otak kita, dan menentukan
pula kualitas hal yang terucap atau hal yang terekspresikan oleh diri.~SinA
Anakdidik
membutuhkan hal yang bisa ia banggakan dari dirinya. Dengan cara mendapatkan
pengakuan atas hal yang menjadi keunggulan atau kemampuan mereka.~SinA
Aku yakin, pemahaman dan kepercayaan atas
keTuhanan atau agama akan segera ditinggalkan. Bila pengkajianya dan
penjelasanya meningalkan keadaan realitas (realita) yang terjadi atau dihadapi
umatnya.~SinA
Aku
mungkin sudah tidak bisa menasehatimu secara indrawi atau tatap muka langsung
dengan ekspresi. Tetapi aku percaya, kamu akan membaca maksud-maksud baikku
dari prasastiku (tulisanku).~SinA
Aku
menjadi tertantang dan tergetar untuk diskusi dan adu argumen dengan manusia
itu, yang berhasil memanjakanmu dan memalingkan kamu dari aku.~SinA
Aku
diam, difikir aku tidak mempedulikan. Aku berkata-kata, dikata aku banyak
bicara dan mendominasi. Apa ini? Sungguh di luar nalar.~SinA
Akal
sehat dalam sadar, hanya dimiliki ia yang tidak fanatik.~SinA
Agama
bukan identitas (nama, label), tetapi karakter diri yang teramati dan melekat.
Dari kata-kata hingga perbuatan.~SinA
Kita
yang teraniaya karena keadaan, tidak pula harus membalas ia yang
menganiaya.~SinA
Menghadapi
beberapa hal yang terjadi tidak sesuai harapan, itu sudah biasa. Yang luarbiasa
itu menikmati dan memaknai hal yang terjadi tidak sesuai harapan itu.~SinA
Menjadi
pribadi yang peduli, simpati atau empati itu tidak tiba-tiba hadirnya. Ia ada
karena dilatih dan dibiasakan untuk dilakukan.~SinA
Peraturan
dari pemerinta itu bukan diterima atau dipuja-puja begitu saja. Tapi dikritisi dan
dianalisis, itu fungsi kita sebagai rakyat.~SinA
Titik
didih kebencian orang kepada orang lain adalah ilfil.~SinA
Obat
itu alat untuk menyembuhkan, dan perkenaan sembuh itu mutlak milik (urusan)
Tuhan.~SinA
Kepekaan
dan kepedulian itu terlatih, bukan kodrati dimiliki insani.~SinA
Aku
merasa “bagai kuda pelajang bukit”.~SinA
Tolak,
jalan atau langkah kehidupan yang membuat kita berpaling dari ketimpangan dan
penindasaan.~SinA
Membangun
budaya partsipatif, sama halnya membangun budaya organisasi kolektif.~SinA
Guru
moderat ialah guru yang tidak pernah mencerabut hak dasar pesertadidiknya
sebagai mahluk sosial.~SinA
Rapi
itu tidak identik dengan gaya elitis.~SinA
Hanya
situasi yang sangat ideal, dapat diukur dengan pendekatan reliabelitas.~SinA
Terkadang
ilusi fikiran lebih mengerikan dari kenyataan.~SinA
Allah
itu tidak terpisah oleh diri, ia ada dan selalu hadir di setiap jiwa.~SinA
Hal
yang paling menyakitkan untukku, yaitu permusuhan setelah persahabatan.~SinA
Hal
yang paling menyakitkan diantaranya “permusuhan setelah persahabatan”.~SinA
Demi
Tuhan, aku yakin dan percaya sebagian besar manusia tidak menyukain komunikasi
yang berkesan acuh.~SinA
Gaya
komunikasi wujud dari kualitas yang terkandung dalam kandung badan
pribadi.~SinA
Anak
dilahirkan dengan segala potensi yang melekat. Pendidik tugasnya menggali itu
semua, bukan menindas dan mengeksploitasinya.~SinA
Bila
setiap perjuangan diartikan hanya melawan, kapan membangun perjuangan untuk
merangkul, bersama dan berdampingan untuk mewujudkan (menuju) visi yang
sama.~SinA
Pertarungan fikiran akan
terpuaskan dan teruraikan, dianataranya dengan menuangkan (menuliskan) yang
menjadi gejolak fikiran itu.~SinA
Aku
berkarya atau memprasastikan fikiran dan inginku, bermakusd unutk menyejarahkan
dan mengabadikan diriku dalam keterlewatan dan ketertinggalan.~SinA
Mungkin sudah tidak ada
cara lain seorang pendidik menunjukkan wibawa dan kreatifitasnya dalam
mengajar, sehingga saat mengajar yang ditunjukkan dan ditonjol-tonjolkan hal
yang terlepas dari dunia pendidikan. Namun secara tidak langsung adanya
mengajarkan konsumerisme dan konsumtif –kapitalis-.~SinA
Berdusta dan dengki adalah
perbuatan yang sering dilakukan pendidik untuk menjaga martabat dan harga
dirinya, karena ia gila hormat.~SinA

Komentar
Posting Komentar